Menuju konten utama

Contoh Soal Kraeplin, Jawaban, dan Cara Mengerjakannya

Artikel ini akan membahas apa itu tes Kraeplin dan cara mengerjakannya. Terdapat juga contoh soal kreplin lengkap dengan jawaban dan penjelasannya.

Contoh Soal Kraeplin, Jawaban, dan Cara Mengerjakannya
ilustrasi Tes Kraepelin . FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Dalam proses seleksi kerja, beasiswa, maupun rekrutmen di instansi pemerintah, peserta seringkali dihadapkan dengan serangkaian tes psikologi. Salah satu yang cukup umum digunakan adalah Tes Kraepelin. Oleh karena itu, contoh – contoh soal kraeplin banyak dicari dan dipelajari untuk meningkatkan peluang lolos seleksi.

Dalam konteks seleksi kerja, tes ini digunakan untuk mengetahui bagaimana seseorang menghadapi tekanan tugas yang monoton dan berlangsung dalam waktu cukup panjang. Tes ini memiliki karakteristik unik karena menguji ketahanan, konsistensi, dan kemampuan dasar berhitung secara cepat. Tes ini juga mengukur kecepatan, ketelitian, konsentrasi, dan daya tahan seseorang dalam menghadapi tekanan.

Artikel ini akan membahas apa itu tes Kraepelin, cara mengerjakannya, serta menyajikan contoh soal kreplin lengkap dengan jawaban dan penjelasannya.

Apa Itu Tes Kraepelin?

Ilustrasi Ujian Tulis

Ilustrasi Ujian Tulis. foto/IStockphoto

Tes Kraepelin, atau sering juga disebut dengan Tes Hitung Kraepelin, merupakan salah satu jenis tes psikologi klasik yang diciptakan oleh Emil Kraepelin, seorang psikiater asal Jerman. Tes ini terdiri dari deretan angka yang harus dijumlahkan secara vertikal dalam waktu singkat.

Tes Kraepelin memiliki beberapa tujuan, di antaranya :

  • Mengukur kecepatan dan ketelitian
  • Menilai konsentrasi dalam tekanan waktu
  • Mengevaluasi stabilitas emosi saat bekerja
Banyak perusahaan, BUMN, dan lembaga negara menggunakan tes ini sebagai alat bantu untuk mengukur konsistensi calon karyawan dalam bekerja. Tidak hanya itu, dalam seleksi beasiswa luar negeri, pendaftaran TNI/POLRI, bahkan PPPK dan CPNS, contoh soal Kraepelin menjadi bagian penting dari ujian psikotes.

Ciri khas dari contoh soal kraeplin adalah barisan angka satu digit yang tersusun secara vertikal. Peserta diharuskan menjumlahkan dua angka yang berdekatan secara cepat dan menuliskan hasilnya di antara keduanya. Kedengarannya sederhana, tetapi waktu yang terbatas dan banyaknya kolom membuat tes ini cukup menguras energi dan fokus.

Banyak juga yang masih mempertanyakan kenapa tes sederhana ini masih digunakan? Tes Kraepelin dan jawabannya memang tidak menguji IQ secara langsung, tetapi tes ini memiliki indikator psikologis yang penting, seperti ketahanan mental, stabilitas emosi dan konsistensi, kemampuan menyelesaikan tugas dan fokus tinggi, serta daya tahan terhadap pekerjaan yang monoton.

Cara Mengerjakan Tes Kraepelin

ilustrasi Tes Kraepelin 2

ilustrasi Tes Kraepelin 2. FOTO/iStockphoto

Berikut ini cara mengerjakan Tes Kraepelin, dilansir dari berbagai sumber :

  • Tes ini terdiri dari 20 kolom yang masing-masing berisi angka-angka acak dari 0 hingga 9.
  • Seluruh sesi tes berlangsung selama sekitar 20 menit, mencakup waktu untuk mengisi identitas, mendengarkan petunjuk, serta melihat contoh pengerjaan dari pengawas.
  • Dalam setiap kolom, Anda diminta menjumlahkan pasangan angka yang berdekatan dari arah bawah ke atas. Hasil penjumlahan ditulis di sebelah kanan, tepat di antara dua angka yang dijumlahkan.
  • Apabila hasil penjumlahan melebihi angka 10, cukup tuliskan digit satuannya saja (angka paling belakang).
  • Setiap kolom memiliki batas waktu pengerjaan sekitar 30 detik. Setelah itu, pengawas akan memberi instruksi untuk melanjutkan ke kolom selanjutnya
  • Jika terjadi kesalahan saat menghitung, coret jawaban yang keliru dan tuliskan hasil yang benar di sebelahnya.
Contoh soal kraeplin dan cara pengerjaan yang sederhana sebagai berikut :

5 4 8 3

8 9 5 6

Misalnya jika Anda memulai dari baris bawah kolom pertama: 8 + 5 = 13. Maka yang ditulis hanya angka 3 di samping kanan antara angka 7 dan 5. Kemudian, lanjutkan ke baris berikutnya: 9 + 4 = 13, dan seterusnya.

Tips Menyelesaikan Tes Kraepelin

Ujian

ujian. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/Spt.

Sebelum mengerjakan tes, sangat penting untuk memahami teknik dan pola pengerjaan tes Kraepelin agar hasilnya maksimal. Berikut langkah-langkah dan tips yang bisa Anda terapkan :

  • Memahami Pola Penjumlahan

Tes Kraepelin terdiri dari puluhan kolom angka, masing-masing kolom berisi angka dari atas ke bawah, biasanya sepanjang 40–50 angka. Setiap angka terdiri dari satu digit (0–9). Tugas Anda adalah menjumlahkan dua angka yang saling berdekatan secara vertikal, lalu menuliskan hasilnya di antara angka tersebut. Contoh 4+8 = 12, maka angka yang ditulis cukup 2 atau angka satuan dari hasil penjumlahan.

  • Melakukan Manajemen Waktu

Setiap kolom hanya dikerjakan selama 30–60 detik. Setelah waktu habis, Anda harus berpindah ke kolom berikutnya, walau belum menyelesaikan seluruh angka dalam kolom tersebut. Waktu total tes biasanya berlangsung selama 10–15 menit, tergantung jumlah kolom dan kebijakan penyelenggara.

  • Konsistensi Lebih Penting dari Kecepatan

Alih-alih hanya mengejar kecepatan, konsistensi pengerjaan dari kolom ke kolom lebih penting. Pengerjaan yang stabil, tanpa penurunan drastis dari awal hingga akhir, menunjukkan kestabilan emosi dan daya tahan. Jangan terlalu cepat di awal lalu kehabisan tenaga di tengah. Cobalah menjaga tempo pengerjaan agar stabil dari awal sampai akhir. Hindari melompat atau tergesa-gesa.

  • Latihan Contoh Soal Kraeplin Minimal 3 Hari Sebelum Tes

Bukan hanya hafalan, tes ini menuntut ketangkasan otak dan tangan. Latihan contoh soal – soal kraeplin secara teratur membantu meningkatkan kecepatan dan akurasi. Anda bisa mencetak contoh soal tes Kraepelin dalam format kolom atau menggunakan aplikasi simulasi yang kini banyak tersedia

  • Perhatikan Tulisan

Jika Anda menulis angka secara manual, pastikan tulisan angka jelas dan terbaca. Kesalahan tulis dapat mengganggu penilaian.

  • Gunakan Jari atau Alat Bantu Mata

Beberapa peserta terbantu dengan menggunakan jari atau penggaris untuk menandai posisi baris saat mengerjakan. Ini bisa mencegah terlewat atau salah posisi angka.

  • Jangan Terpengaruh Orang Lain

Fokus pada pekerjaan Anda sendiri. Kadang peserta yang lain sudah berpindah kolom, padahal Anda belum selesai. Jangan panik. Lanjutkan sesuai tempo Anda.

Penilaian Tes Kraeplin

Pengumuman ujian kerja

Pengumuman ujian foto/istockphoto

Walaupun Anda tidak bisa melihat nilai tes secara langsung, umumnya penilai akan melihat beberapa aspek berikut :

  • Jumlah soal yang berhasil diselesaikan dalam tiap kolom.
  • Konsistensi pengerjaan antar kolom (tidak naik turun drastis).
  • Kualitas kerja (jumlah kesalahan).
  • Performa awal, tengah, dan akhir (apakah ada penurunan drastis).
  • Kecepatan dan ritme pengerjaan.
Sementara, kesalahan-kesalahan berikut juga harus dihindari agar bisa memeroleh hasil tes yang maksimal :

  • Menghitung dua angka secara horizontal (padahal seharusnya vertikal).
  • Menulis hasil lebih dari satu angka (misalnya menulis 12, padahal seharusnya hanya 2).
  • Mengoreksi jawaban lama, hal ini akan membuang waktu, sehingga tidak diperkenankan.
  • Tidak berpindah kolom saat waktu habis karena bisa mengurangi nilai.

Contoh Soal Tes Kraepelin dan Jawabannya

Jawaban tes ditunjukkan dengan angka warna merah. Berikut ini adalah contoh soal kraeplin dan jawabannya:

Tes Kraepelin 2

Tes Kraepelin 2. FOTO/istimewa

Meskipun terlihat sederhana, contoh tes kraeplin ini sangat efektif untuk mengukur kecepatan berpikir, konsistensi kerja, dan daya tahan seseorang dalam menghadapi tekanan waktu.

Dengan memahami cara mengerjakan tes Kraepelin dan berlatih menggunakan contoh soal kraeplin, Anda bisa lebih siap dan percaya diri saat menghadapi psikotes sebenarnya. Jangan lupa, meski contoh soal tes kraeplin hanya berupa penjumlahan angka, kemampuan Anda mengerjakannya dengan stabil dan tepat waktu adalah hal yang sangat diperhatikan oleh pihak penilai.

Baca juga artikel terkait LAMARAN KERJA atau tulisan lainnya dari Nirmala Eka Maharani

tirto.id - Edusains
Kontributor: Nirmala Eka Maharani
Penulis: Nirmala Eka Maharani
Editor: Yulaika Ramadhani