tirto.id - Dalam proses seleksi kerja, beasiswa, maupun rekrutmen di instansi pemerintah, peserta seringkali dihadapkan dengan serangkaian tes psikologi. Salah satu yang cukup umum digunakan adalah Tes Kraepelin. Oleh karena itu, contoh – contoh soal kraeplin banyak dicari dan dipelajari untuk meningkatkan peluang lolos seleksi.
Dalam konteks seleksi kerja, tes ini digunakan untuk mengetahui bagaimana seseorang menghadapi tekanan tugas yang monoton dan berlangsung dalam waktu cukup panjang. Tes ini memiliki karakteristik unik karena menguji ketahanan, konsistensi, dan kemampuan dasar berhitung secara cepat. Tes ini juga mengukur kecepatan, ketelitian, konsentrasi, dan daya tahan seseorang dalam menghadapi tekanan.
Artikel ini akan membahas apa itu tes Kraepelin, cara mengerjakannya, serta menyajikan contoh soal kreplin lengkap dengan jawaban dan penjelasannya.
Apa Itu Tes Kraepelin?

Tes Kraepelin, atau sering juga disebut dengan Tes Hitung Kraepelin, merupakan salah satu jenis tes psikologi klasik yang diciptakan oleh Emil Kraepelin, seorang psikiater asal Jerman. Tes ini terdiri dari deretan angka yang harus dijumlahkan secara vertikal dalam waktu singkat.
Tes Kraepelin memiliki beberapa tujuan, di antaranya :
- Mengukur kecepatan dan ketelitian
- Menilai konsentrasi dalam tekanan waktu
- Mengevaluasi stabilitas emosi saat bekerja
Ciri khas dari contoh soal kraeplin adalah barisan angka satu digit yang tersusun secara vertikal. Peserta diharuskan menjumlahkan dua angka yang berdekatan secara cepat dan menuliskan hasilnya di antara keduanya. Kedengarannya sederhana, tetapi waktu yang terbatas dan banyaknya kolom membuat tes ini cukup menguras energi dan fokus.
Banyak juga yang masih mempertanyakan kenapa tes sederhana ini masih digunakan? Tes Kraepelin dan jawabannya memang tidak menguji IQ secara langsung, tetapi tes ini memiliki indikator psikologis yang penting, seperti ketahanan mental, stabilitas emosi dan konsistensi, kemampuan menyelesaikan tugas dan fokus tinggi, serta daya tahan terhadap pekerjaan yang monoton.
Cara Mengerjakan Tes Kraepelin

Berikut ini cara mengerjakan Tes Kraepelin, dilansir dari berbagai sumber :
- Tes ini terdiri dari 20 kolom yang masing-masing berisi angka-angka acak dari 0 hingga 9.
- Seluruh sesi tes berlangsung selama sekitar 20 menit, mencakup waktu untuk mengisi identitas, mendengarkan petunjuk, serta melihat contoh pengerjaan dari pengawas.
- Dalam setiap kolom, Anda diminta menjumlahkan pasangan angka yang berdekatan dari arah bawah ke atas. Hasil penjumlahan ditulis di sebelah kanan, tepat di antara dua angka yang dijumlahkan.
- Apabila hasil penjumlahan melebihi angka 10, cukup tuliskan digit satuannya saja (angka paling belakang).
- Setiap kolom memiliki batas waktu pengerjaan sekitar 30 detik. Setelah itu, pengawas akan memberi instruksi untuk melanjutkan ke kolom selanjutnya
- Jika terjadi kesalahan saat menghitung, coret jawaban yang keliru dan tuliskan hasil yang benar di sebelahnya.
5 4 8 3
8 9 5 6
Misalnya jika Anda memulai dari baris bawah kolom pertama: 8 + 5 = 13. Maka yang ditulis hanya angka 3 di samping kanan antara angka 7 dan 5. Kemudian, lanjutkan ke baris berikutnya: 9 + 4 = 13, dan seterusnya.
Tips Menyelesaikan Tes Kraepelin

Sebelum mengerjakan tes, sangat penting untuk memahami teknik dan pola pengerjaan tes Kraepelin agar hasilnya maksimal. Berikut langkah-langkah dan tips yang bisa Anda terapkan :
Memahami Pola Penjumlahan
Melakukan Manajemen Waktu
Konsistensi Lebih Penting dari Kecepatan
Latihan Contoh Soal Kraeplin Minimal 3 Hari Sebelum Tes
Perhatikan Tulisan
Gunakan Jari atau Alat Bantu Mata
Jangan Terpengaruh Orang Lain
Penilaian Tes Kraeplin

Walaupun Anda tidak bisa melihat nilai tes secara langsung, umumnya penilai akan melihat beberapa aspek berikut :
- Jumlah soal yang berhasil diselesaikan dalam tiap kolom.
- Konsistensi pengerjaan antar kolom (tidak naik turun drastis).
- Kualitas kerja (jumlah kesalahan).
- Performa awal, tengah, dan akhir (apakah ada penurunan drastis).
- Kecepatan dan ritme pengerjaan.
- Menghitung dua angka secara horizontal (padahal seharusnya vertikal).
- Menulis hasil lebih dari satu angka (misalnya menulis 12, padahal seharusnya hanya 2).
- Mengoreksi jawaban lama, hal ini akan membuang waktu, sehingga tidak diperkenankan.
- Tidak berpindah kolom saat waktu habis karena bisa mengurangi nilai.
Contoh Soal Tes Kraepelin dan Jawabannya
Jawaban tes ditunjukkan dengan angka warna merah. Berikut ini adalah contoh soal kraeplin dan jawabannya:

Meskipun terlihat sederhana, contoh tes kraeplin ini sangat efektif untuk mengukur kecepatan berpikir, konsistensi kerja, dan daya tahan seseorang dalam menghadapi tekanan waktu.
Dengan memahami cara mengerjakan tes Kraepelin dan berlatih menggunakan contoh soal kraeplin, Anda bisa lebih siap dan percaya diri saat menghadapi psikotes sebenarnya. Jangan lupa, meski contoh soal tes kraeplin hanya berupa penjumlahan angka, kemampuan Anda mengerjakannya dengan stabil dan tepat waktu adalah hal yang sangat diperhatikan oleh pihak penilai.
Penulis: Nirmala Eka Maharani
Editor: Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id



































