tirto.id - Pidato dapat disampaikan saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2026. Simak contoh pidato yang bisa dijadikan sebagai acuan.
Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati setiap tanggal 12 Rabiul Awal. Pada 2026 ini, Maulid Nabi bertepatan dengan hari Selasa, 25 Agustus 2026.
Masyarakat Indonesia menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan berbagai kegiatan. Pelaksanaan kegiatan itu tak hanya di lingkup instansi atau lembaga seperti sekolah, tapi juga di lingkungan sekitar seperti masjid atau musala.
Bentuk kegiatannya pun beragam, seperti pengajian, syukuran, atau pembacaan selawat bersama. Dalam berbagai rangkaian kegiatan dalam acara Maulid Nabi tersebut, pidato dapat disampaikan oleh tokoh terkemuka atau undangan.
Penyampaian pidato disesuaikan dengan audiens dan tema acara. Dalam perayaan Maulid Nabi, pidato dapat sekaligus mengingatkan kembali akan pentingnya meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad dan lebih mengenalnya melalui kisah-kisah atau riwayat hidupnya.
Contoh Pidato Maulid Nabi 2026
Maulid memiliki makna hari lahir. Umat Islam biasa memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW untuk merayakan hari lahir Rasulullah.
Perayaan ini menjadi bentuk rasa kebahagiaan sekaligus penghormatan kepada sang suri tauladan, Rasulullah. yang diutus menjadi rahmat bagi alam semesta. Berikut ini contoh pidato untuk peringatan Maulid Nabi 2026:
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Kepada Bapak dan Ibu, para hadirin yang saya hormati.
Pertama dan yang paling utama, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, taufik, serta inayah-Nya sehingga kita bisa berkumpul di sini tanpa halangan suatu apa pun.
Kedua, selawat serta salam marilah kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Hadirin yang berbahagia,
Saat ini kita tengah memasuki bulan Maulid, bulan Rabiul Awal yang merupakan bulan kelahiran nabi kita, Nabi Muhammad. Pada bulan kelahiran Rasulullah, kita bisa meneladani sifat-sifat yang telah beliau contohkan kepada kita, umatnya.
Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu nabi yang penuh kesabaran saat menyebarkan agama Islam. Beliau kerap mendapat cacian, bahkan kekerasan fisik, oleh kaum kafir.
Bahkan, dalam suatu riwayat, ketika Nabi Muhammad SAW. sedang berdakwah di Thaif, beliau pernah dilempari batu hingga kaki beliau berdarah. Melihat kejadian itu, Malaikat Jibril menawarkan kemampuannya untuk melemparkan sebuah gunung kepada penduduk Thaif yang menyakiti Nabi.
Namun, beliau senantiasa bersabar mendapat perlakuan demikian dan menolak tawaran dari Malaikat Jibril untuk “menghukum” orang yang menyakitinya. Alasannya, Nabi diutus sebagai rahmat bagi alam semesta.
Betapa Nabi adalah sosok yang penyabar sekaligus penuh kasih sayang. Kasih sayangnya juga mencakup orang-orang yang telah berbuat jahat kepadanya.
Hal itu tentu berbeda dengan diri kita yang mudah tersulut amarah oleh hal sepele. Buka medsos, marah-marah. Dengar pidato marah-marah, kita makin marah-marah. Dituduh londo ireng, jelas kita marah. Padahal, Nabi telah mencontohkan bagaimana cara bersikap ketika disakiti.
Sebagai umatnya, kita sangat bisa mencontoh akhlak baik Nabi Muhammad SAW, meskipun tentu tidak bisa sesempurna beliau. Harapannya, dengan meneladani Nabi, kita menjadi salah satu umatnya yang mendapat syafaat di hari akhir kelak. Aamiin.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Ujian dalam hidup memang berat dan banyak sekali rupanya. Kadang, kita merasa marah, kecewa, atau bahkan berputus asa. Namun, sebagai manusia dengan segala keterbatasan, salah satu yang bisa kita lakukan adalah bersabar sambil mengupayakan hal yang bisa diupayakan.
Siapa yang bersabar, maka dia akan menemukan kebahagiaan di dunia ataupun di akhirat kelak.
Sekian yang dapat saya sampaikan. Semoga kita senantiasa menjadi pribadi yang dimampukan untuk bersabar. Semoga yang kita pelajari dan renungi hari ini memberikan manfaat.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id







































