tirto.id - Meskipun kata “kultum” memiliki arti Kuliah Tujuh Menit, penggunaan kata “kultum” saat ini merujuk pada sebuah ceramah dengan durasi singkat. Biasanya kultum disampaikan di antara waktu maghrib dan isya, atau setelah sholat fardhu. Tak jarang, kultum juga disampaikan pada saat sebelum berbuka puasa maupun sembari menunggu waktu untuk sholat tarawih di bulan Ramadan.
Karena kultum adalah sebuah ceramah yang singkat, maka materi yang disampaikan haruslah pendek tetapi dapat memuat berbagai faedah. Pesan yang dikandung sebaiknya juga dapat dipahami dengan mudah oleh jamaah. Satu hal lagi, kultum sebaiknya disampaikan secara padat dan menghindari kalimat yang bertele-tele.
Sebuah kultum biasanya memuat tema-tema yang ringan dan dekat dengan masyarakat. Contoh tema yang biasa digunakan antara lain, akhlak mulia, ibadah singkat, muamalah, hingga permasalahan yang umum terjadi di masyarakat. Dengan menyampaikan kultum yang memiliki tema-tema semacam itu, maka meskipun singkat dan ringkas, kultum tersebut lebih mudah dipahami dan tidak mengurangi makna yang ingin disampaikan.

Kumpulan Contoh Judul Kultum 1 Menit Berbagai Tema
Pemilihan judul dan tema kultum akan berdampak pada isi kultum dan durasi yang dibutuhkan oleh seorang penceramah. Tema yang ringan dan dekat dengan masyarakat merupakan tema yang sering dipakai, karena lebih mudah dipahami oleh jamaah.
Berikut adalah beberapa judul kultum yang dapat menjadi referensi dan juga ide seseorang ketika ia akan menyampaikan sebuah kultum:
- Menata Ulang Niat Sebelum Beramal
- Penyakit "Wahn": Cinta Dunia yang Berlebihan dan Takut Mati
- Investasi Akhirat: Mendidik Anak Menjadi Tabungan Jariyah
- Pentingnya Mencari dan Menjaga Nafkah yang Halal
- Meneladani Rasulullah dalam Menyelesaikan Konflik
- The Power of Doa: Mengubah Takdir dengan Ketukan Langit
- Mensyukuri Nikmat Sehat Sebelum Datang Masa Sakit
- Mencintai Rasulullah Dengan Mengikuti Sunnahnya
- Istighfar, Pembuka Gembok Segala Permasalahan
- Membaca Al-Quran itu Disempatkan Bukan Ketika Sempat
- Self-Healing Terbaik: Menemukan Ketenangan Lewat Sujud
- Manajemen Marah: Meneladani Kekuatan Rasulullah dalam Menahan Diri
- Istidraj: Ketakutan Terbesar Saat Maksiat Berbalas Kesenangan
- Islam dan Kelestarian Alam: Tugas Manusia Sebagai Khalifah di Bumi
- Menghidupkan Masjid: Bukan Sekadar Membangun Fisik, Tapi Menghidupkan Jiwa
- Menjemput Keberkahan dengan Semangat Mujahadah
- Sakit dan Obat Hanya Allah yang Memegangnya

7 Contoh Kultum 1 Menit Berbagai Tema
Dalam artikel ini, juga ditampilkan beberapa contoh kultum singkat 1 menit yang disertai dalil. Contoh-contoh ini bisa dipakai sebagai referensi untuk menyampaikan kultum 1 menit yang menarik. Berikut adalah beberapa contoh judul dan teks kultum 1 menit yang dapat digunakan:
1. Contoh Kultum 1 Menit tentang Sabar
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.Saudara‑saudara semua, dalam kehidupan ini, kita dipenuhi dengan dinamika dan ujian. Sabar merupakan kunci agar hati kita tetap tenang dan langkah tetap lurus. Allah Ta’ala telah memerintahkan kita dala surat Al‑Baqarah ayat 153: “Hai orang‑orang yang beriman, mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang‑orang yang sabar”. Ayat ini mengingatkan kita bahwa sabar bukan pasif, melainkan sarana aktif memohon pertolongan Allah melalui keteguhan dan ibadah.
Praktik sabar sehari‑hari bisa dibagi tiga, yaitu sabar dalam ketaatan seperti konsisten shalat, dzikir, dan amal. Lalu ada sabar menjauhi maksiat seperti menahan hawa nafsu dan godaan. Serta yang terakhir adalah sabar menghadapi musibah dengan kita tabah, tawakal, dan terus berikhtiar. Sabar bukanlah sesuatu yang mudah, tetapi jika kita bisa untuk bersabar, maka kita akan mendapat banyak keutamaan seperti pahala yang berlimpah, mendapatkan kunci kebaikan, hingga dicintai oleh Allah Ta’ala.
Oleh karena itu, jangan pernah kita lelah untuk bersabar. Sekian, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
2. Contoh Kultum 1 Menit tentang Tawakkal
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.Saudara‑saudara semua, hari ini mari kita renungkan satu akhlak mulia yang Allah secara jelas perintahkan dalam Al-Quran, yaitu tawakkal. Allah Ta’ala memerintahkan sikap tawakkal setelah berikhtiar. Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 159 yang artinya: “Maka apabila kamu telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah menyukai orang‑orang yang bertawakkal.”. Ayat ini mengajarkan urutan kita dalam menginginkan sesuatu atau menyerahkan urusan kepada Allah. Pertama dengan azam atau tekad dan ikhtiar. Allah mememerintahkan kita untuk berusaha dan berbuat terlebih dahulu baru kemudian bertawakkal, atau penyerahan kepada Allah.
Tawakkal bukan berarti kita pasif dan serta merta menyerahkan segalanya kepada Allah. Tawakkal berarti berusaha sungguh‑sungguh lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah dengan penuh keyakinan.
Rasulullah ﷺ mengajarkan keseimbangan antara usaha dan tawakkal: beliau bersabda tentang pentingnya bertawakkal setelah berikhtiar, dan memberi contoh praktis seperti perumpamaan “ikatlah untamu lalu bertawakallah kepada Allah” yang mengajarkan bahwa tawakkal tidak menggantikan ikhtiar.
Demikianlah kultum yang dapat saya sampaikan, semoga Allah menjadikan kita semua orang-orang yang bertawakkal. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
3. Contoh Kultum 1 Menit tentang Qanaah
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.Teman-teman yang saya hormati, qanaah adalah sikap merasa puas, menerima, dan tidak terus menerus menginginkan lebih dari apa yang kita miliki. Qanaah dapat menenangkan hati, menghindarkan dari rasa iri, dan membuat hidup terasa lebih ringan karena kita menyambut ketetapan Allah dengan rasa syukur dan usaha yang sepatutnya.
Allah telah memberikan peringatan agar kita tidak terus menginginkan apa yang dimiliki orang lain dalam surat An-Nisa ayat 32 yang mengingatkan “Dan janganlah kamu berangan‑angan (iri hati) terhadap apa yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain…”. Ayat ini mengajarkan qanaah sebagai solusi untuk mengatasi keinginan yang tidak ada habisnya dan sebagai ungkapan syukur atas apa yang telah Allah berikan.
Menerapkan qanaah dalam kehidupan sehari-hari bisa dimulai dari hal-hal kecil seperti bersyukur atas rezeki yang kita terima, tidak membandingkan diri dengan orang lain, dan terus berusaha tanpa menyerah. Rasulullah ﷺ menjelaskan esensi qanaah melalui sabdanya yang sudah sering kita dengar: “Barang siapa yang merasa cukup (qana’ah), maka dia sebenarnya telah kaya. ”
Hadis ini mengingatkan kita bahwa kekayaan sejati adalah ketenangan jiwa, bukan sekadar harta yang melimpah. Dengan memiliki qanaah, kita belajar untuk memberi tanpa mengharapkan timbal balik dari dunia. Semoga kita dapat menjadi hamba-Nya yang selalu qanaah. Aamiin

4. Contoh Kultum 1 Menit untuk Selalu Berbuat Baik
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.Saudara‑saudara semua, hari ini mari kita renungkan kewajiban dan keutamaan selalu berbuat baik dalam kehidupan sehari‑hari. Allah memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada sesama dalam surat An-Nisa ayat 36 yang berarti “Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya; dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh…”.
Berbuat baik (ihsan/ma’ruf) bukan sekadar memberi materi tetapi berbuat baik berarti juga menolong, berkata lembut, menepati janji, memaafkan, dan menjaga hak orang lain. Kebaikan kecil yang dilakukan secara konsisten membentuk masyarakat yang harmonis dan mencerminkan iman yang hidup.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa menunjukkan kepada kebaikan maka baginya pahala seperti orang yang melakukannya” (HR. Muslim). Hadits ini mendorong kita untuk mengajak orang lain berbuat baik karena pahalanya berlipat.
Marilah kita jadikan berbuat baik sebagai gaya hidup. Setiap hari satu kebaikan nyata, sekecil apapun kebaikan itu sebagai sarana latihan untuk meningkatkan iman. Semoga Allah menerima semua amal ibadah kita. Aamiin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
5. Contoh Kultum 1 Menit untuk Selalu Mencari Ridho Allah
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.Saudara‑saudara seiman semua, hari ini kita renungkan satu tujuan utama ibadah yaitu mencari ridha Allah Ta’ala. Dengan arti lain yaitu kerelaan dan keridhaan Allah atas diri kita dan semua amal ibadah kita. Allah mengingatkan pentingnya ridha dalam sikap hati orang beriman.
Sebagai pengingat, Allah berfirman tentang sikap menerima pemberian dan ridha dalam surat At-Taubah ayat 59 yang artinya “Seandainya mereka benar‑benar ridha dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Allah dan Rasul‑Nya, dan berkata: ‘Cukuplah Allah bagi kami; Allah akan memberi kepada kami dari karunia‑Nya dan Rasul‑Nya; sesungguhnya kami hanya kembali kepada Allah’”. Ayat ini mengajarkan bahwa ridha adalah sikap menerima dengan penuh keimanan dan menempatkan Allah sebagai tempat bergantung. Mencari ridha Allah dimulai dari niat.
Setiap amal harus diniatkan untuk Allah semata. Setelah niat, lakukan ikhtiar atau suatu usaha nyata. Setelah itu, kita bertawakkal, kita serahkan semua hasilnya kepada Allah dengan ikhlas. Mengharap ridha Allah bukan sekadar perbuatan pasif. Ia tercermin dalam tindakan, niat, dan juga tujuan kita seperti memberi kepada yang membutuhkan, menepati janji, berkata jujur, dan menjaga adab dalam berinteraksi.
Itu semua kita lakukan dengan mengharap ridha Allah semata agar ibadah kita diterima oleh Yang Maha Kaya. Semoga kita semua selalu beribadah dengan mengharap ridha-Nya. Aamiin.
6. Contoh Kultum 1 Menit untuk Selalu Beristighfar
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.Saudara‑saudara seiman, hari ini kita akan membahas satu amalan sederhana namun agung, yaitu istighfar. Sebuah amalan untuk memohon ampun kepada Allah dengan sungguh‑sungguh.
Rasulullah ﷺ memberi teladan dalam beristighfar: beliau bersabda dan diriwayatkan bahwa beliau berkata, “Demi Allah, aku meminta ampun kepada Allah dan bertaubat kepada‑Nya lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari” (HR. Bukhari). Ini menunjukkan betapa pentingnya istighfar bahkan bagi Nabi yang telah diampuni dosanya.
Allah Ta’ala menegaskan bahwa beristighfar dapat membawa rahmat dan kelapangan. Contohnya adalah ketika Nabi Nuh menyeru kepada kaumnya, beliau berkata, “Maka aku berkata: ‘Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu; sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat kepadamu, dan memperbanyak harta dan anak‑anakmu, dan menjadikan bagimu kebun‑kebun dan menjadikan bagimu sungai‑sungai’” (QS. Nuh:10–12). Ayat ini memperlihatkan hubungan langsung antara istighfar dan kebaikan dunia‑akhirat.
Istighfar merupakan satu amalan yang sangat mudah, tetapi memiliki manfaat yang sangat besar. Amalan ini dapat dilakukan dan diucapkan di mana saja, kapan saja, dan pada saat apa saja. Dengan beristghfar, kita senantiasa meminta ampunan kepada Allah Ta’ala atas segala dosa yang telah kita perbuat.
Istighfar bisa menjadi perantara seseorang untuk memperbaiki hidupnya dan mendekatkan dirinya ke surga Allah Ta’ala. Semoga kita semua senantiasa membasahi lisan kita dengan ucapan istighfar. Aamiin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
7. Contoh Kultum 1 Menit untuk Selalu Bersyukur
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.Saudara-saudaraku yang seiman, kita perlu menyadari bahwa rasa syukur adalah sikap hati yang dapat mengubah nikmat menjadi keberkahan. Allah berfirman yang artinya: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.” (QS. Ibrahim:7). Ayat ini menegaskan prinsip ilahi bahwa bersyukur membawa pada penambahan nikmat.
Allah juga memerintahkan kita untuk selalu ingat dan bersyukur kepada-Nya dalam surat Al Baqarah ayat 152:“Maka ingatlah kepada‑Ku, niscaya Aku ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada‑Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)‑Ku” Dari sini kita dapat melihat bahwa dzikir dan syukur saling berkaitan. Mengingat Allah akan menumbuhkan rasa syukur, dan syukur memperkuat ikatan kita dengan Sang Pencipta. Selain itu, bersyukur merupakan salah satu cara untuk mengingat Allah dan juga untuk menjauhkan kita dari kemarahan-Nya.
Rasulullah ﷺ menjadi contoh dalam perilaku bersyukur. beliau mengajarkan kata-kata dan tindakan yang mencerminkan rasa terima kasih baik kepada Allah maupun kepada sesama. Mengapresiasi orang lain merupakan bagian dari iman, sebab sikap terima kasih memperkuat hubungan sosial dan menumbuhkan rasa saling membantu. Ingatlah janji Allah, bahwa syukur membuka jalan untuk bertambahnya nikmat. Jangan biarkan nikmat mengakibatkan kita lupa kepada Yang Maha Pemberi Rezeki. Semoga Allah menjadikan kita hamba-Nya yang selalu bersyukur.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Demikianlah beberapa contoh judul dan juga teks kultum yang bisa dijadikan referensi. Teks ini juga dapat digunakan untuk anak SD yang ingin belajar untuk berkhutbah. Semoga bermanfaat.
Jika anda suka dengan artikel seperti ini, silakan klik tautan di sebelah ini: Link Kumpulan Artikel Kultum
Penulis: M Rifqi Rafly Ramadhan
Editor: Lucia Dianawuri
Masuk tirto.id




































