tirto.id - Sekolah unggulan MH Thamrin, Ciracas, Jakarta Timur, menjadi salah satu dari 12 sekolah yang bertransformasi menjadi Sekolah Garuda. Dalam satu sekolah ini terdapat 528 siswa yang terdiri atas delapan kelas untuk setiap jenjangnya.
Seorang perwakilan murid kelas 10 bernama Ikrima Alya mengungkap bahwa dirinya bisa lolos seleksi masuk Sekolah Garuda MH Thamrin melalui jalur prestasi setelah memenangkan medali perak bidang Sosial Humaniora. Dia mengaku mengetahui sekolah ini dari kakak kelasnya.
Alya mengemukakan, dirinya menikmati pembelajaran kurikulum Cambridge yang diterapkan dalam sekolah tersebut. Dia mengaku bahwa dirinya memang ingin menempuh pendidikan selanjutnya di perguruan tinggi luar negeri dan menjadikan kurikulum di sekolah ini sebagai modal awal.
"Kalau kita ke PT LN uji validitas nilainya itu menggunakan nilai Cambridge. Jadi di sini benar-benar difasilitasi secara penuh dan dibimbing secara maksimal. Jadi, proses kami tuh satu langkah lebih dari kurikulum biasa," ucap Alya saat ditemui di Sekolah Garuda MH Thamrin, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (8/10/2025).
Sementara itu, teman sekelas Alya yang bernama Agna Radia Samodro mengaku menikmati sekolah di Sekolah Garuda karena kehidupan asrama. Ia mengaku, para siswa diajarkan disiplin mulai dari salat subuh pukul 04.00 WIB hingga kembali tidur pukul 20.00 WIB.
Agna mengungkap, sekolah di MH Thamrin tak hanya memberikan materi pembelajaran dengan beragam pengalaman, tetapi juga ilmu agama dan kegiatan fisik yang sangat menyenangkan. Dia pun mengaku, di akhir pekan tetap diisi kelas persiapan olimpiade yang tetap bisa dinikmatinya.
"Kami kebetulan juga Peas (pengurus asrama) yang kebetulan suka mengisi acara-acara di Sabtu dan Minggu. Jadi di Sabtu ini kami ada kelas olimpiade dari pagi sampai jam 12 dan awalnya sebelum kami kelas olimpiade pasti ada yang namanya kegiatan pagi, absen pagi Itu nanti kami berbaris setiap asrama putra dan puteri Untuk mengabsensi siapa yang istilahnya pulang, sakit, atau izin gitu," ungkap Agna.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, pun menjelaskan mengenai transformasi yang dilakukan kepada sekolah unggulan MH Thamrin ini. Ia menekankan, Kemendiktisaintek membina proses transfromasi sekolah unggulan MH Thamrin menjadi Sekolah Garuda.
"Kami tinggal menambahkan nanti penyiapan bagaimana agar adik-adik siswa yang akan lulus itu memiliki kesiapan, mengetahui wawasan bagaimana untuk berkompetisi menuju perguruan tinggi-perguruan tinggi top dunia. Jadi lebih ke arah sana," ucap Brian.
Secara keseluruhan, kata Brian, hingga saat ini sudah ada 16 Sekolah Garuda yang berjalan. Ia menargetkan, tahun depan ada 30 Sekolah Garuda lainnya yang kembali beroperasi.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id
































