Menuju konten utama

Cerita Calon Petugas Haji usai Seminggu Dilatih Semi-Militer

Latihan PBB diharapkan membuat para petugas haji lebih disiplin, karena PBB memiliki makna atau pelajaran kekompakan, kebersamaan.

Cerita Calon Petugas Haji usai Seminggu Dilatih Semi-Militer
Suasana latihan baris-berbaris dalam rangkaian Diklat PPIH Arab Saudi 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. tirto.id/Abdul Aziz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pendidikan dan pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 telah masuk hari ke-8. Peserta diklat tidak hanya dibekali berbagai materi tugas dan fungsi (tusi) sebagai petugas, tetapi juga dilatih kedisiplinan lewat metode baris-berbaris atau PBB.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memang menerapkan pelatihan semi-militer bagi petugas haji tahun ini. Sebab, selain mampu menjalankan tupoksinya, petugas haji harus memiliki fisik yang bugar serta soliditas tim yang kuat.

Salah satu instruktur yang juga Komandan Kompi B Diklat PPIH 2026, Mayor Marinir Rofiq, mengatakan, latihan PBB diharapkan membuat para petugas haji lebih disiplin, karena PBB memiliki makna atau pelajaran kekompakan, kebersamaan.

Menurut dia, dalam PBB tidak ada orang bergerak sendiri-sendiri, tentu selalu kompak, selalu bersama-sama sesuai komando dari pimpinannya.

"Nanti ketika di Arab Saudi, dia pun bekerja selayaknya seorang PBB, dia akan selalu mendengarkan dan melaksanakan perintah dari pimpinannya dan bekerja bukan maunya sendiri-sendiri, namun bekerja untuk kebersamaan untuk mencapai hasil yg lebih maksimal sehingga memberikan pelayanan terhadap jemaah haji dengan baik dan hasil yang baik," kata dia di lokasi pelatihan, Selasa (12/1/2026).

Testimoni Peserta Diklat PPIH

Bagus Zeny, salah satu peserta asal Demak, Jawa Tengah, mengatakan, pelatihan semi-militer yang diterapkan justru membuat peserta didik semakin disiplin dan militan. Hal ini, kata dia, sangat cocok bagi calon petugas haji agar lebih maksimal dalam melayani dhuyufurrahman.

Selama seminggu belajar PBB, Bagus mengaku semakin percaya diri serta menumbuhkan semangat yang kuat demi mencapai tujuan tim. Sebab, kerja PPIH adalah kerja tim, butuh kekompakan, serta komitmen yang tinggi.

"Menumbuhkan semangat kebersamaan yang kuat," kata Bagus terkait latihan PBB pada pekan pertama Diklat PPIH 2026.

Hal senada diungkapkan Eky Hendriawan, peserta diklat asal Bengkulu. Ia mengaku,

banyak hal positif yang bisa diambil dari latihan semi-militer ini. Menurut dia, PBB bisa memberikan kedisiplinan dalam diri kita karena harus mendengarkan komando dari komandan.

"Ada rasa malu, ada rasa ingin memperbaiki diri kalau kita salah melakukan gerakan," kata Eky menambahkan.

Latihan PBB ini, kata Eky, dapat menumbuhkan sikap kedisiplinan yang kuat, serta saling peduli dalam tim. Hal ini tentu akan sangat bermanfaat sebagai bekal petugas haji dalam memberikan pelayanan yang optimal terhadap jemaah.

Di sisi lain, Iif M Arif, peserta Diklat PPIH asal Kuningan, Jawa Barat, mengaku sangat senang dengan pelatihan semi-militer ini. "Saya mendapatkan banyak prinsip dari yel-yel yang diberikan TNI untuk para petugas," kata dia.

Iif mencontohkan lagu gembira yang salah satu liriknya berbunyi "gembira-gembira, tugas itu gembira. Gembira-gembira, PPIH itu gembira."

"Ini maknanya dalam sekali mengambil dari esensi sifat orang-orang saleh dan para wali yang notabene mereka adalah petugas baginda Nabi," kata alumni Al Azhar Kairo, Mesir ini.

Menurut Iip, lirik tersebut adalah kata perintah yang hakikatnya menanamkan prinsip cita-cita mulia menjadi kekasih Allah, walaupun kita sadar masih jauh panggang daripada api.

"Itu adalah prinsip modal yang sangat dibutuhkan pertama kali oleh siapapun yang memiliki tujuan mulia, apalagi menjadi seorang petugas," kata dia.

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan, diklat semi-militer telah menunjukkan hasil berupa kedisiplinan dan kegembiraan bagi peserta.

Ia mengaku mendapat banyak testimoni dari peserta. Menut Dahnil, awalnya banyak yang mencibir, bahkan semua peserta juga rata-rata mencibir.

"Ini militerisme, semi-militer, ngapain sih ini Kementerian Haji dan Umrah? Tapi kemudian faktanya setelah satu minggu mereka lalui, mereka dapat kegembiraan," kata Dahnil usai kegiatan Fun Walk bersama PPIH di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (17/1/2026).

Menurut Dahnil, bayangan yang menakutkan akan diklat semi-militer yang seolah menyeramkan, gagal ditemukan oleh peserta. Peserta diklat justru menemukan kekompakkan selama mengikuti pelatihan.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Andrian Pratama Taher