tirto.id - Pemerintah resmi memperluas jangkauan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026 dengan menambah layanan skrining tuberkulosis (TBC), penelusuran riwayat imunisasi, hingga pemeriksaan penyakit kulit. Perluasan layanan ini bertujuan untuk memperkuat deteksi dini dan memastikan tata laksana kesehatan masyarakat pasca-pemeriksaan berjalan lebih optimal.
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengatakan pemerintah memperluas cakupan program dengan menambahkan skrining tuberkulosis (TBC), penelusuran riwayat imunisasi, serta pemeriksaan sejumlah penyakit kulit. Perluasan ini, ditujukan untuk memperkuat deteksi dini dan tindak lanjut kesehatan masyarakat.
"Layanannya lebih lengkap, jadi ada tambahan-tambahan layanan baru dan kita semakin bisa memperkuat tata laksana pasca cek kesehatan gratis," ujar Pratikno usai meninjau CKG di Puskesmas Cilandak, Selasa (1/2/2026).
Dia juga mengimbau agar masyarakat segera melaksanakan kembali cek kesehatan gratis sebagai bentuk mendeteksi dini penyakit.
Sementara itu, Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Lucia Rizka Andalusia, mengatakan penambahan layanan tersebut menyesuaikan dengan pola penyakit yang ditemukan selama pelaksanaan CKG sebelumnya.
Terlebih, CKG Juga tak perlu dilakukan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) saja, tetapi bisa di tempat masyarakat biasa beraktivitas.
"Bisa di tempat kerja, sekolah udah pasti ya, kemudian tempat-tempat organisasi berkumpul dan sebagainya itu bisa dilakukan CKG. Jadi lebih mudah dan gratis gitu," kata Lucia.
Lucia menuturkan bahwa pemerintah menargetkan CKG 2026 menjangkau hingga 130–136 juta penerima manfaat yang hampir dua kali lipat dibandingkan capaian sebelumnya yang telah melayani lebih dari 70 juta warga.
"Sekarang kapan saja. Kemudian kalau dulu hanya di Puskesmas, sekarang kita bisa di tempat warga beraktivitas gitu," katanya.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id































