Cara Menghilangkan Jerawat Menurut Dokter Arthur Spesialis Kulit

Oleh: Nur Hidayah Perwitasari - 30 Agustus 2019
Dibaca Normal 2 menit
Untuk mengatasi jerawat meradang menurut Arthur bisa diatasi dengan produk yang mengandung tea tree oil karena tea tree oil bisa mengurangi jumlah kuman dan mengurangi peradangan.
tirto.id - Cara menghilangkan jerawat atau bekas jerawat menjadi satu permasalahan tersendiri bagi perempuan maupun pria. Jerawat biasanya paling banyak juga terjadi pada remaja dan dewasa muda.

Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin Arthur S. Simon untuk mengobatinya harus menghilangkan sel kulit mati atau sumbatan yang ada dipori-pori kulit wajah.

"Satu contohnya sumbatan atau kulit mati yang dia tidak lepas sempurna sehingga dia menumpuk bisa menggunakan produk bebas itu contohnya produk yang mengandung salisil. Itu merupakan obat bebas yang bisa dibeli tanpa menggunakan resep dokter fungsinya untuk membantu menyempurnakan pengangkatan kulit matinya supaya bisa mengurangi sumbatan," ujar Arthur.

Selain itu cuci muka juga bisa membantu untuk mengangkat kulit mati. Namun terkadang justru bisa mengakibatkan masalah baru sebab menurut Arthur biasanya banyak yang mencoba untuk mengangkat kulit mati semaksimal mungkin dengan cara digosok-gosok menggunakan scrub yang justru bisa menyebabkan iritasi.

"Nah kalau cuci muka ini selain dia juga bisa mengangkat kulit mati dia juga bisa menghilangkan minyak di wajah untuk sementara. Nah ini kalau dengan cuci muka minyaknya berkurang jadi sumbatannya membaik, minyaknya berkurang jadi dengan sendirinya kuman tidak bisa tumbuh terlalu cepat," ujar Arthur.

Arthur juga mengatakan, sementara untuk jerawat yang meradang bisa diatasi dengan produk yang mengandung tea tree oil karena tea tree oil ini bisa mengurangi jumlah kuman dan mengurangi peradangan.

Namun untuk produk ini tentunya mempunyai keterbatasan sehingga jika dirasa belum membaik Arthur menyarankan sebaiknya dibawa ke dokter.

"Terutama untuk jerawat yang meradang dia bisa meninggalkan bekas yang mana menghilangkan bekasnya itu lebih sulit dari pada menghilangkan jerawatnya," kata Arthur.

Selain beragam produk untuk menghilangkan jerawat, Arthur juga mengatakan bahwa perubahan gaya hidup juga bisa membantu mengurangi jerawat.

"Mengurangi rokok karena rokok itu menyebabkan kulit kita jadi banyak sel mati jadi lebih kusam. Misalnya kalau orang yang merokok itu juga bisa menyebabkan sumbatan selain itu asap rokok juga merusak fondasi kulit sehingga ketika sembuh dari jerawat bekasnya justru lebih jelek jadi mengurangi rokok itu bisa membantu," ujar Arthur.

Sementara terkait konsumsi makanan, menurut Arthur berdasarkan studi penelitian sebenarnya tidak ada makanan yang secara signifikan berpengaruh terhadap jerawat.

"Apakah ada makanan tertentu yang bisa dihindari untuk mengurangi jerawat? Kalau misalnya kayak kacang, coklat itu secara studi penelitian tidak mempengaruhi timbulnya jerawat karena ketika di coba makan kacang ya baik-baik aja kok, ada yang makan coklat ya jerawatan tapi kakaknya enggak papa jadi itu memang perindividu," kata Arthur.

Namun menurutnya jika memang dirasa ada makanan tertentu yang setiap kali kita makan justru mengakibatkan jerawat maka lebih baik dihindari.

"Kalau secara penelitian yang mempunyai bukti kuat bahwa itu berpengaruh terhadap timbulnya jerawat adalah makanan yang manis malahan, bukan coklatnya yang masalah tapi malah gulanya yang bermasalah, jadi mengurangi gula itu juga bisa membantu untuk memperbaiki jerwatanya," ujar Arthur.

Arthur menambahkan, untuk mengurangi jerawat selain beberapa faktor tersebut, istirahat yang cukup, tidur yang cukup, dan tidak tidur terlalu malam, serta mengurangi stres juga menjadi hal yang harus diperhatikan.

Sebab kurang tidur dan stres dapat mempengaruhi hormon.

"Hormon tadi mempengaruhi minyak, minyak tadi itu makannnya si kuman untuk tumbuh lebih banyak," ujarnya.

Arthur juga menjelaskan, sebetulnya jerawat adalah kondisi kulit yang muaranya dari kelenjar minyak tersumbat kemudian akhirnya terjadi peradangan.

"Jadi sebenarnya definisi jerawat adalah suatu peradangan pada kelenjar minyak dan salurannya," kata Arthur.

Sementara penyebab jerawat menurut Arthur seperti reaksi berantai dalam tubuh kita.

"Penyebab jerawat ini seperti kita ketahui bahwa sel kulit tubuh kita itu kan selalu berganti, dia setiap 30 hari sel-selnya itu mati dan juga terbentuk yang baru nah masalahnya kadang-kadang sel kulit yang mati ini tidak copot sempurna jadi akhirnya dia tidak lepas dan malah menyumbat kelenjar minyak," ujar Arthur.

Selain karena faktor sel kulit mati, penyebab jerawat lainnya adalah faktor hormon.

"Ini juga bisa menjawab kenapa sih jerawat ini munculnya setelah remaja atau pada saat puber, karena ketika masih anak-anak ataupun belum puber kelenjar minyak itu belum aktif jadi produksi minyak belum banyak," kata Arthur.

Arthur menjelaskan ketika hormon androgen ini aktif yaitu ketika puber, maka akan merangsang kelenjar minyak untuk menghasilkan minyak.

"Jadinya kulit anak-anak yang kering itu akhirnya jadi berminyak, dua faktor ini yaitu sumbatan dan juga produksi minyak yang berlebihan ini membuat kondisi yang sangat disukai oleh bakteri penyebab jerawat. Jadi bakteri penyebab jerawat dengan kondisi ini dia bisa beranak pinak dengan banyak kalau dia beranak pinak banyak, akhirnya terjadi peradangan jadilah suatu jerawat yang bernanah," pungkas Arthur.


Baca juga artikel terkait MASALAH JERAWAT atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH
DarkLight