Cara Mengatasi Stres Saat Kembali Kerja di Kantor Usai Lama WFH

Kontributor: Syafira Aulia Arsani - 8 Jun 2022 11:00 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Karyawan yang mengalami dampak negatif pada kesehatan mental akan 5 kali lipat mempengaruhi penurunan produktivitas dalam bekerja dan tanggung jawab.
tirto.id - Penurunan angka kasus COVID-19 di tanah air kini terlihat sangat signifikan. Hal ini lantas membuat pemerintah melonggarkan kebijakan terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM.

Adanya pelonggaran kebijakan membuat beberapa sektor kerja kembali meminta para karyawannya untuk bekerja dari kantor atau Work From Office (WFO). Rutinitas baru tersebut tentunya akan memicu tantangan kesehatan mental bagi sebagian orang.

Melansir dari sebuah studi temuan McKinsey, menyatakan bahwa 1 dari 3 karyawan perusahaan akan merasakan dampak negatif pada kesehatan mental mereka seperti cemas, stres bahkan depresi ketika kembali bekerja di kantor.

Karyawan yang mengalami dampak negatif pada kesehatan mental akan 5 kali lipat mempengaruhi penurunan produktivitas dalam bekerja dan tanggung jawab. Dengan ini, maka penting bagi para karyawan untuk menjaga kesehatan baik secara fisik maupun mental agar dapat berkontribusi pada perusahaan secara maksimal.

Melasir dari Healthline, berikut beberapa tips menjaga kesehatan mental atau mengatasi stres saat harus kembali kerja di kantor usai lama WFH,

1. Validasi rasa cemas

Perasaan cemas cenderung lebih parah ketika kita menolaknya. Menurut seorang psikolog, Naomi Torres Mackie, dengan menerima dan mengakui perasaan tersebut dapat membantu untuk memproses perasaan menjadi netral kembali.

Nathalie Christine Dattilo, PhD, seorang psikolog kesehatan klinis juga sepakat dengan pernyataan tersebut karena ketika kita mengalami masa yang sulit dan menerima hal itu dengan anggapan bahwa tak hanya kita yang mengalami, hal tersebut akan mengurangi intensitas dan frekuensi dari perasaan cemas yang dialami.

Saat pikiran diliputi dengan pertanyaan-pertanyaan yang dapat memunculkan rasa cemas seperti “Seharusnya tidak sesulit ini?”, “Mengapa orang lain tampak baik-baik saja?” atau “Ada apa denganku”, maka kita bisa membentuk pikiran dengan pernyataan berikut ini :

• Saya harap pekerjaan ini akan lebih mudah, akan tetapi untuk saat ini saya perlu lebih berjuang untuk menyelesaikan pekerjaan ini.

• Dalam diri saya tidak ada yang salah karena hal tersebut normal terjadi.

• Meski orang lain terlihat lebih baik, namun saya tidak mengetahui bagaimana perjuangan dan perasaan yang sedang dialaminya.

2. Tetapkan jadwal rutin ketika di kantor.

Saat kembali bekerja di kantor kita harus mengatur segala kegiatan yang dilakukan secara konsisten.

Upaya tersebut dapat diawali ketika kita memutuskan jam berapa kita harus sudah tiba di kantor lalu merencanakan kegiatan apa yang harus dilakukan hari ini.

Rutinitas yang teratur ini dapat membantu meminimalisir stres dan membuat transisi di kantor terasa lebih mudah.

3. Menyusun Daftar Tugas

Dalam menyusun daftar tugas, kita dapat meluangkan waktu setelah bangun tidur di pagi hari atau sebelum persiapan untuk berangkat ke kantor.

Dengan membuat daftar tugas beserta tenggat waktunya dapat memotivasi diri kita untuk meraih goals pada hari itu.

“Keteraturan dalam mengerjakan kegiatan dapat membantu mengurangi perasaan stres dan kewalahan pada periode transisi atau penyesuaian. Hal tersebut juga dapat membantu kita untuk memprioritaskan waktu," ujar Nathalie Datillo.

4. Melatih Fisik dengan Olahraga

Naomi Torres Mackie sebagai psikolog menyarankan untuk melakukan penjadwalan aktivitas fisik ringan tiap harinya guna menghilangkan stres dan menyegarkan otak ketika lelah bekerja.

“Untuk mengistirahatkan pikiran dari padatnya pekerjaan dengan cara menggerakkan tubuh selama beberapa menit, dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan fokus dalam bekerja” tegasanya.

Aktivitas olahraga ringan ini dapat dilakukan ketika pagi hari sebelum melakukan kegiatan bekerja dan di malam hari setelah mengakhiri pekerjaan, hal ini juga berguna untuk melepaskan hormon endorfin yang dapat memberi energi positif.

5. Beri Waktu untuk Menyesuaikan Diri

Merasakan perasaan nyaman dengan hal yang sudah lama tidak dialami seperti perjalanan panjang menuju kantor, kemacetan lalu lintas dan rekan kerja yang cerewet tentunya membutuhkan waktu yang lama.

Psikolog Nathalie Datillo, menganjurkan untuk menyesuaikan diri secara perlahan-lahan dengan lingkungan yang sudah lama tidak ditemui salah satunya dengan cara berinteraksi kembali bersama rekan kerja untuk membiasakan diri dan membangkitkan semangat.

6. Cari Bantuan Professional

Jika lima tips di atas tidak dapat membantu untuk menghilangkan rasa stres ketika kembali bekerja di kantor. Upaya terakhir yang bisa dilakukan yaitu berbicara dengan ahli baik itu psikolog atau orang-orang terdekat.

Jangan pernah ragu untuk mencari dukungan dan energi positif yang diperlukan untuk tubuh dan otak guna meringankan rasa stres yang sedang dialami.


Baca juga artikel terkait LIFESTYLE atau tulisan menarik lainnya Syafira Aulia Arsani
(tirto.id - Gaya Hidup)

Kontributor: Syafira Aulia Arsani
Penulis: Syafira Aulia Arsani
Editor: Nur Hidayah Perwitasari

DarkLight