Menuju konten utama

Cak Imin Dorong Land Reform Jadi Agenda Sejahterakan Petani

Distribusi tanah kepada para petani ini akan menjadi agenda pokok dari Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia (Gerbang Tani).

Cak Imin Dorong Land Reform Jadi Agenda Sejahterakan Petani
Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyampaikan paparan materi saat menghadiri dialog terbuka dan kuliah umum di Universitas Islam Negeri Walisongo, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (19/6/2025). Kegiatan yang diikuti puluhan akademisi dan mahasiswa tersebut mengangkat tema tentang Membangun Ekosistem Pemberdayaan Masyarakat Desa: Kolaborasi Pemerintah, Akademisi dan Pesantren Menuju Nol Kemiskinan yang diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/nz

tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, mendorong program land reform atau pembagian tanah sebagai agenda pokok untuk mensejahterakan petani Indonesia. Hal ini disampaikannya dalam rangka menyambut Hari Tani Nasional (HTN) 2025.

Cak Imin mengatakan bahwa, distribusi tanah kepada para petani ini akan menjadi agenda pokok dari Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia (Gerbang Tani) bersama pemerintah.

"Gerakan Tani ini agenda yang paling pokok, land reform, pembagian tanah untuk petani. Yang tanahnya kebanyakan dibagi kepada yang nggak punya tanah, itu land reform," katanya saat membuka pasar murah di Rusunawa Pasar Rebo, Jakarta, Senin (22/9/2025).

Ia menyatakan, tanah menjadi jantung bagi sektor pertanian. Karena itu, ia memohon kepada Presiden Prabowo Subianto dan seluruh elemen untuk serius memberikan lahan garapan yang cukup bagi para petani nasional.

“Karena di situ menjadi fondasi petani berproduksi. Ibaratnya, kailnya itu ya, ya tanah itu. Tanah bagi Gerbang Tani, bagi saya, bagi seluruh bangsa ini, adalah kebutuhan pokok dari para petani untuk mulai berproduksi," tegasnya.

Selain land reform, Cak Imin menyebut dua prioritas lainnya adalah memastikan ketersediaan infrastruktur, pupuk, bibit, dan irigasi, serta membuka akses pemasaran yang luas bagi hasil pertanian.

Ia juga memuji komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor pertanian. "Alhamdulillah Pak Prabowo ini Presiden yang sangat mengerti apa yang menjadi kebutuhan petani kita. Dan betul-betul menurut saya, Presiden paling perhatian kepada petani itu Pak Prabowo," ujarnya.

Mengenai target spesifik, Cak Imin menyatakan bahwa petani idealnya menguasai lahan minimal 2 hektare untuk memenuhi skala produksi yang layak. Saat ini, rata-rata kepemilikan lahan petani Indonesia masih sangat kecil.

"Para petani kita rata-rata petani gurem, itu rata-rata 0,5 hektar. Nah, minimal berapa? Minimal kalau bisa petani itu 2 hektare. Supaya apa? Supaya produksinya terpenuhi. 2 hektare ini menjadi targetnya," jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Cak Imin mengajak kaum muda untuk tidak ragu terjun ke sektor pertanian, dengan keyakinan bahwa masa kejayaan pertanian akan segera kembali.

“Kita juga harapkan ini terus semangat kaum muda untuk menjadi petani. Don't worry, semua pekerjaan itu mengalami masa decline. Nah, kali ini pertanian akan mengalami masa naik. Jangan lupa, ayo kembali, kaya dari pertanian ini,” ucapnya.

Baca juga artikel terkait CAK IMIN atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra