tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, mengungkapkan alasan Presiden Prabowo Subianto memberinya pesan terkait merapatkan barisan di dalam Kabinet Merah Putih.
Cak Imin mengatakan hal itu dilakukan demi menghadapi tantangan global yang menurutnya saat ini semakin menantang.
"Ya pastilah, kita menyolidkan supaya menghadapi tantangan global, menghadapi kebutuhan ekonomi nasional. Ini percepatan harus merapatkan barisan," kata sosok yang akrab disapa Cak Imin di Gedung Nusantara IV, Kompleks MPR/DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (23/4/2025).
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu membantah jika pesan merapatkan barisan itu berkaitan dengan kepentingan politik elektoral untuk Pemilu 2029 mendatang. Dia menyebut ajang kontestasi pemilu masih jauh dan saat ini dirinya masih ingin fokus bekerja.
"Wah, masih jauh, masih jauh, pemilu masih jauh," kata Cak Imin.
Dia juga mengakui bahwa saat ini kondisi Indonesia sedang tidak baik. Cak Imin menyebut hal itu sebagai dampak global yang tidak hanya dialami oleh Indonesia, namun juga negara lain.
"Ya bukan hanya Indonesia, seluruh dunia tidak baik-baik saja. Seluruh dunia sedang ada perang ekonomi yang tentu kita tidak usah panik, tidak usah khawatir," kata dia.
Menurutnya, keadaan global yang sedang tidak baik tersebut harus dijadikan momentum agar Indonesia menjadi lebih kuat. Dia ingin agar Indonesia bisa menjadi negara mandiri dan menopang dengan kekuatan dalam negeri.
"Mari kita jadikan ini sebagai momentum kita mandiri. Pokoknya tidak ada jalan lain kecuali tumbuh kuat, kokoh dari tanah kita sendiri," kata dia.
Sebelumnya, Cak Imin menuturkan jika sempat dihubungi Prabowo saat menggelar halalbihalal di rumah dinasnya, di Jakarta Selatan, Minggu (20/4/2025). Dalam telepon tersebut, Prabowo mendorong para menteri di kabinetnya untuk saling merapatkan barisan.
“Tadi Presiden juga menelepon saya, menyampaikan selamat halalbihalal hari ini dan meminta kepada sesama menteri untuk terus merapatkan barisan,” kata Cak Imin dikutip dari Antara.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id
































