Menuju konten utama

BRIN Ungkap Masih Banyak Masyarakat Ditemukan Kekurangan Nutrisi

Temuan itu berdasarkan catatan Kemenkes, yang menyatakan masyarakat yang mengalami malanutrisi banyak ditemukan di Indonesia bagian timur.

BRIN Ungkap Masih Banyak Masyarakat Ditemukan Kekurangan Nutrisi
Ilustrasi BRIN. wikimedia commons/domain publik

tirto.id - Peneliti Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler (PR EPS) BRIN, Adhitya Marendra Kiloes, menyebutkan masih ditemukan masyarakat yang mengalami kekurangan nutrisi (malanutrisi) di tanah air.

Menurut dia, temuan terkait malanutrisi itu merupakan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Berdasarkan catatan Kemenkes, masyarakat yang mengalami malnutrisi banyak ditemukan di Indonesia bagian timur.

"Masih ada [masyarakat yang mengalami malnutrisi]. Kemenkes ada survei terkait itu, malanutrisi," ucapnya di Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).

"Masih banyak, kebanyakan (masyarakat kawasan-kawasan yang mengalami itu [malanutrisi] di Indonesia bagian timur," lanjut dia.

Adhitya menyebutkan mikro nutrisi menjadi hal penting untuk masyarakat karena efek samping yang ditimbulkan dari kekurangan nutrisi tidak terjadi dalam waktu singkat. Misalnya, seorang anak mengalami stunting atau seorang anak mengalami pertumbuhan otak yang lebih lambat.

Oleh karena itu, Adhitya merekomendasikan Pemerintah Pusat agar menangani persoalan kebutuhan nutrisi secara holistik. Setiap kementerian diminta tidak egois bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.

"Jangan berpikir sendiri-sendiri. Kayak misalkan saya orang pertanian, saya hanya memperhatikan produksi. Enggak, enggak seperti itu," ucapnya.

"Kita harus juga memperhatikan bagaimana pascaproduksi, pemasaran, dan lain-lain. Karena semua itu, sistem pangan itu, itu adalah satu sistem. Sistem yang kompleks," lanjut dia.

Adhitya mencontohkan, hasil perkebunan ditentukan oleh berbagai macam faktor sebelum dapat dipanen. Misalnya, cuaca buruk serta pupuk tidak berkualitas.

Dalam kasus tersebut, pemerintah disebut juga harus mencari solusi atas cuaca buruk serta pupuk berkualitas. Dengan demikian, hasil perkebunan dapat memenuhi nutrisi masyarakat.

"Kita jarang memikirkan, oh ternyata makanan bergizi, bahkan makanan bernutrisi, itu diperolehnya kan dari produksi. Produksi, kan, dari on farm, dari petani. Nah, petani kalau ternyata cuaca jelek, kalau ternyata enggak ada pupuk, kalau ternyata hama tinggi, kan enggak bisa memproduksi makanan yang bergizi gitu. Nah, itu kita harus mikir holistik," urai Adhitya.

Baca juga artikel terkait BRIN atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama