Menuju konten utama

BNPB Perbaiki Komunikasi Usai Padamkan Karhutla Pakai Air Kolam

Langkah pengambilan air kolam terpaksa dilakukan demi mempercepat penanganan dan memadamkan kobaran api yang membakar lahan.

BNPB Perbaiki Komunikasi Usai Padamkan Karhutla Pakai Air Kolam
Petugas Manggala Agni Daops Kota Jambi berkemas usai memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Sabtu (29/8/2026). ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merespons kekhawatiran masyarakat terkait penggunaan air dari kolam budidaya milik warga untuk operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lewat udara (waterbombing).

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa langkah pengambilan air kolam terpaksa dilakukan demi mempercepat penanganan dan memadamkan kobaran api yang membakar lahan.

"Kami memahami kekhawatiran masyarakat terkait kami memanfaatkan air yang ada di kolam-kolam ikan masyarakat. Tentu pemanfaatan ini berguna untuk memadamkan api yang ada di lahan-lahan terbakar,” katanya dalam konferensi pers secara daring, Minggu (30/8/2026).

BNPB pun berjanji memperketat koordinasi dan komunikasi di tingkat lapangan sebelum memanfaatkan sumber air milik warga setempat.

“Kami telah menjalin komunikasi secara kekeluargaan dengan pemilik dari kolam tersebut dan tentu kami ke depan akan mengedepankan komunikasi dan koordinasi di tingkat lapangan sebelum air kolam dimanfaatkan," ujarnya.

Adapun, BNPB mencatat sebanyak 3,2 juta liter air telah dijatuhkan melalui operasi waterbombing di enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Selain penyiraman air dari udara, BNPB juga mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menabur 3.800 kilogram garam di wilayah Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat yang terdeteksi memiliki bibit awan hujan berdasarkan analisis BMKG.

"Di Riau, kami melakukan operasi selama 4 jam 21 menit dengan menyebarkan 2.000 kilogram garam dalam dua sorti. Operasi ini berhasil memicu potensi hujan ringan di sejumlah wilayah seperti Rokan Hulu, Bengkalis, Siak, Kota Pekanbaru, hingga Indragiri Hulu," jelas Berton.

Langkah serupa juga diterapkan di Jambi melalui 21 sorti penerbangan OMC selama 2 jam 20 menit. Hasilnya, curah hujan ringan mulai mengguyur kawasan terdampak karhutla seperti Kabupaten Singkut dan Muaro Jambi.

BNPB memastikan akan langsung bergerak melakukan penyemaian garam begitu BMKG mendeteksi keberadaan bibit awan potensi hujan di provinsi terdampak lainnya.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Bayu Septianto