Menuju konten utama

Pemkot Pontianak Masih Berlakukan Sekolah Daring Imbas Karhutla

Kebijakan sekolah secara daring dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus ISPA yang semakin meningkat setiap harinya.

Pemkot Pontianak Masih Berlakukan Sekolah Daring Imbas Karhutla
Foto udara asap membubung ke langit saat terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Jumat (28/8/2026). Upaya pemadaman kebakaran yang terjadi sejak Kamis (27/8) dan telah menghanguskan sekitar sembilan hektare lahan itu terus dimaksimalkan oleh tim gabungan dari Manggala Agni Kemenhut, TNI, dan petugas perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) sekitar HLG Londerang dengan penyekatan dan pemadaman darat. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah Kota Pontianak masih memberlakukan sekolah secara daring hingga sepekan ke depan, karena kabut asap yang masih pekat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Aktivitas belajar di lingkungan sekolah masih diliburkan dan belajar untuk saat ini secara daring, sampai cuaca membaik. Karena kabut asap sampai saat ini masih pekat," kata Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, di Pontianak, Minggu (30/8/2026) dilansir dari Antara.

Kebijakan sekolah secara daring untuk tingkat TK, SD, dan SMP itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus ISPA yang semakin meningkat setiap harinya.

"Kita melihat ISPA di Pontianak terjadi 300 per hari, sehingga kita tidak ingin itu terjadi dan terus bertambah," ujar Edi.

Meskipun sejumlah kegiatan diliburkan, ia memastikan pelayanan Pemerintah Kota Pontianak tetap berjalan.

"Kita pasti memberikan pelayanan di Pemkot. Tapi kan kita di ruangan. Kalau yang sakit ya melalui WFH," ujarnya.

Edi menegaskan Pemerintah Kota Pontianak telah menetapkan kondisi tersebut sebagai situasi darurat asap dan menyiapkan langkah penanganan untuk melindungi masyarakat.

"Masyarakat juga diimbau harus membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik, dan menggunakan masker jika terpaksa harus ke luar," tuturnya.

Sementara itu, salah satu guru SD di Pontianak, Diana Cristy Nainggolan, mengaku sejak sekolah diliburkan selama dua pekan akibat karhutla, membuat aktivitas kegiatan belajar mengajar tidak efektif.

"Aktivitas belajar jadi sangat terbatas, dan kurang efektif. Kita berharap Kota Pontianak dan sekitarnya segera hujan secara merata, dan pemerintah daerah juga dapat lebih memperkuat penanganan karhutla agar aktivitas dapat berjalan kembali normal," kata dia.

Orang tua murid, Ridha menyambut baik kebijakan yang masih diperpanjang karena udara saat ini masih berbahaya karena kabut asap yang pekat.

"Tentu khawatir kabut asap ini yang masih pekat. Anak memang di rumah saja selama ada kabut asap," kata dia.

Kebijakan memperpanjang sekolah secara daring juga berlaku untuk tingkat SMA, dan sesuai surat yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar yang ditujukan kepada Kepala SMA/SMK/SLB Negeri/Swasta se-Kalimantan Barat tertanggal 29 Agustus 2026. Sehingga setidaknya, dalam Agustus 2026 proses pembelajaran secara daring karena adanya kabut asap, sudah berlangsung selama tiga pekan.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Bayu Septianto