tirto.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa informasi peringatan dini gempa bumi berkekuatan 7,6 magnitudo di Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) pada Kamis (2/4/2026) pagi sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Plt Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan, informasi peringatan dini gempa di Sulut dan Malut sudah langsung dirilis dalam waktu kurang lebih dua menit setelah terjadinya gempa.
Hal itu disampaikan Rahmat untuk menepis isu beredar yang mengatakan bahwa BMKG telat dalam memberikan informasi peringatan dini gempa bumi dan tsunami.
“Itu kan [informasi peringatan dini] keluar pertama, sudah keluar itu. Dalam waktu satu menit, kurang dari dua menit,” kata Rahmat saat dihubungi Tirto pada Kamis pagi.
Menurut Rahmat, penyebaran informasi itu sudah sesuai, karena SOP yang dimiliki BMKG mengatur bahwa informasi harus disebarkan dalam waktu kurang dari lima menit.
Informasi peringatan dini gempa bumi di Sulut dan Malut, disebut Rahmat, telah disebarkan pada pukul 05.50 WIB, atau 2 menit 45 detik setelah terjadinya gempa bumi.
Meski begitu, ia mengakui bahwa pada informasi awal yang dikeluarkan, besaran magnitudo gempa masih berada pada angka 7,3. Barulah pada waktu enam menit setelah gempa, terjadi penyesuaian magnitudo menjadi 7,6.
“Kemudian setelah menit keenam, ya, artinya sudah menit keenam sudah lewat dari SOP, ternyata update magnitudonya adalah 7,6,” kata dia.
Ia menyebut, informasi peringatan kedua yang keluar enam menit setelah terjadinya gempa itu tergolong sebagai peringatan dini kedua. Perbedaan besaran magnitudo itu bisa terjadi karena sensor yang mendeteksi terjadinya gempa sudah semakin banyak.
“Sudah cukup banyak sampai 300-an [sensor] di seluruh [wilayah]. Karena tadi di awal menit kan hanya sensornya sedikit yang mendeteksi,” ujarnya.
Rahmat memastikan bahwa sistem deteksi dini dan diseminasi informasi gempa bumi dan potensi tsunami yang dimiliki BMKG tidak mengalami permasalahan dan berfungsi sepenuhnya.
Ia juga menegaskan bahwa sensor-sensor milik BMKG yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia semuanya berfungsi dengan baik selama 24 jam penuh.
“Artinya semua sistem dari monitoring, processing, sampai diseminasi semua berjalan dengan baik,” tukasnya.
Sebagai informasi, beredar isu mengenai keterlambatan penyebaran informasi peringatan dini gempa bumi oleh BMKG, menyusul terjadinya gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis pagi.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id































