Menuju konten utama

BMKG: Gempa Susulan di Sulut & Malut Akan Terjadi Beberapa Hari

BMKG menegaskan, meskipun peringatan dini tsunami telah diakhiri, aktivitas gempa susulan masih terus dipantau.

BMKG: Gempa Susulan di Sulut & Malut Akan Terjadi Beberapa Hari
Ilustrasi Gempa. FOTO/Istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan aktivitas gempa susulan di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara masih akan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Hal ini seiring dengan dinamika tektonik pascagempa utama yang masih aktif.

Hingga Kamis (2/4/2026) pukul 09.50 WIB, tercatat telah terjadi sebanyak 48 gempa susulan dengan magnitudo antara 3 hingga 5,5. Dari jumlah tersebut, dua gempa dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.

“Jadi untuk gempa susulan ini tergantung dinamika yang ada, bisa jadi terjadi beberapa hari, ya. Beberapa hari ke depan,” kata Kepala BMKG, Teuku Faishal Fathani, dalam konferensi pers yang digelar secara daring pada Kamis pagi.

BMKG menegaskan, meskipun peringatan dini tsunami telah diakhiri, aktivitas gempa susulan masih terus dipantau. Koordinasi dengan pemerintah daerah juga terus dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat.

Selain itu, BMKG juga telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang tengah menuju lokasi terdampak.

“Saat ini BMKG terus memantau aktivitas gempa susulan yang terjadi dan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat,” tutur Teuku.

BMKG juga membuka kemungkinan adanya gempa lanjutan yang berpotensi memicu peringatan dini kembali. Hal ini akan mengikuti prosedur standar operasional yang berlaku.

Potensi tersebut dinilai selalu ada dalam sistem tektonik aktif seperti di wilayah Maluku dan Sulawesi.

“Kemudian juga apabila ada gempa atau kondisi yang membahayakan juga kita akan kembali merilis, kembali lagi ke SOP untuk merilis peringatan dini berikutnya,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan bahwa saat ini data yang tersedia masih terbatas. Oleh karena itu, tren gempa susulan belum dapat dipastikan secara akurat.

Namun secara umum, gempa susulan dapat berlangsung hingga satu hingga dua minggu, meski durasinya sangat bergantung pada karakteristik masing-masing wilayah.

“Iya, karena ini baru 2 jam ya, nanti tentunya kalau sudah satu hari bisa ada tren per jamnya berapa [gempa susulan], sehingga kita akan bisa menyimpulkan peluruhannya sampai di berapa hari ke depan,” tutupnya.

Baca juga artikel terkait GEMPA atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Hendra Friana