Menuju konten utama

BMKG: Gempa di Aceh Hari Ini Akibat Sesar Besar Sumatera

Gempa bumi ini dirasakan di Aceh Utara, Nagan Raya dan Aceh Selatan dengan skala intensitas III MMI, seakan truk lewat.

BMKG: Gempa di Aceh Hari Ini Akibat Sesar Besar Sumatera
Pekerja membongkar lantai keramik halaman masjid yang rusak saat renovasi Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh, Rabu (9/7/2025). Pemprov Aceh mengalokasikan anggaran tahun 2024 dan 2025 sebesar Rp50 miliar untuk renovasi Masjid Raya Baiturrahman yang meliputi perbaikan membran dan sistem hidrolik payung, lantai marmer, tempat wudu, dan fasilitas lainnya guna kenyamanan jamaah saat beribadah dan wisatawan yang berkunjung. ANTARA FOTO/Ampelsa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 yang terjadi pada Sabtu (25/10/2025) siang, sekira pukul 11.56 WIB, di wilayah Nagan Raya Aceh merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar besar Sumatera segmen Aceh Selatan.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser,” kata Prakirawan Stasiun BMKG Bandar Udara Cut Nyak Dhien Nagan Raya, Aceh, Rijal Sains Fikri pada Sabtu (25/10/2025), dilansir dari Antara.

Ia menyebutkan, berdasarkan basil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M4,9.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,43° LU ; 96,51° BT, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Nagan Raya, Aceh pada kedalaman 10 kilometer.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, kata Rijal, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar besar Sumatera segmen Aceh Selatan.

Dia menyebutkan, gempa bumi ini dirasakan di Aceh Utara, Nagan Raya dan Aceh Selatan dengan skala intensitas III MMI, yaitu getar dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan truk lewat.

Kemudian di daerah Bener Meriah dan Aceh Tengah gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas II-III MMI yaitu getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan akan truk berlalu.

Rijal Sains Fikri mengatakan hingga Sabtu siang belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” katanya menambahkan.

Dia juga menyebutkan berdasarkan hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.

BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Masyarakat diimbau agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Farida Susanty