tirto.id -
Komponen pesawat berwarna oranye ini merupakan bagian penting dari untuk mengungkap penyebab terjadinya kecelakaan.
Asisten Operasi Kodam Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, dalam keterangannya pada wartawan, mengatakan black box pesawat berhasil ditemukan oleh tim gabungan dari Yonif 700, tim Basarnas, dan tim reaksi cepat Tonasa, sekira pukul 11.00 Wita, Rabu (21/1/2026).

"Tim yang dibentuk khusus mencari ekor pesawat sejak kemarin, setelah dilepas dari dudukannya, langsung dibawa turun ke Desa Tompobulu, setelah cuaca membaik. Diperkirakan tiba 3 jam, posisinya ada di potongan bagian ekor pesawat dalam kondisi utuh," ujar Dody dalam keterangannya pada wartawan di Posko AJU, Desa Tompobulu, Kec. Balocci, Pangkep.
Sementara menurut Kepala Seksi Operasi Kantor Basarnas Makassar Andi Sultan mengatakan posisi dua unit black box tersebut ditemukan di titik koordinat 04°55'46.8"S 119°44'50.1"E sekitar 150 meter dari puncak gunung.
"Saat ini posisi black box diamankan di Posko AJU Tompobulu. Nanti akan dilakukan serah terima black box ke pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang berada di Kota Makassar, untuk penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kecelakaan pesawat," pungkas Sultan.
Setelah berhasil menemukan bagian paling penting dari pesawat nahas ini, SRU gabungan, yang berjumlah sekitar 1.000 personel, terus melanjutkan proses pencarian delapan korban yang belum ditemukan.
Saat ini sudah dua jenazah korban yang berhasil dievakuasi, satu jasad diantaranya telah diidentifikasi Tim DVI Polda Sulsel, adalah Florencia Lolita sudah dijemput anggota keluarganya, untuk diterbangkan ke kampung halamannya di Tondano, Sulawesi Utara.
Penulis: MN Abdurrahman
Editor: Alfons Yoshio Hartanto
Masuk tirto.id

































