Menuju konten utama

Profil Florencia Lolita Wibisono, Pramugari Korban ATR 42-500

Profil Florencia Lolita Wibisono pramugari yang menjadi korban pesawat ATR 42-500. Florencia telah menjadi pramugari selama 14 tahun.

Profil Florencia Lolita Wibisono, Pramugari Korban ATR 42-500
Pramugari Florencia Lolita Wibisono. FOTO/istimewa

tirto.id - Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, yang merupakan seorang pramugari bernama Florencia Lolita Wibisono.

Proses identifikasi dilakukan di Posko DVI Biddokkes Polda Sulawesi Selatan setelah melalui pemeriksaan post mortem (pemeriksaan jenazah) dan ante mortem (data korban semasa hidup).

Profil Pramugari Florencia Lolita Wibisono

Florencia Lolita Wibisono atau akrab disapa Olen, merupakan seorang profesional di dunia penerbangan dengan pengalaman lebih dari 14 tahun sebagai pramugari.

Dari laman Linkedin miliknya, Olen menggambarkan dirinya sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dan memegang teguh filosofi bahwa perjalanan sama pentingnya dengan tujuan, sehingga setiap penumpang berhak mendapatkan pengalaman terbang yang aman, nyaman, dan berkesan.

Kariernya dimulai dari penerbangan regional, tempat ia membangun fondasi kuat dalam hal ketelitian, pelayanan penumpang, serta keselamatan penerbangan.

Pengalaman tersebut kemudian mengantarkannya menapaki jenjang karier sebagai Senior Flight Attendant hingga dipercaya mengemban peran strategis sebagai Flight Attendant Company Checker sekaligus Instructor di PT Wings Abadi Airlines.

Dalam peran ini, Florencia bertanggung jawab memastikan standar keselamatan kabin, prosedur darurat, komunikasi awak kabin, hingga kualitas pelayanan berjalan sesuai fungsi quality control dan quality assurance untuk operasional penerbangan yang aman.

Ia dikenal mudah beradaptasi, memiliki komunikasi yang baik, memahami prosedur keselamatan dan pertolongan pertama, serta mampu menyampaikan prosedur keselamatan kepada kru dan penumpang dengan jelas.

Selain unggul dalam aspek keselamatan, Florencia juga terlatih dalam berbagai kelas layanan, dengan pendekatan pelayanan yang berfokus pada kebutuhan unik setiap penumpang.

Baginya, keberhasilan tercermin dari kepuasan, masukan positif, dan loyalitas penumpang yang terus meningkat sepanjang kariernya. Komitmennya terhadap pengembangan diri diwujudkan melalui keikutsertaan rutin dalam pelatihan dan workshop pelayanan serta keselamatan penerbangan.

Florencia menempuh pendidikan jenjang S1 jurusan PJJ Ilmu Komunikasi di Universitas Pelita Harapan sejak 19 Agustus 2024. Dari laman Pddikti, Florencia masih tercatat sebagai mahasiswi aktif UPH.

Ia berdomisili di Jakarta, aktif di media sosial TikTok dengan akun @florencia.lolita. Unggahan terakhirnya di akun tersebut adalah ketika ia menyambangi Danau Toba di Sumatra Utara pada pekan lalu.

DVI Berhasil Identifikasi Jenazah Florencia

Identifikasi jenazah dilakukan melalui beberapa metode ilmiah, seperti pencocokan sidik jari, data gigi, properti pribadi, dan ciri-ciri medis.

Karena kondisi jenazah cukup baik, sidik jari korban masih bisa terbaca dengan jelas, sehingga mempercepat proses identifikasi.

Untuk memastikan keakuratannya, sidik jari tersebut kemudian dibandingkan dengan data pembanding resmi yang dimiliki kepolisian.

"Sehingga, kami sudah langsung mengambil sidik jarinya, kemudian dengan peralatan kami miliki bisa langsung membaca identitas yang bersangkutan," jelas Kepala Pusident Bareskrim Polri Brigjen Mashudi.

Polisi menegaskan bahwa hasil identifikasi ini telah melalui prosedur ilmiah yang diakui secara internasional, sehingga hasilnya valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan demikian, tidak ada keraguan bahwa jenazah tersebut benar merupakan Florencia Lolita Wibisono.

"Seperti tadi disampaikan Kabiddokes dan Kapusident bahwa hasil pemeriksaan tidak terbantahkan, data identitas identik dengan korban,"ujar Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro dikutip Antara (21/1).

Pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan dan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, tepatnya di Bantimurung-Bulusaraung National Park yang berada di perbatasan antara Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Provinsi Sulawesi Selatan.

Pesawat ini dilaporkan hilang kontak pada 17 Januari 2026 saat sedang dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Baca juga artikel terkait PESAWAT HILANG KONTAK atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra