Menuju konten utama

Siapa Habib Umar bin Hafidz & Silsilah Hubungan Habib Jindan?

Habib Umar bin Hafidz kerap kali didampingi oleh Habib Jindan saat ke Indonesia. Simak silsilah Habib Umar bin Hafidz & hubungannya dengan Habib Jindan.

Siapa Habib Umar bin Hafidz & Silsilah Hubungan Habib Jindan?
Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H Abdul Wahid HK mencium tangan Habib Umar bin Hafidz saat menghadiri tabliq akbar di Kota Palangkaraya, Sabtu. (ANTARA/Eddy Abdillah)

tirto.id - Habib Umar bin Hafidz, ulama karismatik asal Tarim, Yaman, kerap dinanti kehadirannya oleh umat Islam di Indonesia. Silsilah Habib Umar bin Hafidz turut menjadi perbincangan publik. Simak biografi singkat Habib Umar bin Hafidz dan hubungannya dengan Habib Jindan.

Habib Umar kembali mengunjungi Indonesia pada bulan Oktober 2025. Ia juga turut hadir dalam rangkaian acara haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi atau Haul Solo pada 11-13 Oktober 2025.

Setelah mengahadiri Haul Solo 2025, Habib Umar bin Hafidz dijadwalkan mengisi kajian subuh di berbagai tempat, mengisi tabligh akbar dan doa untuk indonesia, hingga hadir di podcast "Close The Door" milik Deddy Corbuzier.

Silsilah Habib Umar bin Hafidz Hadramaut, Yaman

Melansir laman resmi Muwasala, Habib Umar adalah keturunan langsung Rasulullah melalui Imam al-Husain. Ia lahir di Tarim, Lembah Hadramaut, Yaman, pada hari Senin, 4 Muharram 1383 H atau 27 Mei 1963.

Ayahnya bernama Habib Muhammad bin Salim bin Hafiz, seorang ulama dan pemimpin sufi terkemuka Tarim. Sejak kecil, Habib Muhammad membawa Habib Umar ke majelis-majelis ilmu dan ekspedisi-ekspedisi untuk berdakwah.

Laporan The Muslim 500 menyebutkan Habib Umar bin Hafidz keturunan langsung generasi ke-39 Nabi Muhammad. Ia merupakan salah satu ulama, pembimbing spiritual, dan pendakwah terkemuka dalam tradisi Islam saat ini.

Posisinya yang terkemuka dalam Tariqah Ba Alawi semakin memperluas pengaruhnya terhadap ratusan juta Muslim di seluruh dunia.

Sejak abad ke-4 Hijriah (930 M), Ba Alawi atau klan Alawi telah menjadikan wilayah Hadramaut di Yaman sebagai rumah mereka ketika seorang anggota keluarga Nabi berhijrah.

Silsilah Ba Alawi melahirkan para ulama dan individu-individu taat. Mereka menyebarkan dan merevitalisasi ajaran Islam, yang mendasarkan pendekatan pada karya Imam Al-Ghazali, Ihya' Ulum Al-Din.

Mereka telah memainkan peran penting dalam menyebarkan dan menghidupkan kembali Islam di berbagai wilayah, termasuk Kepulauan Melayu. Dalam hal ini, Habib Umar melanjutkan warisan dakwah tersebut dalam skala global, dengan tur yang meluas ke Amerika Serikat, Australia, dan Eropa.

Berikut silsilah lengkap Habib Umar bin Hafidz, dikutip dari laman Imam Ghazali Institute:

al-Habib al-‘Allamah Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafiz bin ‘Abdullah bin Abu Bakar bin ‘Aydarus bin Umar bin ‘Aydarus bin Umar bin Abu Bakr bin ‘Aydarus bin al-Husayn bin al-Syekh al-Fakhr Abu Bakr bin Salim bin Abdullah bin Abd al-Rahman bin Abdullah bin Syekh Abd al-Rahman al-Saqqaf bin Syekh Muhammad Mawla al-Dawilah, bin Ali Mawla al-Darak, bin ‘Alawi al-Ghayur, bin al-Faqih al-Muqaddam Muhammad, bin Ali, bin Muhammad Sahib Mirbat, bin `Ali Khali’ Qasam, bin ‘Alawi, bin Muhammad Sahib al-Sawma’ah, bin ‘Alawi, bin ‘Ubaydullah, bin al-Imam al-Muhajir il-Allah Ahmad, bin 'Isa, bin Muhammad al-Naqib, bin Ali al-‘Uraydi, bin Ja’far al-Sadiq, bin Muhammad al-Baqir, bin Ali Zayn al-‘Abidin, bin Husain al-Sibt, bin Ali bin Abi Thalib, dan Fatimah al-Zahra’, putri Nabi Muhammad.

Sementara itu, Habib Jindan juga kerap kali mendampingi Habib Umar bin Hafidz dalam kunjungannya ke Indonesia. Habib Jindan merupakan murid dari Habib Umar.

Habib Jindan pernah mengenyam pendidikan di Darul Musthafa di Tarim, Hadramaut. Habib Jindan juga menjadi anggota inti Majelis Syura yang dibentuk dan ditunjuk oleh Habib Umar bin Hafidz.

Kiprah Habib Umar bin Hafidz

Habib Umar bin Hafiz merupakan pendiri Dar Al-Mustafa, pusat pendidikan Islam tradisional terkemuka dan diakui dunia. Dar Al-Mustafa memegang tiga prinsip penting yaitu memperoleh ilmu yang teruji dari sumber terpercaya, pembentukan kemandirian dan karakter, serta pengembangan dan promosi ilmu dakwah atau kesejahteraan.

Pada abad ke-21, Habib Umar mendirikan sebuah organisasi sekutu bernama Dar Al-Zahra, yang didedikasikan untuk perempuan dalam pendidikan Islam. Inisiatif ini dianggap sebagai langkah bersejarah dalam menjamin akses perempuan terhadap pendidikan agama. Saat ini, kegiatan pendidikan Dar Al-Zahra telah diperluas di berbagai wilayah Asia Tenggara.

Seturut laman Islamic Info Center, lembaga pendidikan tersebut dibentuk dengan tujuan membentuk pribadi yang seimbang dan mampu berperan dalam masyarakat.

Sebagai pendukung pemikiran Islam tradisional, Habib Umar bin Hafiz menyerukan tindak lanjut Fiqih dan menekankan pentingnya persaudaraan spiritual. Ia juga membangun tren pendidikan Islam bahkan dalam berbagai tantangan zaman modern.

Selain memiliki lembaga pendidikan, Habib Umar bin Hafiz juga bepergian ke luar negeri untuk menyampaikan risalah Nabi. Ia hampir mendatangi seluruh negara Arab, Afrika Timur dan Selatan, Asia Tenggara dan Australia, anak benua India, Eropa Barat, Skandinavia, dan Amerika Utara.

Habib Umar bin Hafiz terlibat aktif berpartisipasi dalam diplomasi agama, kegiatan amal, dan upaya pemberantasan diskriminasi komunal dalam masyarakat Muslim. Berbagai inisiatif sosial dan propagandanya meningkatkan persatuan, pemahaman, dan kerja sama dalam masyarakat Muslim.

Selain itu, pendidikannya juga membahas berbagai isu seperti tantangan wilayah yang berkonflik, pengaruh teknologi, dan tema kontemporer lainnya yang mencerminkan daya adaptasinya dalam konteks Islam modern yang terus berubah.

Beberapa buku karya Habib Umar bin Hafiz di antaranya adalah al-Dhakirah al-Musharrafah, Mukhtar al-Hadith, Nur al-Iman, dan Qutuf al-Falihin. Kemudian, Qabas al-Nur al-Mubin karyanya merupakan ringkasan dari seperempat bagian ketiga Ihya’ Ulum al-Din karya Imam al-Ghazali dan merupakan ungkapan kepedulian untuk menyembuhkan penyakit hati.

Baca juga artikel terkait PROFIL atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo