Menuju konten utama

BI: Transaksi Mata Uang Lokal RI-Jepang Capai Rp82,9 Triliun

BI dan Menteri Keuangan Jepang sepakati kerja sama untuk meningkatkan transaksi mata uang lokal dalam perdagangan kedua negara.

BI: Transaksi Mata Uang Lokal RI-Jepang Capai Rp82,9 Triliun
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah), Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti (kiri), dan Deputi Gubernur Doni P. Joewono (kanan) memberikan keterangan dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur di Jakarta, Selasa (25/7/2023). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/nym.

tirto.id - Bank Indonesia dengan Menteri Keuangan Jepang telah menyepakati kerja sama untuk meningkatkan transaksi menggunakan mata uang lokal atau local currency transaction (LCT).

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, hingga Juli 2025, nilai transaksi LCT antara Rupiah dan Yen telah mencapai 5,1 miliar dolar AS atau setara dengan Rp82,9 triliun (kurs Rp16.255/dolar AS).

“Besarnya hingga Juli tahun ini 5,1 juta dolar AS. Kita menggunakan bilateral cross-border secara langsung, antara Rupiah dan Yen,” katanya dalam peluncuran QRIS lintas batas antara Indonesia - Jepang, Senin (25/8/2025).

Menurut Perry, transaksi LCT dengan Yen Jepang ini merupakan yang terbesar kedua setelah Cina. Sementara itu, transaksi dengan Yen akan dikembangkan lebih jauh. Tida hanya transaksi keuangan lokal, namun juga pembayaran digital lintas batas negara.

“Kita ingin bergerak lebih jauh, menggabungkan transaksi keuangan lokal dengan pembayaran digital cross-border,” ujarnya.

Saat ini, sambung Perry, penggunaan LCT dengan Yen Jepang ini masih didominasi bidang ekspor dan impor.

Dengan perkembangan ke pembayaran digital, nantinya sistem pembayaran akan diperluas ke sektor - sektor lain seperti pariwisata, perdagangan ritel, hingga investasi.

Transaksi Yen dan Rupiah nantjbya juga dapat digunakan untuk membeli obligasi pemerintah seperti instrumen seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia(SRBI) atau surat berharga pendapatan tetap lainnya melalui mobile banking.

“Ini adalah era baru, yaitu transaksi keuangan lokal terhubung dengan pembayaran juga termasuk pemasaran pasar finansial di Indonesia,” ucapnya.

Baca juga artikel terkait BILATERAL atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana