Menuju konten utama

Berbagai Riset Temukan Risiko Paparan BPA terhadap Tubuh

Paparan BPA terbukti berisiko memicu diabetes, hipertensi, gagal jantung, obesitas, hingga penyakit ginjal dan gangguan hormon, sehingga perlu diwaspadai.

Berbagai Riset Temukan Risiko Paparan BPA terhadap Tubuh
Ilustrasi Galon Guna Ulang Lanjut Usia. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Anggapan bahwa paparan Bisphenol A (BPA) tidak menimbulkan penyakit adalah keliru. Berbagai riset di bidang kesehatan yang terbit di jurnal-jurnal ilmiah menunjukkan risiko kesehatan akibat paparan BPA adalah nyata.

Studi BMC Endocrine Disorders (2018) menemukan hubungan positif antara paparan BPA dengan penyakit diabetes tipe 2. Temuan tersebut dikonfirmasi dokter spesialis kedokteran okupasi, dr. Agustina Puspitasari.

"BPA berpotensi memicu hipertensi, penyakit kardiovaskular, diabetes mellitus tipe 2, dan gangguan tumbuh kembang anak," kata dr. Agustina, melalui keterangan yang diterima tirto.id, Jumat (19/9).

Risiko penyakit akibat paparan BPA juga tertuang dalam Journal of Xenobiotics (2023), yang menerangkan bahwa banyak efek BPA yang mengganggu endokrin dan bersifat toksik, yang selama ini telah dilaporkan.

Bukti terbaru menunjukkan adanya hubungan positif antara kadar BPA dalam darah atau urine dengan penyakit kardiovaskular atau kardiometabolik. Dalam jurnal tersebut juga ditemukan bahwa BPA dapat menimbulkan penyakit diabetes, obesitas, hipertensi, penyakit ginjal akut (AKD), penyakit ginjal kronis (PGK), dan gagal jantung, di mana ini merupakan aktor risiko utama kematian global.

"Bukti terbaru menunjukkan hubungan positif antara kadar BPA dalam darah atau urin dan penyakit kardiovaskular atau kardiometabolik. BPA juga diduga menginduksi gangguan atau disfungsi pada jaringan yang terkait dengan penyakit-penyakit ini melalui berbagai jalur pensinyalan seluler," tulis keterangan dalam penelitian tersebut.

Sebagai sebuah konsep sekaligus gejala, gangguan hormon baru dikenal pada 1990-an. BPA sendiri merupakan salah satu zat kimia yang punya kemampuan meniru fungsi hormon alami tubuh, sehingga keberadaan BPA dalam tubuh dapat mengacaukan sistem tubuh. Itulah sebabnya dalam dua dekade belakangan para ahli banyak meneliti risiko kesehatan yang ditimbulkan paparan BPA.

BPA adalah senyawa kimia yang lazimnya digunakan untuk membentuk kemasan plastik keras atau polikarbonat. Dalam kehidupan sehari-hari, kemasan polikarbonat dapat ditemukan pada botol bayi, wadah makanan, lapisan kaleng, hingga galon air minum guna ulang.

Pakar polimer Universitas Indonesia, Prof. Mochamad Chalid, mengibaratkan plastik seperti untaian kalung dan BPA adalah salah satu mata rantainya. "Pada saat digunakan, sangat mungkin mata rantai tersebut lepas, sehingga menimbulkan permasalahan," dikutip dari rilis yang diterima tirto.id, Jumat (19/9).

Prof. Chalid menambahkan, faktor-faktor seperti paparan sinar matahari, suhu tinggi, dan pencucian berulang produk polikarbonat dapat meningkatkan risiko pelepasan BPA ke dalam produk pangan.

Zaman berkembang demikian juga ilmu pengetahuan. Bahan kimia yang pada mulanya dianggap aman justru terbukti menjadi ancaman pada masa-masa yang kemudian. Asbes, misalnya, sudah digunakan selama satu abad sebelum terbukti menyebabkan kanker.

Hal yang sama bukan tidak mungkin berlaku pada BPA. "Paparan BPA dengan berbagai kadar dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan gangguan kesehatan," sambung Prof. Junaidi.

Lantaran risikonya BPA nyata dan sejumlah penelitian membuktikannya, Dr. dr. Dien Kurtanty, penulis buku “BPA Free: Perisai Keluarga dari Zat Kimia Berbahaya,” berharap agar pemerintah, industri, dan masyarakat semakin menyadari dampak buruk paparan BPA.

"Jangan sampai risiko-risiko kesehatan terkait BPA ini berimbas dan dilimpahkan pada pelayanan kesehatan," ujar dr. Dien, mengingatkan dikutip dari rilis yang sama.

Sebab penelitian dan komentar para pakar mengenai dampak buruk BPA pada tubuh sudah demikian berlimpah, peringatan dr. Dien tentunya tak bisa dianggap sebagai angin lalu belaka.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis