Berbagai Bentuk Eyeliner untuk Merias Diri di Hari Raya

Oleh: Joan Aurelia - 14 Juni 2018
Dibaca Normal 2 menit
Direktur kreatif lini mode premium berlomba menciptakan konsep riasan eyeliner.
tirto.id - Ada masa di mana supermodel Twiggy tidak menyukai penampilannya. Itu terjadi saat ia masih berusia 16 tahun. Twiggy menganggap tubuhnya terlalu kurus dan kurang bagus dipandang. Bisa jadi itu perasaan Twiggy saja. Toh waktu itu ia mendapat predikat sebagai Face of 66 oleh media Daily Express. Potret wajah Twiggy dengan potongan rambut pixie, mata besar berhias bulu mata lentik dan eyeliner berbentuk bulan sabit yang dilukis di garis batas atas kelopak mata langsung membuatnya populer.

Setahun kemudian, ia pindah ke Amerika Serikat dan jadi model beberapa fotografer mode tersohor Hollywood seperti Richard Avedon, Cecil Beaton, dan Helmut Newton. Dalam fotografi, riasan mata Twiggy hampir selalu ditonjolkan. Gaya riasnya serupa dengan potret awal Twiggy yang tersebar di London. Gaya riasan mata tersebut lekas ditiru publik.

Pada era tersebut, gaya rias mata Twiggy dikenal dengan istilah mod style. Kepopuleran riasan Twiggy menggeser ketenaran Brigitte Bardot yang juga kerap tampil menggunakan riasan eyeliner. Bedanya, Bardot menggunakan eyeliner tipis dengan ujung meruncing atau cat eye yang dilukis persis di atas bulu mata.

Empat tahun terakhir, gaya rias mata mod menginspirasi para direktur kreatif lini busana premium. Istilahnya berkembang menjadi graphic liner. Sebutan bagi bentuk eyeliner yang terdiri dari satu atau beberapa garis berbentuk setengah lingkaran, garis lurus atau diagonal, dan kotak; dibuat serupa bingkai dan biasanya tidak saling menyambung.


Pada 2015, Chanel menetapkan riasan double winged eyeliner. Kendall Jenner, Gigi Hadid, dan Bella Hadid berjalan di atas panggung dengan mata yang dibingkai dua garis eyeliner. Garis pertama terlukis di atas kelopak mata dan memanjang hingga ujung alis. Garis kedua digambar persis di bawah kelopak mata. Panjangnya pun sampai pada ujung alis.

Riasan wajah tersebut dirancang oleh Tom Pecheux, penata rias yang kerap bekerjasama dengan desainer seperti Karl Lagerfeld dan Joseph Altuzarra. Pada 2014, Pecheux pernah merias model peragaan busana Altuzarra dengan eyeliner melengkung khas gaya mod dan dipadu dengan bentuk abstrak berupa garis tak beraturan. Saat itu, Pecheux berkata bahwa ia membuat riasan mata yang mengingatkan orang pada lukisan Picasso.

Untuk Chanel, Pecheux kembali merancang riasan graphic liner pada peragaan busana koleksi musim gugur 2017. Tema riasan saat itu ialah gaya tahun 1960an. Pecheux membentuk lengkungan hitam di bawah alis dengan panjang selebar mata.

Infografik Melukis Mata


Sepanjang 2017, riasan graphic eyeliner tidak hanya diterapkan oleh Chanel. Lini busana lain seperti Marni, Moschino, Prada, dan Prabal Gurung menerapkan gaya riasan serupa. Penata rias peragaan Marni memilih untuk membubuhkan eyeliner melintang pada bagian bawah mata.

Moschino merias mata model dengan garis lengkung eyeliner cokelat. Prada memilih eyeliner berwarna biru terang untuk dipakai di atas kelopak mata model. Prabal Gurung memilih eyeliner warna hijau dan cokelat dan dibentuk serupa trapesium pipih di atas mata.

Selebritas yang menghadiri pekan mode pun merias diri dengan dandanan serupa model. Zoe Kravitz misalnya. Beberapa waktu sebelum menghadiri peragaan busaana Yves Saint Laurent, Kravitz mengunggah video tutorial makeup yang memperlihatkan dirinya tengah melukis rangka eyeliner serupa riasan mata Cleopatra. Bedanya, Kravitz tidak mewarnai bagian dalam bingkai.

Selain digunakan untuk menghadiri pekan mode, riasan graphic eyeliner digunakan pula untuk menghadiri acara resmi. Hal ini pernah dilakukan Emma Watson saat ia menghadiri pemutaran perdana film Beauty and The Beast.


Phoebe Waller pernah menguji apakah riasan mata di panggung peragaan ini bisa digunakan sebagai riasan sehari-hari. Ia menulis pengalamannya di situs Bustle. Tak tanggung-tanggung, Waller mencontoh gaya riasan mata model busana Kenzo yang sepintas nampak seperti riasan seseorang saat menghadiri pesta kostum.

Waller butuh waktu beberapa hari untuk bisa membuat bentuk eyeliner dengan rapi. Setelah sukses membingkai mata, ia memberanikan diri pergi ke sebuah toko dan kedai kopi favoritnya. Di jalan ia dicibir, di toko ia mendapat pandangan aneh dari penjaga toko dan pengunjung. Begitu sampai di kedai kopi, ia mendapat apresiasi dari para pekerja toko. Saat itu, Waller merasa lega dan yakin eyeliner dengan model seaneh apa pun bisa saja dipraktikkan.

Kini, panggung mode turut diramaikan dengan bentuk eyeliner bundar atau round liner seperti yang dipraktikkan desainer Tom Ford pada para model. Ada pula dot liner, eyeliner berbentuk tanda titik yang dilukis di tengah-tengah garis bawah mata.

Penata rias Katie Jane Hughes cukup yakin bahwa gaya riasan tersebut bisa digunakan sehari-hari. Membuat tanda titik memang akan sesulit membentuk lengkung simetris di kedua mata. Ketika hari raya tiba, Anda bisa saja menyingkat waktu merias diri dengan melukis garis mata yang praktis.

Baca juga artikel terkait LEBARAN 2018 atau tulisan menarik lainnya Joan Aurelia
(tirto.id - Gaya Hidup)


Penulis: Joan Aurelia
Editor: Maulida Sri Handayani