Lingerie, Ekspansi Bisnis Terbaru Rihanna

Rihanna rilis brand lingerie bernama Savage Fenty. INSTAGRAM/savagexfenty
Oleh: Joan Aurelia - 1 Mei 2018
Dibaca Normal 2 menit
Setelah mengeluarkan produk sepatu dan kosmetik, Rihanna membentuk bisnis lingerie
tirto.id - “Jika mengenakan baju atasan, saya tidak menggunakan bra. Bila mengenakan bra, saya cuma memakai bra," ujar penyanyi Rihanna.

Rihanna memang tidak sedang bercanda. Bagi Rihanna, bra adalah benda yang membuatnya tak nyaman dan merasa tampil kurang maksimal. Foto-foto Rihanna di media massa membuktikan ucapannya. Entah itu foto garapan fotografer jalanan, papparazzi, atau fotografer profesional sekelas Juergen Teller, penampilan Rihanna selalu berganti. Hanya satu yang tidak: sikapnya soal pakaian dalam.

Rihanna tak ragu menghadiri ajang penghargaan musik American Music Awards dengan atasan bustier merah muda yang disertai detail sequin karya desainer Jean Paul Gaultier. Ia pun tampil percaya diri lewat kemeja mirip piama panjang krem ketika menghadiri peragaan busana Chanel di Paris. Waktu itu, bagian dada yang terbuka ia hiasi dengan kalung-kalung mutiara panjang dan besar.

“Saya selalu membebaskan puting payudara. Bukannya untuk menarik perhatian. Tak pernah ada tujuan seksual. Tidak juga karena saya depresi. Hanya saja bra benar-benar membuat kemeja transparan saya terlihat buruk. Saya ingin tampil sempurna dan itu caranya. Saya merasa nyaman dengan gaya berpakaian itu. Tapi saya dianggap contoh yang buruk. Tak berapa lama ada sekelompok wanita membela saya. Gerakan ‘Free the nipple’ pun lahir,” tutur Rihanna dalam Vogue.


Tepat pada peringatan National Lingerie Day pada 24 April lalu, Rihanna mengumumkan akan meluncurkan label lingerie bernama SavagexFenty. Pengumuman itu tercantum lewat sebuah foto di akun instagram @badgalriri, di mana Rihanna mengenakan lingerie merah muda bermotif lace yang sepintas tidak utuh karena sobek. Lewat caption foto, Rihanna mengajak para pengikutnya untuk menanti peluncuran produk busana tersebut pada 11 Mei 2018.

Sebulan sebelum pengumuman itu, WWD (PDF) menulis pemberitaan yang menyebutkan kerjasama Rihanna dengan TechStyle , perusahaan konsultan branding yang menaungi sejumlah lini busana karya selebriti. WWD melaporkan bahwa kerjasama dengan Rihanna adalah salah satu cara TechStyle agar mampu mencapai IPO. “Saya rasa label Rihanna mampu meyakinkan pasar bahwa perusahaan berkembang kuat. IPO adalah soal pertumbuhan untuk mendorong apresiasi harga saham,” aku Lloyd Greif, CEO Greif &Co, sebuah bank investasi di Los Angeles.

Rihanna punya rekam jejak di bidang bisnis. Tahun lalu, ia mendirikan lini kosmetik Fenty Beauty. Label tersebut menjadi salah satu lini usaha LVMH Moët Hennessy Louis Vuitton (LVMH), sebuah grup perusahaan retail premium internasional. Salah satu produk andalan Fenty Beauty ialah foundation yang hadir dalam 40 jenis warna dan dijual di 1.600 toko di 17 negara. Produk ini perbincangan publik karena dianggap memfasilitasi kebutuhan perempuan kulit berwarna.

Komentar positif mengalir dari sejumlah blogger kecantikan. “Selama ini kami protes lantaran tidak adanya keberagaman dalam kosmetik. Fenty Beauty mengubah segalanya,” kata blogger Danielle Gray. Robertson, seorang Albino, menyatakan bahwa warna terang foundation Fenti Beauty bisa membuat warna kulit wajahnya tampak lebih baik.

Teen Vogue pernah mengadakan diskusi dengan sejumlah blogger untuk membahas signifikansi Fenty Beauty. Para pembicara di forum itu sepakat bahwa Rihanna berhasil mempresentasikan hal-hal yang luput di pasaran. Rihanna mematahkan anggapan bahwa perempuan berkulit gelap tak bisa bergaya dengan meluncurkan produk yang selaras dengan wanita kulit hitam, kelompok sosial yang menghabiskan dana $7.5 miliar untuk belanja kosmetik—80% lebih besar dari orang kulit putih.





Fenty Beauty membuat Rihanna masuk dalam daftar 100 orang paling berpengaruh versi majalah TIME tahun ini. Ia dianggap mampu membuat produk kecantikan jadi sesuatu yang inklusif.

Sebelum masuk daftar TIME, Puma menobatkan Rihanna sebagai direktur kreatif 2014. “Kerjasama dengan Rihanna membuat Puma kembali tren di kalangan konsumen muda,” kata Bjorn Gulden Chief Executive Puma. Sebelum kehadiran Rihanna, keuntungan Puma sempat merosot drastis.

Di usia 30 tahun, keuntungan yang diperoleh Rihanna mencapai $245 juta. Akhir tahun nanti, jumlah tersebut akan bertambah dengan diluncurkannya SavagexFenty. Layaknya Fenty Beauty, produk lingerie ini akan mencakup wanita dengan berbagai ukuran tubuh. Mulai dari 32A hingga 44DD, dari XS sampai 3X.

Baca juga artikel terkait RIHANNA atau tulisan menarik lainnya Joan Aurelia
(tirto.id - Gaya Hidup)

Reporter: Joan Aurelia
Penulis: Joan Aurelia
Editor: Windu Jusuf
DarkLight