Menuju konten utama

Beras Premium Kian Mahal, Amran: Memang untuk Menengah-Atas

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengakui lonjakan harga beras premium di beberapa provinsi meski stok beras dalam negeri melimpah.

Beras Premium Kian Mahal, Amran: Memang untuk Menengah-Atas
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan keterangan kepada wartawan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/2/2025). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/Spt.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id -

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengakui harga beras premium masih tergolong tinggi meski stok beras di Indonesia melimpah. Sebab, beras premium tersebut memang menyasar konsumen kalangan menengah ke atas.

"Premium ini kan beras medium yang kita produksi, beras medium yang kalau premium itu memang didesain itu khusus kalangan menengah ke atas," ucapnya usai menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (30/4/2025).

Ia juga menyampaikan bahwa serapan beras dalam negeri oleh Perum Bulog telah mengalami kenaikan menjadi 1,7 juta ton para periode Januari-April 2025, dari hanya sekitar 1,2 juta ton selama lima tahun terakhir.

"Saya ulangi, Januari-April, serapan beras kita 1,7 juta ton. Lima tahun terakhir serapan beras kita 1,2 juta ton," tuturnya.

Di satu sisi, Amran menyebutkan bahwa produksi jagung akan mencapai puncak panen pada Mei 2025. Pemerintah pusat hendak fokus menyerap hasil panen jagung saat mencapai puncak panen nantinya.

"Kelihatan produksi jagung kita cukup baik sehingga kita harus persiapkan serap ke depan," pungkasnya.

Sebagai informasi, selama periode 31 Maret hingga 30 April 2025, harga beras premium mengalami kenaikan signifikan di berbagai provinsi Indonesia. Mengutip situs panelharga.badanpangan.go.id, kenaikan tertinggi tercatat di Papua Pegunungan, dengan harga mencapai Rp25.000 per kilogram, meningkat sebesar 58,23 persen.

Provinsi lain yang juga mengalami kenaikan mencolok antara lain Papua Barat (16,85 persen), Papua Tengah (16,56 persen), dan Kalimantan Tengah (13,49 persen).​

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana