tirto.id - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah siap melakukan ekspor beras di tengah melimpahnya cadangan beras pemerintah (CBP). Selain itu, stok beras nasional rencananya juga akan dialirkan melalui mekanisme bantuan sosial (bansos).
“Pokoknya apa perintah Bapak Presiden, kita ikut. Kan kalau untuk mengeluarkan stok yang ada, itu bisa untuk dalam bentuk bansos, juga ekspor. Dua solusi itu. Kita tunggu perintah,” kata Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (5/5/2025).
Sementara itu, untuk tetap bisa menyerap beras petani lokal, pemerintah akan menyewa tambahan gudang darurat berkapasitas 1,1 juta ton. Ini lantaran stok beras nasional sepanjang Januari hingga Mei lalu melonjak signifikan menjadi 3,5 juta ton.
Dalam waktu dekat, stok beras Indonesia bahkan bisa mencapai 4 juta ton lantaran serapan beras mencapai 50 ribu ton per hari. “Sekarang sudah sewa gudang 1,1 juta ton untuk menampung produksi petani. Tambahan ada kemungkinan 15 hari kedepan, paling lambat 20 hari stok kita mencapai 4 juta ton,” tuturnya.
Menurut Amran, nantinya gudang darurat itu akan dibangun di sejumlah daerah yang masih kekurangan gudang meskipun sudah menyewa. Nantinya, biaya gudang darurat tersebut akan difasilitasi oleh pemerintah sesuai dengan kebutuhan. Adapun daerah-daerah yang memiliki potensi besar mengalami masalah itu adalah Aceh dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Sekarang yang diperintahkan oleh Bapak Presiden adalah membangun gudang di daerah-daerah yang betul-betul diperintahkan, daerah yang gudangnya sudah full, sudah sewa gudang, tapi masih kekurangan, contoh, Aceh dan NTB,” kata Amran.
Secara terperinci, Bulog telah menyerap 1,8 juta ton setara beras dari petani selama Januari hingga Mei 2025. Capaian tersebut, klaim Amran, merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah lantaran dalam setahun serapan biasanya berada di angka 1-1,2 juta ton. Karena itu, ia meminta Bulog untuk menjaga kualitas beras di tengah melimpahnya stok beras pemerintah.
“Yang terpenting adalah kita beritahu ke Bulog agar menjaga kualitas, memang tidak akan sempurna (kualitas beras) 100 persen mungkin ada 0,1 persen tetapi itu bukan kendala untuk menjaga stok pangan nasional,” ujarnya.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































