tirto.id - Baru-baru ini, beredar konten klaim di media sosial yang menyatakan bahwa utang PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) melonjak dan terus merugi.
Salah satu konten klaim tersebut disebarkan oleh akun Instagram @faktanyaindonesiaku (arsip) pada Rabu (6/8/2025). Dalam visual unggahannya, ia menyebut PLN terus merugi, padahal rakyat selalu rutin membayar listrik setiap bulan.
Akun @faktanyaindonesiaku mengutip temuan dari lembaga bernama Center for Budget Analysis (CBA) yang menemukan bahwa utang PLN membengkak jadi Rp 711,2 triliun.
“Menurut data dari Center for Budget Analysis (CBA), total utang PLN tahun 2024 tembus Rp711,2 triliun, naik dari tahun sebelumnya yang sudah tinggi di angka Rp655 triliun. Itu artinya, dalam setahun utang PLN naik Rp56,2 triliun, alias Rp156 miliar per hari.,” demikian tulis @faktanyaindonesiaku dalam caption.

Hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut sudah disukai 11,6 ribu kali dan mendapat hampir 3 ribu komentar.
Klaim serupa juga ditemukan pada unggahan akun “mediaomenews” (arsip) di Instagram.
Lantas, benarkah PLN terus mengalami kerugian seperti yang diklaim akun-akun tersbeut?
Penelusuran Fakta
Untuk memastikan kebenaran klaim tersebut, Tirto menelusuri laporan keuangan tahunan PT PLN yang tersedia di situs resmi PLN.
Berdasarkan data dalam Laporan Keuangan Kekonsolidasian Perusahaan Perseroan PT PLN Semester 1 2025 dan tahunan 2024, Tirto mendapati bahwa laba tahun berjalan pada 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp17,7 triliun. Sebagai perbandingan, laba tahun berjalan pada 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp22 triliun.
Sementara angka Rp711,2 triliun yang disebut dalam unggahan di media sosial, merujuk ke nilai jumlah liabilitas (utang) PLN tanggal 31 Desember 2024. Berdasar laporan tersebut nilainya tercatat Rp711.215.031 juta atau Rp711,2 triliun jika dibulatkan.
Sebagai perbandingan, jumlah liabilitas (utang) PLN pada 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp655 triliun. Sementara itu, Laporan Keuangan PLN Semester 1 2025 mencatat liabilitas berada di angka Rp734,2 triliun.
Narasi nilai utang PLN yang disebut di media sosial benar, tetapi klaim kerugian tidak tepat jika merujuk ke laporan keuangan perseroan.
Kesimpulan
Berdasarkan penelusuran fakta, klaim bahwa PLN terus mengalami kerugian dan utangnya melonjak adalah sebagian keliru (partly false). Berdasarkan laporan keuangan resmi PT PLN (Persero) per 31 Desember 2024, perusahaan justru mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp17,76 triliun, meskipun nilainya menurun dibanding tahun 2023 yang mencapai Rp22,07 triliun.
Artinya, PLN memang tidak merugi sebagaimana disebutkan dalam unggahan tersebut.
Sementara itu, data mengenai kenaikan utang PLN benar adanya. Laporan keuangan PLN menunjukkan total liabilitas (utang) perusahaan pada akhir 2024 mencapai Rp711,2 triliun, naik dari Rp655 triliun pada 2023.
Dengan demikian, unggahan di media sosial tersebut mencampuradukkan fakta–benar dalam hal peningkatan utang, tapi keliru dalam menyimpulkan bahwa kenaikan utang berarti PLN merugi.
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Editor: Tim Riset Tirto
Masuk tirto.id

































