tirto.id - Informasi mengenai maraknya teror pocong bersenjata tajam (sajam) di beberapa daerah di Indonesia berkembang pesat di media sosial. Tak hanya di Jabodetabek, teror pocong bersajam juga dikabarkan telah sampai di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Fenomena tersebut menyebar luas melalui video pendek, poster digital, hingga pesan berantai di WhatsApp yang menampilkan sosok menyerupai pocong di gang-gang sepi, depan rumah warga, ditambah dengan narasi kriminalitas berbunyi “begal pocong”.
Konten-konten tersebut sempat menimbulkan keresahan, ketakutan, dan kepanikan masyarakat.
Benarkah Teror Pocong Bersajam Sampai di Jatim & Jateng?
Salah satu kasus yang cukup menyita perhatian terjadi di Kabupaten Jember, Jawa Timur tepatnya di wilayah Kelurahan Patrang. Warga sempat dihebohkan oleh video viral penampakan pocong yang beredar di berbagai platform media sosial.
Menanggapi keresahan itu, Polres Jember melalui Satbinmas bersama perangkat Kelurahan Patrang segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi yang disebut dalam video.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat seperti lurah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua RW, hingga Ketua RT setempat untuk memastikan kebenaran informasi. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa video itu hanyalah rekayasa yang dibuat oleh seorang pemuda berinisial ALF bersama teman-temannya.
Mereka memotret sosok menyerupai pocong lalu mengeditnya menggunakan teknologi AI di sebuah rumah di Jalan Merpati, Patrang, Jember. Awalnya konten tersebut hanya dibuat untuk status WhatsApp pribadi, namun kemudian menyebar luas dan memicu kepanikan publik.
Polisi menegaskan bahwa tindakan cepat ini dilakukan sebagai langkah preventif agar masyarakat tidak terus terpengaruh oleh informasi menyesatkan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Awalnya hanya dibuat untuk story WhatsApp, namun kemudian menyebar luas ke berbagai media sosial hingga menimbulkan keresahan masyarakat,” jelas Kasat Binmas Polres Jember AKP Agus Yudi Kurniawan dikutip laman resmi Tribratanews Resjember, Minggu (24/5/2026).
Fenomena serupa juga terjadi di Lamongan, Jawa Timur. Warga Lingkungan Tumenggungan dibuat geger oleh video pendek yang memperlihatkan sosok pocong berdiri di gang gelap pada malam hari.
Video itu cepat menyebar dan memunculkan berbagai spekulasi di masyarakat mengenai adanya penampakan makhluk gaib. Bahkan salah satu warga bernama Faisol kepada detikNews (24/5)mengaku terkejut karena lokasi dalam video ternyata berada tepat di depan rumahnya sendiri.
Namun setelah aparat kelurahan melakukan penelusuran, fakta sebenarnya pun terungkap. Sosok pocong tersebut ternyata diperankan oleh dua remaja berinisial MA dan AB yang sengaja membuat prank demi konten media sosial.
Salah satu remaja bertugas menjadi pocong, sedangkan rekannya merekam aksi tersebut. Keduanya akhirnya dipanggil ke kelurahan untuk dimintai klarifikasi dan mengaku hanya berniat bercanda tanpa menyadari dampak keresahan yang ditimbulkan. Mereka pun meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Lamongan atas kegaduhan yang terjadi.
Di wilayah Malang Raya, Jawa Timur juga muncul isu mengenai begal pocong. Begal pocong adalah narasi tentang sosok pocong palsu yang digunakan sebagai modus kriminalitas jalanan pada malam hari. Isu ini langsung menyebar cepat di media sosial dan menimbulkan ketakutan di masyarakat.
Namun pihak kepolisian memastikan bahwa kabar tersebut sepenuhnya hoaks dan tidak ditemukan laporan resmi terkait kejadian itu. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas sumbernya serta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
Warga Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, juga dibuat khawatir dengan beredarnya video teror hantu pocong yang viral di media sosial.
Video tersebut menyebar melalui berbagai platform digital, terutama grup Facebook dan percakapan WhatsApp, sehingga banyak warga mempercayai bahwa telah terjadi aksi pocong maling atau pocong bersenjata tajam yang berkeliaran di wilayah tertentu.
Namun setelah dilakukan penelusuran oleh pihak kepolisian, informasi mengenai teror pocong di Grobogan dipastikan sebagai hoaks.
Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto, menjelaskan bahwa lokasi Karangsono yang disebut dalam unggahan sebenarnya merujuk pada daerah sekitar Stasiun Karangsono di Desa Suru, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan.
Polisi kemudian melakukan patroli siber dan penelusuran terhadap video yang beredar di berbagai platform media sosial.
Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa video yang sama ternyata juga digunakan oleh akun-akun lain dengan narasi lokasi berbeda, bahkan ditemukan pula unggahan serupa yang mengatasnamakan wilayah Magelang.
Dari fakta tersebut, polisi menyimpulkan bahwa video itu kemungkinan sengaja dipakai ulang oleh sejumlah akun dengan hanya mengganti keterangan lokasi agar tampak seolah-olah kejadian benar terjadi di daerah tertentu.
Menurut pihak kepolisian, penyebaran video pocong tersebut diduga dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan perhatian, keuntungan pribadi, atau sekadar menakut-nakuti masyarakat.
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak panik dan resah dalam menyikapi beredarnya teror pocong bersajam ini. Jika masyarakat mengetahui atau melihat pocong, segera ambil video atau foto, dan hubungi polisi.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































