tirto.id - Dugaan teror semprotan berbahaya di dalam kereta menggemparkan publik Jepang. Satu keluarga yang jadi penumpang kereta JR Tokaido Line disebut jadi korban dan harus dirawat di rumah sakit karena dugaan teror itu.
Teror semprotan berbahaya ini pertama dilaporkan pada Minggu (10/5/2026) waktu Jepang. Seturut Japan Today, pihak kepolisian setempat menyebut dugaan adanya penyemprotan terjadi di salah satu gerbong kereta JR Tokaido Line ketika melintas dekat Tokyo.
Secara misterius, sejumlah penumpang kereta mencium bau aneh dalam kurun waktu yang sama. Tak lama setelahnya, satu keluarga yang terdiri suami-istri dan putri mereka yang berusia 1 tahun mengeluhkan gangguan pada tenggorokannya hingga sulit bernapas.
Ketiga anggota keluarga itu mengeluhkan adanya gejala iritasi pada tenggorokan tak lama setelah bau aneh tercium di dalam gerbong. Akibatnya, panggilan darurat dilakukan petugas kereta. Pasca-insiden, sekitar 10 penumpang turut dilarikan ke rumah sakit.
Menukil Livedoor, petugas kereta melaporkan insiden tersebut setelah salah satu penumpang merasa ada “sesuatu seperti semprotan” yang terjadi di gerbong yang ia tumpangi. Kesaksian penumpang lain tentang bau aneh dan adanya satu keluarga yang mengeluhkan sakit tenggorokan tak lama setelahnya, kemudian membuat petugas memproses laporan.
Japanese authorities stopped a Tokaido line train at Kawasaki station after reports of an unknown substance sprayed in a carriage.
— Al Jazeera English (@AJEnglish) May 10, 2026
Three passengers were hospitalised with mild throat pain and headaches. pic.twitter.com/7uEQgwPtDo
Petugas pemadam disebut telah dikerahkan untuk memeriksa apakah ada gas berbahaya yang ditemukan dalam kereta. Namun, tak ada jejak gas berbahaya selama pemeriksaan tersebut.
Sementara itu, pihak kepolisian Jepang menyebut belum dapat mengonfirmasi apakah betulan terjadi teror penyemprotan di dalam kereta. Berdasarkan pemeriksaan rekaman CCTV, pihak kepolisian mengatakan belum menemukan adanya gelagat mencurigakan di dalam gerbong.
Insiden yang terjadi di dalam kereta tersebut kemudian meningkatkan kekhawatiran akan keselamatan para penumpang. Di masa lalu, jaringan kereta Jepang pernah menjadi target serangan teror gas sarin terorganisir pada 1995.
Jepang Pernah Heboh Serangan Gas Sarin di Kereta Bawah Tanah
Pada 1995 publik Jepang dibuat heboh dengan insiden serangan gas sarin yang beracun di dalam gerbong kereta bawah tanah. Serangan teror terjadi secara luas, menyebabkan 13 orang tewas karena teror tersebut.
Teror gas sarin pada 1995 itu kini dikategorikan sebagai serangan teroris. Gerakan keagamaan AUM Shinrikyo yang kala itu baru berkembang, disebut sebagai dalang di balik serangan itu.
Mengutip Britannica, serangan ini terjadi pada 20 Maret 1995. Kala itu, lima orang pelaku memasuki jaringan kereta bawah tanah Tokyo. Mereka naik di lima kereta berbeda dengan tujuan Stasiun Tsukiji di Tokyo.
Setelah kereta berangkat, kelima pelaku kemudian mengeluarkan kantong berisi sarin dari tas masing-masing, menjatuhkannya ke lantai kereta, dan menusuk kantong untuk membuatnya menganga. Pelaku kemudian pergi dari kereta setelah melakukan aksi teror tersebut.
Zat sarin pada kantong itu kemudian menguap seiring kereta berjalan. Gas yang dihasilkan itu lalu meracuni para penumpang.
Ketika dijadikan racun bagi manusia, sarin menjadi gas teramat berbahaya karena tidak berbau dan berwarna. Namun, seiring kereta terus berjalan, gerbong-gerbong dengan kantong sarin di dalamnya mulai berasap akibat reaksi kimia sarin dengan zat-zat di sekitarnya.
Banyak dari korban tewas dalam serangan itu merupakan orang yang berupaya untuk membuang sarin, dan dua di antaranya adalah petugas kereta. Kontak langsung dengan kantong berisi sarin tersebut membuat racun bekerja secara mematikan.
Serangan itu kemudian dikaitkan dengan AUM Shinrikyo setelah polisi menemukan penggunaan sarin dalam upaya pembunuhan yang sebelumnya kerap dilakukan sekte tersebut. Dua hari pascaserangan, kantor AUM Shinrikyo di Tokyo digerebek.
Tabung-tabung berisi bahan kimia beracun ditemukan dalam markas sekte tersebut. Zat-zat kimia itu merupakan bahan baku yang mereka gunakan untuk membuat sarin.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































