Menuju konten utama

Beli Moge Seharga Rp6,3 M, Dishub DKI: Untuk Pengawalan Gubernur

Dishub DKI Jakarta menganggarkan Rp6,3 miliar untuk membeli lima motor listrik.

Beli Moge Seharga Rp6,3 M, Dishub DKI: Untuk Pengawalan Gubernur
Motor gede bertenaga listrik Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta untuk kegiatan patroli dan pengawalan (patwal) di Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (18/9/2023). ANTARA/Siti Nurhaliza.

tirto.id - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menganggarkan Rp 6.354.750.000 (Rp6,3 miliar) untuk membeli lima motor listrik yang dipakai mengawal pejabat kelas VVIP. Motor yang bakal dibeli tergolong sebagai motor besar alias motor gede (moge).

Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, ada sejumlah alasan mengapa pihaknya melakukan pengadaan moge listrik Rp6,3 miliar.

Dalih pertama, petugas pengawalan yang mengawal Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono harus bermobilitas tinggi. Sebab, Heru diklaim memiliki mobilitas yang tinggi.

"Begitu itu dilakukan untuk pengawalan, maka mobilitas Pak Gubernur [Heru Budi] sangat tinggi. Contohnya hari ini, beliau [Heru Budi] dari sini ada kegiatan lanjutan," katanya kepada awak media, Selasa (26/3/2024).

Dalih kedua, kata Syafrin, yakni untuk mengurangi polusi udara di DKI Jakarta. Menurut dia, untuk mengurangi polusi Ibu Kota, Pemprov DKI menjadi pihak yang harus memulainya untuk pertama kali.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan juga bakal perlahan mengganti kendaraan bermotor mereka menjadi kendaraan listrik.

"Targetnya kan [mengatasi] kemacetan, polusi udara, itu menjadi domain kami dan kami memberikan sosialisasi juga ke masyarakat, ini prioritas kita," ucapnya.

"Jadi, tidak hanya mendorong ganti, tapi kami sudah mulai. Ayo sama-sama kita mulai demi kualitas udara Jakarta lebih baik," lanjut Syafrin.

Ia menambahkan, moge listrik untuk pengawalan ini baru bakal aktif terpakai pada 2025. Pemprov DKI, katanya, terakhir kali melakukan pengadaan motor besar untuk pengawalan pada 2006.

Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa Dishub DKI melakukan pengadaan Rp6,3 miliar tersebut. Syafrin belum mengungkapkan merek motor yang akan dipakai.

Menurut dia, merek motor yang bakal dibeli tergantung dari katalog dalam tender pengadaan motor listrik tersebut.

"Ini [motor besar pengawalan lama] kita akan ganti, tapi dengan menggunakan teknologi motor listrik. Rencananya, setelah itu diadakan nantinya, motor listrik tersebut akan digunakan prioritasnya untuk pemanduan gubernur terpilih nanti," kata Syafrin.

"Kami menunggu mereka [merk motor] tayang di katalog. Setelah ada di katalog, baru bisa kita lakukan pembelian," imbuh dia.

Baca juga artikel terkait DISHUB DKI JAKARTA atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash news
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Anggun P Situmorang