tirto.id - Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menilai, reformasi pasar modal yang bakal dijalankan, salah satunya ketentuan free float minimum menjadi 15 persen, akan membuat lebih banyak investor masuk ke pasar saham Indonesia. Pasalnya, dengan free float, pasokan saham yang beredar di pasar akan semakin besar.
Perlu diketahui, free float merupakan jumlah saham perusahaan yang beredar di publik dan bisa diperdagangkan bebas di pasar, tidak termasuk saham yang dipegang pemilik utama atau pihak internal. Sederhananya, free float merupakan jumlah saham yang benar-benar beredar di pasar.
"Pada saat yang bersamaan kita meningkatkan supply, iya. Tetapi pada saat yang bersamaan kita juga akan meningkatkan demand," kata dia, kepada awak media, di Wisma Danantara, dikutip Minggu (1/2/2026).
Didukung dengan peningkatan transparansi di pasar modal, bahkan bukan hanya investor domestik saja yang akan bertambah di pasar saham, namun juga investor asing.
"Dengan transparansi yang lebih baik tadi itu, kita harapkan investor asing akan lebih banyak lagi masuk. Itu akan meningkatkan demand. Tadi dukungan dari pemerintah sudah sangat luar biasa. Investor domestik kita bisa masuk," tambah Jeffrey.
Saat ini, otoritas pasar modal tengah menggodok aturan batas minimum free float ini, untuk segera dapat diimplementasikan di tahun ini. Namun, Jeffrey tidak merinci, kapan waktu pasti kebijakan baru ini akan mulai berlaku.
"Perubahan peraturan pencatatan itu sedang kami lakukan dan segera akan masuk proses rule-making-rule," ucapnya.
Sementara itu, peningkatan batas minimum free float menjadi 15 persen ini merupakan salah satu upaya Indonesia untuk meningkatkan transparansi serta akuntabilitas di pasar modal domestik. Dengan begitu, pasar modal Indonesia diharapkan dapat lebih dekat dengan standar global.
"Agar tentunya kita bisa mempertahankan di standar emerging market. Dan tentunya kita berharap bahwa pasar modal kita lebih kuat, lebih adil, lebih kompetitif, lebih transparan. Karena ini merupakan signal, sekali lagi saya katakan signal kepada global market,” tegas Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam konferensi pers, Jumat (31/1/2026).
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Farida Susanty
Masuk tirto.id






































