tirto.id - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di rentang 5,9-7,5 persen pada 2027. Dengan target ini, cita-cita Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen di akhir masa jabatannya diharapkan dapat tercapai.
Tidak hanya itu, Indonesia juga perlu mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi agar terbebas dari jebakan negara berpenghasilan menengah sejak 1933.
"Karena Indonesia sudah 33 tahun terjebak di dalam middle income trap dan sejak tahun 1993 kita masuk kategori middle income mid-country," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat (Rakorbangpus) Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027, dikutip Selasa (12/5/2026).
Dengan kondisi ini, pendapatan per kapita Indonesia di 2024 yang hanya sebesar 4.910 dolar Amerika Serikat (AS) masih jauh dari kategori negara berpendapatan tinggi (high income country) di mana tercatat berpendapatan 13.935 dolar AS.
"Kita perlu tumbuh dan tumbuh ini tidak hanya di Jakarta, tapi tumbuh di setiap daerah dan dalam catatan kami pertumbuhan nasional 5,9 sampai 7,5 persen," tambahnya.
Namun, pertumbuhan tinggi ini tidak bisa dicapai dengan usaha pemerintah pusat saja, melainkan perlu juga dukungan dari pemerintah daerah (Pemda).
Dalam RKP 2027, Bappenas menargetkan pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa dapat mencapai 5,9-7,5 persen di akhir tahun depan. Sementara itu, Bali-Nusa Tenggara ditarget tumbuh 5,5-7,2 persen; Pulau Sumatra diharapkan bisa mencapai pertumbuhan 5,4-6,8 persen; Kalimantan tumbuh 5,7-7,2 persen; Sulawesi tumbuh di kisaran 6,8-8,7 persen; Maluku tumbuh 17,6-19,9 persen; sementara Papua ditarget tumbuh 5,1-6,9 persen di 2027.
"Oleh karena itu kami mendorong kawasan timur Indonesia tumbuh lebih tinggi dengan tetap menjaga pertumbuhan kawasan barat di Indonesia. Kami berharap pembangunan di daerah ini terus didorong dan digali sesuai dengan karakteristik dan potensi masing-masing wilayah, seperti contoh Sulawesi yang diarahkan untuk menjadi industri berbasis sumber daya alam atau Sumatra yang diarahkan menjadi mata rantai utama bioindustri dan kemaritiman," jelas Rachmat.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id




































