Menuju konten utama

Banjir NTB, Pemkot Mataram Beri Trauma Healing & Buka Dapur Umum

Trauma healing Dinkes Kota Mataram diberikan melalui sesi konsultasi, dapur umum Dinsos Kota Mataram melayani 6.000 porsi per hari.

Banjir NTB, Pemkot Mataram Beri Trauma Healing & Buka Dapur Umum
Kegiatan trauma healing yang dilakukan tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dengan melibatkan Dokter Spesialis Jiwa kepada anak-anak dan warga korban banjir di Pamotan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu (9/7-2025). ANTARA/HO-Dinkes Mataram.

tirto.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram bergerak untuk melakukan upaya mitigasi banjir yang melanda enam kecamatan se-Kota Mataram, Provinsi Nusata Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (6/7/2025). Dinas kesehatan (dinkes) dikerahkan untuk beri trauma healing, sementara dinas sosial (dinsos) membuka dapur umum.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram, dr H Emirald Isfihan, mengatakan kegiatan trauma healing baru dimulai hari ini, Rabu (9/7/2025). Kegiatan ini melibatkan dokter spesialis jiwa dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Mataram.

"Alhamdulillah, mulai hari ini 70 dokter dari IDI Mataram termasuk para dokter spesialis. Seperti spesialis anak, syaraf, penyakit dalam, hingga spesialis jiwa ikut turun," katanya di Mataram.

Kegiatan trauma healing bertujuan membantu anak-anak dan masyarakat yang terdampak banjir untuk pulih dan mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh trauma tersebut, baik secara fisik maupun psikologis.

"Kegiatan itu, bertujuan untuk memulihkan keseimbangan emosional, meningkatkan kemampuan adaptasi, dan membantu warga kembali dalam kehidupan normal sehari-hari," katanya.

Ia mengatakan, untuk hari pertama kegiatan trauma healing dilakukan di Lingkungan Pamotan, Kecamatan Cakranegara dengan mengumpulkan anak-anak, orang tua, dan masyarakat umum yang ada di sekitarnya.

Kegiatan trauma healing dilakukan dengan membuka konsultasi, berkomunikasi mendengarkan keluh kesah warga, bercerita, dan bermain bersama anak-anak.

Kegiatan trauma healing oleh tim dari dinkes tersebut dilakukan secara bergantian, karena dokter spesialis jiwa hanya satu orang.

Untuk percepatan pemulihan trauma anak-anak dan masyarakat terdampak banjir, Dinkes Kota Mataram juga akan melibatkan tim dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi NTB.

"Kami berharap, kegiatan trauma healing bisa memotivasi masyarakat untuk bangkit dan meningkatkan kualitas hidup lebih baik lagi," katanya.

Di sisi lain, lanjut Emirald, kegiatan tim kesehatan hari ketiga pasca banjir selain trauma healing juga turun melakukan pengecekan kesehatan warga terdampak pada tiga lokasi yakni di Pamotan, Kekalik, dan Posko tanggap darurat.

"Tim kami bagi menjadi lima kelompok dengan ketentuan satu kelompok beranggotakan 10-15 orang," katanya.

Tim Tagana DInsos

Tim Tagana Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, bergotong royong menyiapkan menu makanan di dapur umum untuk dibagi kepada korban banjir, Rabu (9/7-2025). ANTARA/Nirkomala.

Siapkan 6.000 Nasi Bungkus Per Hari

Dinsos Kota Mataram, Provinsi NTB menyatakan hingga hari ketiga setelah banjir melanda enam kecamatan di kota setempat pada Minggu (6/7/2025), dapur umum masih menyiapkan 6.000 nasi bungkus per hari ntuk membantu para korban banjir.

"Sebanyak 6.000 nasi bungkus yang kami siapkan itu dibagi 3.000 untuk makan siang dan 3.000 bungkus untuk makan malam," kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Lalu Samsul Adnan di Mataram, Rabu.

Ia mengatakan dapur umum lapangan yang dipusatkan di Posko Tanggap Darurat Bencana 2025 di halaman Pendopo Wali Kota Mataram beroperasi sesuai dengan SK Tanggap Darurat yang ditetapkan selama 14 hari terhitung mulai tanggal 6 Juli 2025.

Namun demikian, pemantauan kondisi dan situasi serta kebutuhan di lapangan juga akan disesuaikan. Artinya, pembukaan dapur umum bisa saja kurang dari 14 hari dan bisa juga lebih kalau terjadi eskalasi cuaca ekstrem.

Ia mengatakan jumlah nasi bungkus yang disiapkan sebanyak 6.000 per hari memang belum memadai dengan jumlah warga yang terdampak sesuai data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram terakhir sebanyak 6.511 kepala keluarga (KK) atau 25.955 jiwa.

Karena itu, nasi bungkus yang disiapkan di dapur umum menyasar skala prioritas bagi warga yang mengungsi tidak dalam pengungsian komunal, melainkan mengungsi ke rumah keluarga agar tidak menjadi beban keluarga tempat mereka mengungsi.

Pembagian bantuan nasi bungkus tersebut dibagikan melalui camat dan lurah agar lebih tepat sasaran.

"Untuk di titik-titik pengungsian sudah diberikan secara khusus, karena ada juga bantuan dari provinsi," katanya.

Sementara untuk berbagai bahan makanan yang diolah di dapur umum saat ini sepenuhnya menggunakan anggaran dari bantuan Badan Amil Zakat (Baznas) Kota Mataram.

"Kami mendapat batuan dari Baznas sebesar Rp100 juta, yang diprediksi untuk memenuhi kebutuhan dapur umum selama 14 hari," katanya.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Pengentasan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Dinsos Kota Mataram Kanesti Cahya Kartika, biasa disapa Koko, mengatakan makanan yang disiapkan di dapur umum sudah terpenuhi untuk kebutuhan karbohidrat, protein, dan sayuran.

"Kami memang tidak ada ahli gizi khusus, kami ada relawan sebagai ahli gizi. Petugas yang masak di dapur umum ini sudah terlatih," katanya.

Bahkan, sebelum masakan didistribusikan ke para korban banjir, terlebih dahulu dicoba untuk memastikan rasa dan komposisi gizi.

"Para pejabat Pemerintah Kota Mataram, seperti Kapolres, Dandim, Wali Kota Mataram, Sekda, Asisten, pernah coba masakan dari dapur umum dan memberikan respons positif, karena rasanya enak," katanya.

Baca juga artikel terkait BANJIR NTB

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Siti Fatimah