Menuju konten utama

Banjir Lahar Dingin Semeru, Tiga Jembatan Putus di Lumajang

Banjir lahar Gunung Semeru terjadi pada pukul 16.00, Jumat sore, 7 Juli 2023 dan menyerang tiga desa di Lumajang, Jawa Timur.

Banjir Lahar Dingin Semeru, Tiga Jembatan Putus di Lumajang
Sejumlah warga melihat aliran material lahar hujan Gunung Semeru di Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (8/3/2023). Akibat aliran lahar hujan tersebut aktivitas warga daANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/Zk/foc.

tirto.id - Banjir lahar Gunung Semeru menerjang Kabupaten Lumajang pada pukul 16.00, Jumat sore, 7 Juli 2023. Peristiwa ini dilaporkan membuat tiga jembatan penghubung desa di Lumajang terputus.

Adapun kejadian ini juga dikonfirmasi oleh Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

“Iya betul (telah terjadi banjir lahar dingin di Lumajang),” kata Aam, sapaan akrabnya, dikonfirmasi reporter Tirto, Jumat (7/7/2023).

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur Gatot Soebroto melaporkan, banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi di wilayah lereng Gunung Semeru.

“Kondisi hujan yang terjadi di wilayah lereng Gunung Semeru menyebabkan meningkatnya debit pada Daerah Aliran Sungai lahar Gunung Semeru yang menerjang beberapa jembatan penghubung desa hingga terputus,” kata Gatot dalam keterangannya, Jumat (7/7).

Ia menyatakan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini. Banjir menerjang tiga desa yaitu, Desa Tumpeng, Desa Sidomuylo dan Desa Sumberwuluh.

Adapun jembatan terputus terjadi di Kali Mujur, Kali Batas Perbatasan Malang-Lumajang, dan Jembatan gantung Kaliregoyo, Sumberwuluh, Candipuro.

Gatot menyatakan, TRC PB BPBD Kab. Lumajang telah melakukan assessment di lokasi kejadian.

“(Juga) Melakukan proses pembersihan material longsor di lokasi kejadian,” ujarnya.

BPBD Provinsi Jatim juga menerjunkan dukungan personil satu regu ke lokasi untuk asesment lebih lanjut dan memberikan bantuan berupa Glangsing 2.000 pcs, pacul 10 pcs, sekop 10 pcs, terpal 20 pcs, sembako 115 paket, siap saji (rendang) 2 dus, tambah gizi (biskuit) 2 dus.

Di sisi lain, Kapolsek Pasirian Agus Sugiharto melarang masyarakat untuk melintas karena potensi material turut bercampur dalam lahar dingin Gunung Semeru.

“Kami melarang untuk kendaraan roda 2 dan roda 4 tidak melintas, situasi masih hujan intensitas sedang,” katanya dilansir Antara.

Baca juga artikel terkait BANJIR LAHAR DINGIN atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Restu Diantina Putri