Menuju konten utama

Bahlil dan Purbaya Matangkan Skema Royalti-Pajak Ekspor Tambang

Dengan skema yang lebih matang, pengenaan tarif royalti baru dan pajak ekspor diharapkan menciptakan keseimbangan keuntungan negara dan sektor swasta.

Bahlil dan Purbaya Matangkan Skema Royalti-Pajak Ekspor Tambang
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. foto/Nanda

tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah tengah mematangkan skema baru terkait penerimaan negara dari sektor pertambangan, termasuk pembahasan royalti dan pajak ekspor

Bahlil mengatakan pembahasan tersebut dilakukan bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai pemerintah memutuskan penundaan penerapan kebijakan tersebut. Dengan skema yang lebih matang, Bahlil berharap pengenaan tarif royalti baru dan pajak ekspor dapat menciptakan keseimbangan keuntungan antara negara dan sektor swasta.

"Ada beberapa penyesuaian regulasi termasuk yang kita bahas pengenaan pajak ekspor pada komoditas yang pernah disosialisasikan. Kita sudah sepakati ditangguhkan sementara, sambil kita cari formulasi yang baik, agar menguntungkan negara dan juga menguntungkan pengusaha harus sama-sama untung," ucap Bahlil di Kejaksaan Agung, Rabu (13/5/2026).

Sementara itu, Purbaya mengonfirmasi bahwa kebijakan royalti SDA dalam skema awal akhirnya tidak jadi diterapkan setelah adanya pembahasan lanjutan dengan Kementerian ESDM.

"Kita ikuti kebijakan Pak Menteri ESDM. Rupanya ada perubahan setelah saya bicara kemarin. Gak lama perubahan setelah ngomong, sejam dua jam setelah itu ada perubahan. Pak Bahlil telepon saya, ya udah kita ikuti," ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Selasa (12/5/2026).

Meski demikian, Purbaya memastikan potensi penerimaan negara dari sektor SDA tetap akan meningkat melalui formulasi baru yang kini tengah difinalisasi pemerintah.

Ia juga menyebut nilai penerimaan dari kebijakan baru yang tengah disiapkan Bahlil berpotensi jauh lebih besar dibandingkan skema royalti sebelumnya. Menurutnya, formulasi tersebut dapat meningkatkan pendapatan negara tanpa memicu gejolak di industri pertambangan.

"Tanpa itu pun pendapatan kami akan meningkat. Yang penting untuk saya itu," ucapnya.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana