tirto.id - Jumat terakhir bulan Syaban menjadi hari yang penting bagi umat Islam karena bisa menjalankan amalan dan membaca doa tertentu. Lantas, apa saja doa Jumat terakhir bulan Sya'ban?
Dalam kalender Hijriah, bulan Syaban merupakan bulan ke-8 atau bulan terakhir sebelum Ramadan. Selama Syaban, umat muslim dapat melaksanakan berbagai ibadah sunah sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah SAW.
Nabi Muhammad SAW terbiasa memperbanyak amalan, terutama puasa sunah, selama Syaban. Diriwayatkan, Aisyah R.A berkata:
“Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW melakukan puasa sebulan penuh kecuali puasa bulan Ramadan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa sunah melebihi di bulan Syaban,” (HR Bukhari Nomor 1969 dan Muslim Nomor 1156).
Jumat Terakhir Bulan Syaban, Baca Doa Apa?
Tidak ada riwayat khusus yang membahas tentang bacaan doa Jumat terakhir bulan Syaban. Akan tetapi, muslimin dan muslimat dapat membaca doa-doa tertentu dalam rangka menyambut bulan Ramadan.
Ketika melantunkan doa, seorang hamba berkomunikasi dengan Tuhannya. Doa tersebut dapat mencakup permohonan kepada Allah SWT agar diberikan kesehatan, keselamatan, kekuatan, dan kesempatan untuk berjumpa dengan bulan Ramadan.
Doa Jumat terakhir sebelum Ramadan juga bisa mengharapkan agar diberikan keikhlasan dan hati yang murni dalam beribadah. Dengan begitu, umat muslim dapat mendekatkan diri kepada Allah selama bulan suci.
Bacaan doa Jumat terakhir bulan Syaban pada dasarnya memohon agar diberikan kekuatan dan istikamah beribadah. Khususnya ibadah Ramadan seperti puasa, tarawih, dan lain-lain.
Adapun bacaan doa Jumat terakhir sebelum Ramadhan sebagai berikut.
Doa Jumat Terakhir Bulan Syaban 1
Doa pertama yang bisa umat Islam baca pada Jumat terakhir bulan Syaban adalah memohon agar dipertemukan dengan Ramadan. Berikut ini bacaan doa serta terjemahannya.اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِيْ إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـيْ رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِيْ مُتَقَبَّلاً
“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadan dan antarkanlah Ramadan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadan.”
Doa Jumat Terakhir Bulan Syaban 2
Pada Jumat terakhir bulan Syaban, umat muslim juga bisa membaca doa agar diberikan kemudahan dalam beribadah. Adapun bacaan doa Jumat terakhir bulan Sya'ban sebagai berikut.اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ وأعنا على الصيام والقيام وغض البصر وحفظ اللسان ولا تجعل حظنا منه الجوع والسهر
“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban dan sampaikanlah kami ke bulan suci Ramadan. Dan tolonglah kami untuk melaksanakan puasa, menghidupkan malam (salat tarawih), mengendalikan pandangan, menjaga lidah, dan janganlah Engkau jadikan bagian pahala puasa kami hanya sekedar berlapar-lapar dan berjaga-jaga saja.”
Doa Jumat Terakhir Bulan Syaban 3
Selain doa di atas, muslimin maupun muslimat juga bisa memohon agar diberikan berbagai kebaikan menjelang Ramadan. Doa pada Jumat terakhir sebelum Ramadhan sebagai berikut.اَللّٰهُمَّ هَا نَحْنُ فِيْ الْجُمْعَةِ الْأَخِيْرَةِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ فَاجْعَلْ هٰذِهِ الْجُمْعَةَ مَلِيْئَةً بِالْخَيْرَاتِ، اَللّٰهُمَّ نَسْاَلُكَ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ فِيْ هٰذِهِ الْجُمْعَةِ وَفِيْ كُلِّ يَوْمٍ مِنْ أَيَّامِ شَهْرِ رَمَضَانَ الْقَادِمَ يَا رَبْ.
“Ya Allah, sekarang kami berada di hari Jumat terakhir dari bulan Syaban, maka jadikanlah Jumat ini penuh dengan kebaikan-kebaikan.”
Apa Saja Amalan Jumat Terakhir Bulan Syaban?
Umat Islam bisa melaksanakan beberapa amalan bulan Syaban dengan tujuan terus mengingat dan mendekatkan diri kepada-Nya. Berikut ini daftar amalan Jumat terakhir bulan Syaban.
1. Amalan Bulan Syaban Menyambut Ramadhan: Puasa Sunnah
Nabi Muhammad SAW memberikan contoh amalan bulan Syaban dengan memperbanyak puasa sunah. Pada dasarnya, umat muslim bisa menjalankan ibadah sunah tersebut sejak awal bulan.Muslimin yang sudah terbiasa berpuasa Senin-Kamis, bisa menjalankan ibadah ini hingga hari Kamis terakhir Syaban. Sementara hamba yang berpuasa sunah daud (1 hari puasa, 1 hari tidak) dapat menyesuaikan dengan waktu awal puasa.
Bagaimana dengan seseorang yang belum membayar puasa wajib, sedangkan hari yang tersisa pada Syaban tinggal sedikit? Hukum membayar utang puasa Ramadan adalah wajib dibayarkan sebelum Ramadhan berikutnya.
Jika masih ada utang puasa 1 atau 2 hari, kita masih bisa menebusnya pada Jumat terakhir Syaban. Seperti halnya puasa saat Ramadan, muslimin dan muslimat yang mengganti puasa harus berniat pada malam hari.
Dalam Al Majmu Syarah Al Muhadzdzab, Imam Nawawi mengutip pendapat Asy-Syirazi, jika seseorang mempunyai utang puasa Ramadan dan tidak mempunyai uzur, ia tidak boleh mengakhirkannya (menunda pembayaran puasa) sampai datang Ramadan berikutnya.
Jika orang tersebut tetap mengakhirkan qadha sampai datang Ramadan berikutnya atau hingga melewati Ramadan tersebut, ia harus membayarkan makanan sejumlah 1 mud (5/6 liter) setiap hari.
2. Amalan Bulan Syaban Menyambut Ramadhan: Zikir dan Doa
Pada dasarnya, umat Islam bisa menggunakan waktunya untuk banyak berzikir dan mengingat Allah. Amalan-amalan lainnya adalah memanjatkan doa, terutama doa agar dapat berjumpa dengan bulan Ramadan.Doa merupakan wujud permohonan seorang hamba kepada Rabb-nya. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Mukmin ayat 60 berikut:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗ
Arab Latin:
Wa qāla rabbukumud‘ūnī astajib lakum.
Terjemahan:
"Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan)'."
Membekali diri dengan ilmu tentang puasa menjadi salah satu aktivitas penting bagi muslim dalam menyambut bulan Ramadhan. Mulai dari memahami masalah hukum, tata cara, dan berbagai aturan syariat yang berkaitan dengan puasa.
Amalan lainnya adalah bermaaf-maafan. Hal ini dapat membersihkan hati secara lahir dan batin sehingga muslimin bisa beribadah dengan lebih ikhlas, ringan, tanpa prasangka, atau hubungan tidak baik.
Ingin membaca berbagai bacaan doa untuk menyambut bulan Ramadan dan kumpulan aktivitas di bulan suci lainnya? Pastikan untuk terus mengikuti beragam artikel bulan Ramadan terbaru di sini.
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Fitra Firdaus
Penyelaras: Yuda Prinada
Masuk tirto.id







































