tirto.id - Ratusan peserta dari berbagai kalangan, seperti komunitas olahraga, penggiat olahraga hingga penyandang disabilitas tunarungu ambil bagian dalam kegiatan ASEAN Fun Run pada Minggu (6/9/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian ASEAN Sport Day (ASD) 2026 yang diselenggarakan di Yogyakarta.
Asisten Deputi Olahraga Layanan Khusus Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Ahmad Arsani, mengatakan, pihaknya menggaungkan Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (GEMAR) di setiap rangkaian acara ASD. Masyarakat didorong untuk menjadikan aktivitas fisik dan olahraga sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari.
“Kami punya program Gemar. Tujuannya adalah bagaimana mengajak masyarakat untuk bergerak, berolahraga secara rutin paling tidak misalnya seminggu sekali. Dengan apa? Dengan memanfaatkan ruang terbuka, dengan biaya yang sangat murah, bisa dihadiri oleh siapa saja, bisa dijangkau oleh masyarakat lapisan apa saja. Kita memanfaatkan yang namanya Car Free Day,” kata Arsani saat diwawancara setelah flag off acara ASEAN Fun Run di Loman Park Hotel Yogyakarta, Minggu (6/9/2026).
Menurut dia, keterbatasan fasilitas olahraga tidak semestinya menjadi alasan masyarakat untuk tidak aktif bergerak. Karena itu, Kemenpora mendorong pemanfaatan ruang-ruang publik yang mudah dijangkau dan tidak membutuhkan biaya besar untuk berolahraga. Salah satunya melalui pemanfaatan ruang pada kegiatan Car Free Day (CFD).
Arsani menyampaikan ruang publik yang sebelumnya digunakan untuk mengurangi aktivitas kendaraan dan emisi tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berjalan, berlari, maupun melakukan aktivitas olahraga lainnya. Dia mengingatkan, pemanfaatan ruang publik juga harus mengedepankan prinsip inklusivitas. Artinya, ruang olahraga tidak hanya dapat digunakan masyarakat umum, tetapi juga masyarakat berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas.
“Pemanfaatan ruang itu harus bisa dimanfaatkan oleh teman-teman (disabilitas) yang lain,” kata dia.
Selain ASEAN Fun Run, rangkaian ASD 2026 di Yogyakarta juga dikolaborasikan dengan sejumlah kegiatan lain, seperti Car Free Day, Tour de Prambanan, serta Training of Trainers (ToT) bagi penggerak olahraga disabilitas. Sebanyak 115 penyandang disabilitas mengikuti kegiatan ToT untuk dipersiapkan menjadi pelatih maupun penggerak olahraga disabilitas.
Arsani mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas gerakan masyarakat agar semakin banyak orang mau bergerak dan berolahraga. Dia berharap dukungan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan terus diperkuat sehingga ruang publik dapat semakin optimal dimanfaatkan sebagai ruang aktivitas fisik masyarakat.
“Semoga ke depannya dukungan tersebut terus mengalir karena di lain pihak ada juga Kementerian UMKM, Kementerian Kesehatan, insyaallah juga akan mendukung dalam kegiatan ini,” kata dia.
Di sisi lain, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto, mengatakan, pelaksanaan kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi daerah, termasuk dari sisi ekonomi. Pemkab Sleman berharap berbagai kegiatan internasional seperti ASD dapat terus digelar dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk belajar serta berinteraksi dengan peserta dari berbagai daerah dan negara.
“Insyaallah ini akan memberi manfaat lebih bagi kita, bagi Sleman utamanya nanti harapannya adalah ini juga bisa mendukung rencana kami menjadikan Sleman menjadi kota belajar,” kata Kus.
Menurut Kus, dampak ekonomi dari penyelenggaraan ASD sudah terasa sejak acara tersebut digelar. Aktivitas masyarakat dan kunjungan peserta dari luar daerah turut membuat geliat ekonomi di sekitar lokasi kegiatan meningkat. Berdasarkan perkiraan sementara, perputaran ekonomi yang terjadi selama tiga hari pelaksanaan kegiatan mencapai sekitar Rp1 miliar hingga Rp 2,5 miliar.
“Mudah-mudahan nantinya harapan kami semuanya supaya ada ASEAN, kalau memang akan jadi ada ASEAN Marathon, bisa dilaksanakan di Kabupaten Sleman,” lata dia.
General Manager Loman Park Hotel Yogyakarta, Handono Suyatno Putro, menambahkan, penyelenggaraan ASEAN Sports Day turut memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perhotelan di Yogyakarta. Menurutnya, kegiatan olahraga internasional seperti ASD menjadi bentuk promosi positif bagi Yogyakarta karena olahraga kini menjadi bagian dari rangkaian pariwisata. Kehadiran peserta dan rangkaian kegiatan juga turut mendorong tingkat hunian hotel.
“Kami Loman mendukung dan semoga acara ini terus bisa menginspirasi masyarakat untuk semangat berolahraga dan akhirnya kita semua sehat menjadi masyarakat yang berbudaya dan sehat,” kata Handono.
Respons Peserta Fun Run
Salah satu peserta asal India, Akhil Srivastava, mengatakan, ASEAN Fun Run menjadi pengalaman pertamanya mengikuti kegiatan tersebut. Dia mengaku menikmati suasana kegiatan dan berencana kembali berpartisipasi pada pelaksanaan tahun depan.
“Ini kali pertama ikut event ini dan sejauh ini kami mengikutinya dengan enjoy. Saya akan ikut lagi tahun depan,” kata Akhil.
Peserta lainnya, Ayu, menilai ASEAN Fun Run menjadi kegiatan yang positif sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat Indonesia untuk ikut mendukung semangat kerja sama ASEAN melalui olahraga.
“Acaranya bagus, positif, keren, istimewa tentunya di Yogyakarta. Semoga tahun depan bisa mengadakan lebih meriah dan keren lagi. Ini pertama kali ikut. Saya ingin ikut mendukung ASEAN, sebagai warga negara Indonesia yang masuk dalam ASEAN, ikut mendukung sport,” kata dia.
Hal senada juga disampaikan Sigit. Menurutnya, ASEAN Fun Run bukan sekadar kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarnegara ASEAN melalui aktivitas yang melibatkan masyarakat.
“Event ini menyenangkan, sebagai pemersatu negara ASEAN, support olahraga,” kata Sigit.
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id






























