Menuju konten utama

AS Siapkan Imbalan Rp169 M untuk Informasi soal Mojtaba Khamenei

Hadiah sebesar 10 juta dolar AS disiapkan Departemen Luar Negeri AS, terkait lokasi Pimpinan Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei.

AS Siapkan Imbalan Rp169 M untuk Informasi soal Mojtaba Khamenei
Foto arsip 31 Mei 2019 menunjukkan putra Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, menghadiri demonstrasi untuk memperingati Hari Yerusalem di Teheran. (Photo by Morteza Nikoubazl via Reuters Connect)

tirto.id - Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah hingga 10 juta dolar AS untuk informasi tentang lokasi pemimpin baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, dan pejabat lain negara itu. Hal tersebut diumumkan oleh Rewards for Justice (RFJ) Departemen Luar Negeri AS pada Jumat (13/3/2026).

"Rewards for Justice menawarkan hadiah hingga 10 juta dolar AS (sekitar Rp169,5 milyar) untuk informasi tentang para pemimpin kunci Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan cabang-cabang komponennya. Individu-individu ini memimpin dan mengarahkan berbagai elemen IRGC, yang merencanakan, mengatur, dan melaksanakan terorisme di seluruh dunia," kata RFJ dalam sebuah pernyataan yang dikutip Antara.

Dalam keterangan detail RFJ, hadiah tersebut berlaku untuk informasi mengenai beberapa individu, termasuk Ayatollah Mojtaba Khamenei, Wakil Kepala Staf di Kantor Pemimpin Tertinggi (SLO) Ali Asghar Hejazi, Penasihat SLO Ali Larijani, Menteri Dalam Negeri Brigjen Eskandar Momeni, dan Menteri Intelijen dan Keamanan Esmail Khatib.

Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, menyebabkan kerusakan, korban sipil dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang kemudian ditanggapi Iran dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Putra Ali Khamenei, Mojtaba, selanjutnya terpilih sebagai pemimpin baru Iran. Otoritas Iran tidak mengumumkan perubahan lain dalam kepemimpinan militer negara itu.

AS dan Israel awalnya mengeklaim serangan "pendahuluan" mereka diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran, tetapi segera memperjelas tujuannya bahwa mereka ingin melihat perubahan rezim di Iran.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Alfons Yoshio Hartanto