tirto.id - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl Mulachela, menyampaikan harapan Pemerintah Indonesia terhadap kepemimpinan baru di Iran demi terciptanya perdamaian di kawasan Timur Tengah yang sedang mengalami eskalasi konflik.
Pesan itu disampaikan menyusul terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran. Vahd mengungkap bahwa Indonesia mengharapkan kepemimpinan Mojtaba dapat mendorong terbangunnya stabilitas dan perdamaian di kawasan.
“Mengenai terpilihnya supreme leader Iran, tentu bagi Indonesia, yang penting adalah bahwa ini dapat menciptakan semakin cepat terjadinya perdamaian,” kata Vahd dalam konferensi pers di Kantor Kemlu, Jumat (13/3/2026).
Menurut Vahd, Indonesia juga berharap dinamika politik di Iran tidak mengganggu hubungan bilateral kedua negara yang telah berlangsung lama. Dia menyebut kerja sama antara Indonesia dan Iran telah terjalin lebih dari tujuh dekade.
“Dari segi hubungan bilateral sendiri, Indonesia dengan Iran memiliki hubungan kerja sama yang cukup panjang, lebih dari 75 tahun,” ujar dia.
Meski demikian, dalam konteks situasi keamanan kawasan saat ini, Pemerintah Indonesia menilai prioritas utama adalah mendorong meredanya konflik dan mengembalikan penyelesaian masalah melalui jalur diplomasi.
Sikap tersebut sejalan dengan posisi diplomasi Indonesia yang selama ini mendorong deeskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog.
“Dalam konteks saat ini tentu harapan kita adalah agar fokusnya kita bisa mengupayakan segera terciptanya perdamaian,” kata Vahd.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id


































