Menuju konten utama

AS Ingatkan Iran, Israel Coba Bunuh Menlu & Ketua Parlemen

Pejabat Iran, Abbas Araghchi dan Mohammad Bagher Ghalibaf, diduga menjadi sasaran pembunuhan Israel. Keduanya sosok penting dalam perundingan AS-Iran.

AS Ingatkan Iran, Israel Coba Bunuh Menlu & Ketua Parlemen
Pertemuan tingkat tinggi AS dan Iran dimediasi Qatar dan Pakistan di kompleks hotel mewah Burgenstock yang menghadap Danau Lucerne, Swiss, pada 21 Juni 2026. (Photo by Fabrice Coffrini / POOL / AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pejabat Amerika Serikat (AS) peringatkan Iran bahwa Israel mungkin tengah berencana untuk membunuh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf. Kedua pejabat Iran itu merupakan negosiator utama dalam perundingan gencatan senjata dari pihak Teheran.

Dinukil dari TRT World, rencana pembunuhan Abbas Araghchi dan Mohammad Bagher Ghalibaf tersebut diyakini para pejabat dan mantan pejabat AS telah direncanakan oleh Israel. Hal ini seturut laporan The New York Times pada Jumat (3/7/2026).

Para pejabat AS yang tidak diungkap identitasnya itu telah menyatakan Washington memiliki kekhawatiran bahwa Araghchi dan Ghalibaf akan dibunuh oleh Israel. Kekhawatiran ini disebut telah muncul sejak negosiasi perdamaian bergulir pada April lalu.

Kekhawatiran juga disebut sempat membuat pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengeluarkan peringatan khusus kepada Teheran melalui negara-negara Teluk. Jika pembunuhan itu betulan terjadi, para pejabat AS itu percaya hal tersebut akan menggagalkan upaya diplomasi dan memicu perang kembali pecah.

Laporan yang mencuat belakangan juga mengonfirmasi setidaknya Ghalibaf telah dimasukkan dalam daftar target Israel. Washington disebut mengetahui hal ini dan mendesak Israel untuk tidak melakukan rencana pembunuhan ini.

Melansir Times of Israel, Pakistan juga rupanya telah mendesak agar Israel tidak menargetkan para negosiator Iran sepanjang perundingan dilaksanakan. Pakistan sejauh ini merupakan salah satu mediator utama konflik Iran-AS.

Sekitar bulan Maret, pejabat Pakistan menyatakan Islamabad telah memperingatkan Washington agar tidak membunuh Ghalibaf dan Araghchi, atau tidak akan ada “orang lain yang dapat diajak bicara” tentang gencatan senjata.

Meskipun Israel diminta untuk tidak melakukan pembunuhan, Ghalibaf rupanya mengalami peristiwa yang membahayakan nyawanya pada April lalu. Kala itu, Ghalibaf baru saja menghadiri pertemuan tak langsung dengan Wakil Presiden AS DJ Vance di Islamabad.

Setelah pertemuan itu, Ghalibaf dijadwalkan kembali ke Iran dengan kawalan jet tempur Pakistan. Namun, dalam perjalanan itu, pasukan keamanan Iran memberi tahu pesawat Ghalibaf tentang adanya aktivitas mencurigakan dari pesawat Israel.

Sebuah informasi intelijen menyebut bahwa dua jet tempur Israel telah memasuki wilayah udara Iran dari Irak serta berpotensi menyerang Ghalibaf di udara. Hal ini membuat Ghalibaf dievakuasi dan mendarat darurat di Kota Mashhad.

Terlepas dari ancaman pembunuhan terhadap Ghalibaf dan Araghchi, tokoh-tokoh politik senior Iran yang berpotensi jadi negosiator telah menjadi target serangan Israel sejak pecah perang pada 28 Februari lalu. Hal ini termasuk kepala keamanan nasional Ali Larijani dan mantan menteri luar negeri Kamal Kharazi.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar