tirto.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mencanangkan program renovasi 152 unit rumah kumuh di kawasan Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat, sebagai proyek percontohan. Target penyelesaian seluruh pekerjaan pun ditetapkan pada 15 Juni 2026.
Program yang dinamakan "Kampung Gotong Royong" ini mengusung konsep pembiayaan dan pengelolaan berbasis kebersamaan warga. Tidak hanya rumah, renovasi juga mencakup tempat ibadah, jalan lingkungan, penataan area jembatan, toilet, hingga area parkir.
"Ya, kita namakan ini kampung Gotong Royong. Kenapa? Biayanya ini gotong royong, me-manage-nya juga gotong royong," ujar Maruarar di lokasi, Jumat (24/4/2026).
Ia menekankan bahwa pembangunan kampung ini tanpa menggunakan APBN dan murni patungan beberapa pihak. Pemberdayaan sumber daya manusia menjadi aspek paling penting. Sebanyak 10 bank yang tergabung dalam "Ladies Banker" turut membina 35 UMKM setempat dalam menyusun laporan keuangan hingga tabungan.
Selain itu, 50 organisasi arsitek dari Ikatan Arsitek Jakarta juga terlibat secara sukarela. "Tidak ada yang dibayar. Bekerja dengan hati dan perhatian," ucapnya.
Menteri yang akrab disapa Ara ini mengakui tantangan terbesar bukanlah pembangunan fisik, melainkan keberlanjutan setelah proyek rampung. Ia meminta warga membuat kesepakatan bersama agar kawasan yang telah diperbaiki tidak kembali kumuh akibat aktivitas berjualan sembarangan atau parkir liar.
"Karena kita sering hanya bisa membangun, kita hanya sering bisa berinovasi, tapi sesudah itu kita gagal mempertahankan visi yang tadi kita sampaikan,” ucapnya.
Berdasarkan data terbaru, progres renovasi saat ini mencapai 11,89 persen. Dari 152 rumah, sebanyak 101 unit sudah dalam tahap pengerjaan, 2 unit dinyatakan selesai, dan 49 unit lainnya akan mulai ditangani minggu depan.
Jika proyek percontohan di Menteng ini berhasil, Maruarar menyatakan program serupa akan diterapkan di beberapa kota lain di Indonesia, seperti Bandung hingga Medan.
"Ini percontohan. Sesudah ini bagus, kita akan buat di beberapa kota lagi di Indonesia," tuturnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































