tirto.id - Apakah puasa Zulhijah harus dilakukan 9 hari berturut-turut sebelum hari raya Idul Adha pada 10 Zulhijah? Bagaimana jika kita baru memulai puasa pada 3, 4, 5, 6 atau bahkan 7 Zulhijah? Lalu, apakah puasa Zulhijah dapat digabung dengan puasa qadha Ramadhan bagi mereka yang masih berutang puasa?
Rasulullah saw. menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak amal salih pada 10 hari pertama bulan Zulhijah. Diriwayatkan sebagai berikut.
مَا مِنْ أَيَّامٍ اَلْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا أَحَبُّ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ، يَعْنِيْ أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَلاَ الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلاَ الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ، إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ.
“Tiada hari ketika suatu amal shâlih lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla melebihi amal salih yang dilakukan di hari-hari ini (yakni sepuluh hari pertama Zulhijah)“.
Pada 10 hari pertama Zullhijah ini juga Allah memerintahkan hamba-Nya untuk banyak bertasbih, bertahlil, dan bertahmid. Dalam Surat Al-Hajj (22:28), Allah berfirman:
وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ
“ … dan agar mereka menyebut nama Allâh pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rizki yang Dia berikan kepada mereka berupa hewan ternak ….” Q.S. Al-Hajj (22: 28)
Selain itu, pada 10 hari pertama bulan Zulhijah terdapat hari Arafah, hari yang terbaik. Pada hari tersebut, ibadah haji tidak sah jika tidak wukuf di Arafah. Kemudian, pada 10 Zulhijah, umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha.
Umat Islam sudah terbiasa mengerjakan puasa Arafah pada 9 Zulhijah. Ada pula yang menyambungnya dengan Puasa Tarwiyah (8 Zulhijah). Lantas, bagaimana dengan puasa Zulhijah? Apakah harus sejak 1 Zulhijah atau 18 Mei lalu? Bagaimana jika kita sudah melewatkannya dan baru berniat puasa sejak 3, 4, atau 5 Zulhijah?
Puasa Zulhijah Apakah Harus 9 Hari?
Puasa 9 hari pada awal bulan Zulhijah 14447 H bertepatan dengan 18–26 Mei 2026. Baik umat Islam kalangan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), atau yang mengikuti hasil sidang isbat, patokannya sama karena 1 Zulhijah memang serentak dimulai pada Minggu, 17 Mei petang atau jika disesuaikan dengan Masehi, pada Senin, 18 Mei 2026.
Namun, apakah puasa ini artinya harus dilakukan secara penuh dalam 9 hari? Apakah bisa dilakukan pada sebagian atau hari-hari tertentu saja dari 9 hari awal Zulhijah tersebut?
Pada dasarnya, Puasa Zulhijah ini merupakan puasa sunah dan sifatnya tidak wajib atau harus dilakukan. Rasulullah menganjurkan untuk berpuasa karena 10 hari pertama bulan Zulhijah mengandung keutamaan dan keistimewaan.
Jadi, puasa tidak harus dilakukan 9 hari berturut-turut pada awal bulan Zulhijah tersebut. Umat Islam tetap bisa melakukan puasa sunah pada hari-hari tertentu, seperti hari Senin-Kamis, atau semampunya.
Namun, ada satu hari yang sangat dianjurkan untuk berpuasa yaitu pada hari Arafah (9 Zulhijah). Tahun 2026 ini, 9 Zulhijah 1447 H bertepatan dengan 26 Mei 2026.
Salah satu keutamaan melaksanakan puasa Arafah adalah menghapuskan dosa. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللّٰهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ، وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ
(Shiyaamu yawmi ‘arafata, ahtasibu ‘alallaahi an yukaffira as-sanata allatii qablahu was-sanata allatii ba’dahu.)
Artinya: "Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya." (HR. Muslim)
Apakah Puasa Zulhijah Bisa Digabung Qadha Ramadhan?
Puasa qadha Ramadhan wajib dilakukan setiap muslim yang meninggalkan puasa Ramadhan sebab uzur syar'i seperti sakit, haid, atau safar. Utang ini harus ditunaikan sebelum datang bulan Ramadhan berikutnya. Lalu, bisakah niat puasa qadha Ramadhan digabung dengan puasa sunah Zulhijah?
Dalam literatur fikih, khususnya Mazhab Syafi'i yang mayoritas diikuti di Indonesia, menggabungkan niat puasa wajib (qadha) dengan puasa sunah (seperti puasa Zulhijah, Tarwiyah, atau Arafah) hukumnya diperbolehkan dan sah.
Menurut Syekh Khatib al-Syirbini dalam kitab Mughni al-Muhtaj, orang yang berpuasa qadha pada hari-hari utama seperti bulan Zulhijah, secara otomatis juga mendapatkan pahala dari puasa sunah tersebut, meskipun ia hanya melafalkan niat puasa qadha-nya.
Namun, para ulama memberikan catatan penting mengenai skala prioritas dalam mengerjakan ibadah.
- Terkait niat utama, jika ingin menggabungkan puasa qadha dan puasa sunnah niat yang dilafalkan di dalam hati haruslah niat puasa qadha Ramadhan (wajib), bukan niat puasa sunah.
- Akan lebih utama jika puasa wajib dan sunah dipisah: Jika waktu dan fisik memadai, memisahkan kedua puasa ini jauh lebih utama. Misalnya, Anda membayar utang puasa Ramadhan terlebih dahulu pada tanggal 1-7 Zulhijah, lalu mengkhususkan tanggal 8 (Tarwiyah) dan 9 (Arafah) murni untuk puasa sunah Zulhijah.
Bagi yang masih memiliki utang Ramadhan, manfaatkan momentum awal Zulhijah ini untuk membayar utang puasa wajib Anda. Dengan begitu, Anda tidak hanya gugur dari kewajiban, tetapi juga insya Allah tetap mendapatkan limpahan berkah dan pahala dari keutamaan sepuluh hari pertama bulan Zulhijah.
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Fitra Firdaus
Masuk tirto.id
































