Menuju konten utama

Apakah AS Serang Iran Hari Ini dengan USS Abraham Lincoln?

Info terkini soal serangan AS ke Iran, benarkah sudah mengirim pasukan untuk menyerang Teheran? Simak update-nya di sini.

Apakah AS Serang Iran Hari Ini dengan USS Abraham Lincoln?
USS Abraham Lincoln (CVN-72), kapal induk Nimitz di Angkatan Laut Amerika Serikat di pelabuhan asalnya di Pangkalan Udara Angkatan Laut Pulau Utara di San Diego, California, AS, 18 Mei 2023. REUTERS/Mike Blake

tirto.id - Kapal induk Amerika Serikat USS Lincoln terlihat berada di kawasan Timur Tengah pada Senin, 26 Januari 2026. Apakah AS akan menyerang Iran?

Pemerintah AS, dalam beberapa minggu terakhir, menunjukkan kemungkinan menyerang Iran sebagai respons atas dugaan adanya penindasan pemerintah Iran terhadap para pengunjuk rasa, yang telah menewaskan ribuan orang.

Dalam konteks ini, Presiden Trump menegaskan kehadiran armada militernya di wilayah yang menjadi tanggung jawab CENTCOM (Air Forces Central).

"Kita memiliki armada besar di sebelah Iran. Lebih besar dari Venezuela," kata Trump dikutip Axios.

Apakah AS Serang Iran Hari Ini?

Terkait kemungkinan serangan ke Iran karena kedatangan kapal induk USS Lincoln, Presiden Donald Trump telah menegaskan bahwa AS siap menggunakan kekuatan militernya, namun belum memastikan akan melancarkan serangan langsung atau tidak.

Ia menyatakan bahwa pengiriman armada militer ini bisa digunakan “hanya untuk berjaga-jaga” sebagai tekanan strategis terhadap Iran.

“Kami mengawasi Iran. Kami memiliki kekuatan besar yang menuju ke Iran,” kata Trump dikutip Al Jazeera.

Trump juga mengklaim bahwa ancaman militer AS telah mencegah pemerintah Iran mengeksekusi lebih dari 800 demonstran anti pemerintah, meskipun klaim tersebut dibantah oleh pihak berwenang Iran.

Trump juga menolak untuk menyatakan secara gamblang apakah maksud dari penempatan kapal induk USS Abraham Lincoln di kawasan Teluk adalah untuk menekan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei mundur dari jabatannya.

“Saya tidak ingin membahas itu, tetapi mereka tahu apa yang kami inginkan. Ada banyak pembunuhan,” jelasnya.

Telepon Pangeran Salman, Iran Minta Bantuan Arab Saudi Hadapi AS?

Baru-baru ini, Presiden Iran Masoud Pezeshkian melakukan panggilan telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS).

Panggilan ini terjadi setelah kapal induk Amerika Serikat (USS Abraham Lincoln) dikirim ke wilayah Teluk, yang memicu kekhawatiran akan kemungkinan konflik baru antara Iran dan AS.

Dalam percakapan telepon, Pezeshkian mengecam ancaman AS, menyebutnya sebagai upaya untuk mengganggu keamanan regional dan mengatakan bahwa tekanan ekonomi atau campur tangan eksternal tidak akan melemahkan ketahanan dan kesadaran rakyat Iran.

Menanggapi hal itu, Putra Mahkota Saudi menyatakan akan mendukung dialog dan menegaskan komitmen Arab Saudi terhadap stabilitas, keamanan, dan pembangunan di wilayah tersebut.

Ia menekankan pentingnya solidaritas negara-negara Islam dan menolak segala bentuk agresi terhadap Iran. Saudi juga menyatakan tidak akan membiarkan wilayah udara atau daratnya digunakan untuk serangan militer terhadap Iran.

“Yang Mulia Putra Mahkota menegaskan dalam percakapan telepon tersebut posisi Kerajaan dalam menghormati kedaulatan Iran, menekankan bahwa Kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau wilayahnya digunakan untuk tindakan militer apa pun terhadap Iran atau untuk serangan apa pun dari pihak mana pun, terlepas dari asal-usulnya,” papar Kantor Berita Resmi Saudi (SPA).

Setelah panggilan, SPA juga melaporkan bahwa Putra Mahkota menegaskan penghormatan Arab Saudi terhadap kedaulatan Iran dan siap mendukung upaya penyelesaian perselisihan melalui dialog, demi meningkatkan keamanan dan stabilitas regional.

“Yang Mulia Putra Mahkota juga menegaskan dukungan Kerajaan untuk setiap upaya yang bertujuan menyelesaikan perselisihan melalui dialog dengan cara yang meningkatkan keamanan dan stabilitas di kawasan tersebut,” tambahnya.

Baca juga artikel terkait AS VS IRAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra