Apa Saja Langkah-Langkah dalam Pengembangan Usaha

Kontributor: Ilham Choirul Anwar - 17 Jan 2022 10:18 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Mengetahui apa saja langkah-langkah dalam pengembangan suatu usaha serta apa saja kendalanya?
tirto.id - Pengembangan usaha diperlukan agar usaha tetap produktif dan tetap mendapatkan penghasilan dalam jangka panjang.

Setiap usaha atau bisnis harus memiliki target yang hendak diraih. Target dapat diwujudkan dengan melakukan pengembangan usaha.

Pengembangan usaha merupakan langkah jangka panjang yang diciptakan oleh organisasi bisnis terkait pelanggan, pasar, dan interaksi di dalamnya.

Langkah pengembangan tersebut perlu dilakukan oleh pelaku bisnis. Tujuan pengembangan usaha yakni mempertahankan usaha agar senantiasa produktif dan mampu menghasilkan keuntungan jangka panjang. Proses menuju target yang hendak diraih menjadi lebih terarah.

Mengutip laman Cybext Pertanian, ada sejumlah langkah yang dapat diambil untuk melakukan pengembangan usaha, yaitu:

1. Jeli dalam melihat pasar.

Memahami kondisi pasar sangat penting untuk menentukan kebijakan. Misalnya, banyak orang lebih suka membeli produk yang viral sekali pun produk tersebut kualitasnya lebih rendah dari produk kompetitornya.

Kecenderungan-kecenderungan pasar yang cukup unik ini perlu dikaji dalam pengembangan usaha agar bisa memasarkan produk yang benar-benar diminati konsumen.

2. Menjalin komunikasi dengan orang lain

Menjalin komunikasi dengan pihak lain akan membuka akses informasi pada banyak hal. Ibarat mata-mata, maka memperluas jaringan komunikasi bisa sekaligus mengumpulkan data-data empiris untuk diterapkan pada pengembangan usaha, seperti perluasan area pemasaran atau penargetan pada konsumen tertentu.

3. Fokus dalam usaha

Dalam menjalankan usaha tetap perlu untuk selalu fokus. Saat kesuksesan telah diraih, maka pelaku tetap perlu fokus dalam mengendalikan usahanya agar terus berkelanjutan. Hindari melakukan tidakan-tindakan yang bisa membahayakan usaha.

4. Berani melakukan investasi

Pengembangan usaha umumnya memerlukan modal yang tidak sedikit. Oleh sebab itu, pelaku bisnis mesti berani mengambil risiko seperti menjual aset pribadi untuk modal, atau meminjam dari pihak lain dengan mengedepankan tanggung jawab dalam pelunasan.

Infografik SC Pengembangan Usaha
Infografik SC Pengembangan Usaha. tirto.id/Quita


5. Melakukan promosi

Promosi membantu produk yang tawarkan untuk dikenali banyak orang. Ada banyak cara untuk promosi dan tinggal memiliki yang cocok diterapkan. Misalnya promosi online, penyebaran brosur, ikut dalam bazaar, dan sebagainya.

6. Pemasaran

Pemasaran membantu mengenalkan perusahaan atau produk tertanam dalam pada benak konsumen. Salah satunya adalah mencari lokasi yang strategis untuk berjualan. Bisa juga, pemasaran dilakukan dengan memberikan point loyalty bagi pelanggan agar kembali datang saat produk yang dibelinya telah habis pemakaiannya.

7. Kenali pesaing

Keberadaan pesaing atau kompetitor adalah hal wajar dalam berbisnis. Dengan mengenali kompetitor, maka dapat disusun rencana untuk memberikan nilai tambah pada usaha atau produk sendiri, yang hal tersebut tidak dimiliki oleh pesaing

Permasalahan dalam usaha

Sebagus-bagusnya rencana usaha dibuat, tetap saja pelaku usaha akan berhadapan dengan berbagai kendala di depannya.

Masalah bisnis ini harus bisa diatasi agar usaha tetap berjalan secara berkelanjutan. Mengutip modul Prakarya dan Kewirausahaan Kelas X (2020), masalah umum yang dialami oleh pelaku bisnis adalah:

1. Kurang mampu mengatur waktu

Banyak pelaku bisnis yang masih kesulitan membagi waktu dengan baik. Misalnya telat rapat dengan klien, terlalu stres, atau sering sakit karena telat makan. Oleh sebab itu, wajib bagi pelaku bisnis untuk bisa mengatur waktu secara baik.

2. Kurang percaya diri

Kurang percaya diri dapat menghambat pelaku usaha dan usahanya untuk lebih cepat dikenal orang lain. Memupuk rasa percaya diri perlu ditingkatkan dalam memasarkan produk.

3. Keluarga kurang mendukung

Pada pelaku bisnis pemula, kadang faktor hambatan datang dari keluarga yang masih meremahkan usaha yang dirintis. Biasanya masalah ini reda sendiri saat usaha dapat berjalan.

4. Tidak konsisten pada bidang bisnis

Sering ditemukan pelaku bisnis yang gonta-ganti bidang bisnisnya. Ketidakkonsistenan ini membuat rencana bisnis berantakan.

5. Perang harga

Perang harga di satu sisi akan meningkatkan penjualan dalam waktu singkat dengan memangkas keuntungan. Namun terlibat dalam perang harga juga menjadi tidak sehat karena bisa mengganggu arus kas perusahaan.


Baca juga artikel terkait PELAJARAN PRAKARYA atau tulisan menarik lainnya Ilham Choirul Anwar
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Yandri Daniel Damaledo

DarkLight