tirto.id - Apa itu Tuguran Kamis Putih? Umat Katolik biasanya mengadakan Tuguran pada Kamis Putih, yaitu waktu yang menandai dimulainya Triduum Paskah atau tiga hari suci jelang kebangkitan Kristus.
Peringatan Kamis Putih jatuh pada hari Kamis sebelum Minggu Paskah dan dikenal juga sebagai Maundy Thursday. Hari ini mengingatkan umat terhadap Perjamuan Terakhir Yesus bersama dua belas murid-Nya.
Makna Kamis Putih sendiri meliputi melayani sesama dengan kasih, merenungkan penderitaan Yesus, serta menyiapkan hati menyambut sukacita Paskah. Misa Kamis Putih umumnya berlangsung sore atau malam hari, kemudian ditutup dengan adorasi keheningan alias Tuguran.
Pengertian Tuguran Kamis Putih
Tuguran berasal dari kosakata bahasa Jawa yang berarti "berjaga". Sesuai konteks Katolik, Tuguran adalah ibadat sederhana dalam keheningan untuk menemani Yesus yang sedang berdoa di Taman Getsemani, sebelum Ia ditangkap dan mengalami sengsara.
Berbeda dari adorasi meriah, Tuguran menekankan para jemaah untuk berkontemplasi secara pribadi. Umat Katolik dapat berdiam diri, berdoa, dan berjaga di hadapan Sakramen Mahakudus.
Dalam keheningan ini, umat dapat menyelami kesedihan Yesus beserta murid-Nya dan bersatu dalam penderitaan-Nya. Tuguran setelah misa Kamis Putih durasinya bervariasi, tetapi umumnya hingga pukul 24.00.
Jika jumlah umat cukup banyak dan misa selesai lebih larut, Tuguran dapat menjadi lebih lama hingga pukul 03.00. Ketentuan mengenai waktu ini bisa mengikuti arahan Pastor Paroki.
Contoh Teks Tuguran Kamis Putih
Umat Katolik tentu membutuhkan contoh teks Tuguran Kamis Putih sebelum melaksanakan tradisi tersebut. Berikut ini contoh teks Tuguran Kamis Putih lengkap yang bisa menjadi referensi.
Lagu Pembukaan (Allah yang Tersamar)
Jika melaksanakan setelah tahtaan, ibadat Tuguran dapat dimulai dengan kata pengantar oleh pemimpin, tanpa lagu pembukaan, tanda salib, dan salam.Salam dan Pengantar
P: Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus.U: Amin.
P: Semoga Allah Bapa serta Tuhan kita Yesus Kristus memberikan karunia dan kesejahteraan kepada kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.
P: Saudara-saudari terkasih.
Pada malam ini kita berkumpul untuk menyampaikan sembah sujud di hadapan Sakramen Mahakudus. Sakramen ini adalah wujud nyata cinta kasih Kristus Tuhan kita, yang telah menyerahkan hidup-Nya demi keselamatan kita. Melalui Sakramen Mahakudus, Kristus menjalin kesatuan yang mesra dan tak terpisahkan dengan kita.
Perayaan Ekaristi yang kita rayakan dalam Misa Kamis Putih tadi mengenangkan misteri pemberian diri Yesus Kristus dan kasih-Nya yang total demi melaksanakan kehendak Bapa untuk keselamatan dunia. Kini, melalui malam Tuguran ini, kita menanggapi kasih Kristus dengan menyampaikan pujian dan syukur kepada-Nya.
Selain menyembah dan memuji Kristus yang hadir dalam Ekaristi, kita juga hendak berdoa dan berjaga bersama-Nya. Setelah Perjamuan Malam Terakhir, Yesus berdoa semalam suntuk di Taman Getsemani. Saat itu, Ia mengajak para murid-Nya untuk menemani dan berdoa bersama-Nya:
"Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh dalam pencobaan," (Markus 14: 38 dan paralel).
Malam ini, kita hendak berjaga dan berdoa sambil merenungkan wejangan dan sabda perpisahan Tuhan kepada para murid-Nya.
Doa Pembukaan
P: Marilah menimba air kehidupan.U: Dari sumber-sumber keselamatan.
P: Marilah berdoa (hening sejenak).
Allah yang penuh belas kasih, dalam hati Putera-Mu yang terlukai oleh dosa-dosa kami,
Engkau menganugerahi kami cinta kasih-Mu yang tak terhingga.
Perkenankanlah kami menyampaikan sembah bakti kepada-Nya
dan mengamalkan tobat kami dalam langkah hidup yang pantas.
Demi Kristus Tuhan kami.
U: Amin.
Renungan Sabda Tuhan
Yoh. 14: 1-3P: "Janganlah gelisah hatimu;
percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal.
Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu.
Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu."
U: "Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku,
supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada."
Nyanyian: Berbahagialah
Yoh 14: 9, 10–14, 15–17, 25
P:
Tuhan bersabda: "Barang siapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.
Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?
Apa yang Aku katakan kepada-Mu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri,
tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya."
U:
"Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku;
atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri."
P:
"Sesungguhnya barang siapa percaya kepada-Ku,
ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan,
bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu.
Sebab Aku pergi kepada Bapa;
dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya,
supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."
U:
"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu
seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu,
yaitu Roh Kebenaran."
P:
"Dunia tidak dapat menerima Dia,
sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia.
Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu."
Saat Hening
Waktu hening sebentar untuk merenungkan sabda dan doa Tuguran Kamis Putih. Bisa menggunakan lagu kontemplasi dari kaset atau renungan singkat.Madah Pujian
Marilah kita memuji tubuh dan darah TuhanYaitu santapan suci untuk umat beriman
Semoga tak kunjung henti wafat-Nya dikenangkan
Tubuh Kristus yang mulia sungguh-sungguh makanan Dan
darah-Nya yang berharga sungguh-sungguh minuman
Bagi kita yang percaya kepada sabda Tuhan.
Terpujilah Allah Bapa yang mengutus Putera-Nya
Untuk membebaskan kita dengan taat setia
Dan menghadirkan Roh-Nya yang tinggal pada kita.
Amin
Doa di Depan Sakramen Mahakudus
P: Tuhan Yesus Kristus yang ada di dalam surga,bersemayam di samping kanan Bapa dalam kedaulatan ilahi,
Engkau hadir di tengah-tengah kami sebagai anugerah suci
dan akan tinggal senantiasa bersama kami hingga akhir zaman.
U: Kami menyembah Dikau di sini dan mohon kepada-Mu,
sudilah menerangi kami agar semakin hari bertambahlah hormat
dan terima kasih kami terhadap rahasia ini.
P: Ya Tuhan, Engkau telah bersabda kepada rasul-rasul-Mu:
"Aku menyertai kamu hingga akhir zaman;"
di dalam sakramen ini, Engkau sungguh-sungguh berdiam di antara kami
dan Engkau pun mendengarkan setiap orang yang berbicara kepada-Mu.
Di sini tegaklah singgasana rahmat-Mu.
Dan Engkaulah sungguh-sungguh Imanuel: Allah beserta kami.
U: Tinggallah bersama kami, ya Tuhan.
Lindungilah umat kudus-Mu terhadap serangan musuh.
Dan janganlah jemu-jemunya melimpahi kami dengan anugerah-anugerah.
Dari tempat kediaman-Mu di tengah-tengah kami,
tinggallah bersama kami dan janganlah biarkan kami sendirian,
jadilah terang yang menyuluh jalan yang harus kami lalui.
P: Ya Tuhan, teladan hidup kami,
Engkau memanggil kami di dalam sakramen ini untuk mengambil bagian pada Tubuh dan Darah-Mu:
berilah kiranya agar kami dipenuhi dengan Roh-Mu,
dalam segala tindak tanduk hidup kami.
U: Kami mohon kepada-Mu dengan sungguh-sungguh:
berilah kami senantiasa kerinduan akan perjamuan ini,
tempat Engkau memberikan kepada kami diri-Mu sendiri sebagai bagian makanan guna melepaskan lapar kami untuk selama-lamanya,
serta menguatkan kami dalam perjalanan melintasi padang belantara hidup
menuju puncak gunung-Mu yang suci.
P: Berilah kami kekuatan dan ketabahan hati,
agar tidak lunturlah semangat kami di dalam mengabdi Dikau.
Semoga setelah dikuatkan oleh roti ini,
kami dengan senang hati memikul beban-Mu yang manis.
Dan buatlah kami layak, berkat perjamuan suci ini,
diperkenankan masuk ke dalam kehidupan yang kekal.
U: Raja kemuliaan, di dalam sakramen ini Engkaulah yang mempersatukan kami dengan diri-Mu sendiri,
supaya kami menjadi anggota-anggota tubuh-Mu yang mistik.
Terimalah kami semua kelak di dalam keluarga para kudus-Mu,
dan berilah kami agar mendapat bagian kemuliaan-Mu,
Engkau yang hidup dan memerintah kini dan sepanjang masa. Amin.
Doa Permohonan
Bisa menyampaikan doa permohonan yang sesuai dengan ujud tertentu atau situasi kebutuhan umat setempat.Doa Bapa Kami
P: Marilah doa renungan, pujian, dan permohonan ini kita satukan dengan doa yang diajarkan oleh Tuhan kita:U: Bapa Kami
P: Kepada Bunda Maria, marilah kita sampaikan doa Salam Maria.
U: Salam Maria
P: Kemuliaan kepada Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus,
U: Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Malam
Sebelum lagu penutup, bisa menyampaikan doa malam bersama. Misalnya dari PS no. 80–81.Lagu Penutup (Pada Malam Sengsara)
Ibadat Tuguran kemudian ditutup sendiri-sendiri.Tata Cara Tuguran Kamis Putih
Umat Katolik mengadakan Tuguran setelah Misa Kamis Putih malam, yakni misa yang mengenang Perjamuan Terakhir. Setelah misa, Tuguran menghadirkan acara perarakan Sakramen Mahakudus yang diletakkan dalam Sibori (bukan Monstran).
Jemaat bisa menghias Sibori dengan lampu dan bunga bernuansa putih sesuai dengan suasana liturgi yang khidmat dan bersih. Setelah meletakkan Sibori, Tuguran bisa berlangsung.
Adapun tradisi Tuguran Kamis Putih meliputi tata cara sebagai berikut.
- Pembukaan dengan lagu "Allah yang Tersamar", salam pengantar, dan tanda salib.
- Renungan sabda Tuhan.
- Saat hening, merenungkan sabda dan membaca doa Tuguran Kamis Putih sungguh-sungguh tanpa suara.
- Pembacaan doa pujian dan syukur di hadapan Sakramen Mahakudus.
- Pujian dan permohonan.
- Doa penutup.
Apa yang Harus Dilakukan saat Tuguran?
Tradisi Tuguran tidak melibatkan khotbah atau interaksi verbal antara pemimpin ibadat dan umat. Pasalnya, Tuguran mengutamakan relasi batin langsung antara jiwa dan Tuhan.
Dalam pelaksanaannya, umat dapat duduk, berlutut, atau duduk bersila di depan Sakramen. Kemudian, jemaat bisa menyelinginya dengan bacaan Kitab Suci, mazmur, atau lagu rohani yang kontemplatif.
Melansir unggahan akun Instagram Kita Katolik, umat juga bisa mengibaratkan dirinya hadir menemani Yesus di Taman Getsemani. Setiap umat secara individu bisa bercakap dan menghibur diri-Nya yang sedang dalam ketakutan.
Demikian penjelasan mengenai apa itu Tuguran Kamis Putih. Pastikan juga untuk membaca artikel terbaru mengenai tradisi dan doa umat Katolik lainnya di sini.
Penulis: Nisa Hayyu Rahmia
Editor: Beni Jo
Penyelaras: Yuda Prinada
Masuk tirto.id







































