Mendalami Pengampunan Allah di dalam Yesus & Alasan Pengutusan

Kontributor: Ega Krisnawati - 17 Nov 2021 17:21 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Pengampunan kepada sesama harus diberikan karena Allah telah mengampuni umat manusia terlebih dahulu.
tirto.id - Allah mengampuni umat manusia di dalam Kristus dengan mendamaikan mereka dan diri-Nya. Seperti yang tertulis dalam Rasul Paulus, umat manusia adalah mereka yang berutang.

Maksud dari utang itu adalah dosa. Diutusnya Kristus ke dunia, karena Allah telah menugaskan putra-Nya untuk membayar utang dosa umat manusia melalui darah-Nya di kayu salib.

Atas peristiwa itu, Tuhan Allah mengampuni umat manusia di dalam Kristus dengan melunasi utang-utang umat manusia kepada-Nya. Kendati begitu, sesungguhnya sejak umat manusia jatuh ke dalam dosa, Allah telah merencanakan penyelamatan.

Terbukti dari kisah air bah yang telah memusnahkan isi bumi, tapi ada satu keluarga yang hidup menurut ajaran-Nya sehingga diselamatkan. Mereka adalah keluarga Nuh, tumbuhan, dan hewan yang ada bersamanya.

Tidak hanya itu, kisah Nuh juga memperlihatkan bahwa kejahatan umat manusia telah menyakiti hati Allah. Meski demikian, Allah tetap memberi pengampunan dan penyelamatan sampai kapan pun kepada umat manusia, demikian seperti dilansir dari Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti.


Alasan pengutusan Yesus ke dunia

1. Allah mengasihi umat manusia

Kasih Allah terhadap umat manusia tampak dari kisah Nuh. Kala itu, banyak orang yang hidup berpesta pora, kejahatan seksual, menindas dan menyakiti sesama, merampas hak orang lain, dan menyalahgunakan kekuasaan.

Lantas, Rasul Paulus berkata bahwa manusia yang hidup mengikuti keinginan daging akan berakhir pada kebinasaan. Sebaliknya, manusia yang hidup berdasarkan keinginan roh akan membawa keselamatan.

Hidup berdasarkan roh, berarti hidup yang dipimpin oleh roh dan hidup menurut perintah Allah. Meski pada waktu itu, tugas Yesus di dunia sudah selesai dan kembali diangkat ke surga, Yesus sudah berjanji untuk mengirimkan Roh Kudus untuk menyertai umat-Nya.

Janji itu pun terpenuhi dengan adanya Hari Pentakosta, Roh Kudus turun mendiami para rasul dan berdiam di hati setiap orang yang percaya.

2. Allah Maha pengampun

Suatu kali Petrus bertanya pada Yesus, harus berapa kali pengampunan kepada yang salah diberikan. Lantas, Yesus menjawab "Aku berkata kepadamu, ampunilah saudaramu tidak hanya tujuh kali, tetapi sampai tujuh puluh kali tujuh kali.” (Matius 18:21-35).

Tidak hanya itu, Rasul Paulus pun berkata bahwa pengampunan kepada sesama harus diberikan karena Allah telah mengampuni umat manusia terlebih dahulu.

3. Allah yang menyelamatkan

Allah menyelamatkan umat manusia dari dosa-dosanya, dengan mengirim putra-Nya Yesus Kristus. Allah memahami bahwa umat manusia tidak bisa menolong sesamanya dari dosa-dosa.

Maka dari itu, Ia mengirimkan Yesus dan menjelma menjadi manusia. Menjelma menjadi manusia, berarti merasakan haus, lapar, sedih, dan sebagainya. Kendati begitu, Yesus telah menanggung semua dosa manusia.


Manfaat mengampuni

Dikutip dari buku Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti, manfaat mengampuni sesama adalah sebagai berikut:

1. Memberikan kebaikan kebaikan orang lain

Semua manusia tentunya pernah membuat kesalahan. Saat kesalahan seseorang diampuni, tentunya setiap orang dapat merasa lebih bahagia dan ketenangan dalam hidupnya.

2. Berbuat baik kepada diri sendiri

Pengampunan yang diberikan, tentunya akan membuat setiap individu merasa bahagia karena telah melakukan kebaikan bagi orang lain dan diri sendiri.

Pasalnya, ketika belum mengampuni maka perasaan marah, kesal, benci, atau dendam terhadap orang lain akan musnah. Sebaliknya, bila pengampunan terjadi maka akan ada rasa damai dan bahagia di dalam hati.

3. Mewujudkan kehendak Allah

Dengan memberi pengampunan kepada sesama, maka seseorang telah menjalankan perintah Allah. Sebagaimana yang tertulis dalam Kolose 3:13, “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain. Apabila seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.”


Baca juga artikel terkait PENGAMPUNAN ALLAH atau tulisan menarik lainnya Ega Krisnawati
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Ega Krisnawati
Penulis: Ega Krisnawati
Editor: Alexander Haryanto

DarkLight