Menuju konten utama

Apa Itu Somniphobia atau Takut Tidur: Penyebab dan Cara Mengatasi

Somniphobia adalah istilah untuk kondisi ketika orang takut tertidur secara berlebihan. Gangguan ini bisa berakibat buruk bagi penderitanya.

Apa Itu Somniphobia atau Takut Tidur: Penyebab dan Cara Mengatasi
Ilustrasi sulit tidur. foto/istockphoto

tirto.id - Tubuh manusia dapat diibaratkan seperti sebuah mesin, harus berhenti sejenak untuk kembali mengisi daya. Apabila tubuh dipaksakan untuk terus bekerja, yang terjadi kemudian adalah kelelahan dan bahkan gangguan kesehatan.

Bagi manusia umumnya, tidur adalah saat yang sangat nikmat, bahkan sering didambakan karena tubuh bisa terlepas dari lelah. Pada saat tidur, tubuh beristirahat dan memulihkan energinya.

Namun, ada sebagian orang yang justru takut jika tertidur. Bagi mereka, tidur merupakan sesuatu yang mengerikan sehingga perlu dihindari. Gangguan berupa takut (fobia) tidur ini disebut dengan istilah somniphobia.

Apa itu somniphobia? Disebut juga dengan hypnophobia, somniphobia adalah kata lain dari kondisi ketika orang takut tertidur secara berlebihan, karena merasa kegiatan itu bisa membuat mereka tidak punya kendali atas tubuhnya.

Ketakutan untuk tidur dapat menjadi suatu bahaya yang muncul kemudian hari bagi penderitanya. Pasalnya, apabila tubuh menolak beristirahat atau tidur, kelelahan akut bisa terjadi.

Seseorang yang memiliki gangguan takut untuk tertidur bisa jadi pernah mengalami pengalaman traumatis sebelumnya. Mereka takut tertidur karena beranggapan tidak dapat mengendalikan diri mereka saat dalam keadaan tertidur. Bahkan, ketakutan terhadap kematian juga termasuk dalam alasan yang mendasari somniphobia.

Para penderita somniphobia mungkin merasa cemas jika mereka harus berhadapan dengan tidur. Biasanya mereka berusaha menghindari kegiatan tidur, lalu merasa cemas akan suatu hal yang menjadi ketakutan terbesar mereka.

Mengutip laporan Huffpost, seorang penderita somniphobia asal Inggris bernama Lorna O’Connor, mengaku mulai takut tertidur sejak usianya sembilan tahun. Usai ayahnya meninggal dunia karena serangan jantung, ia kerap mengalami kecemasan hebat saat akan tidur.

Bahkan, Lorna sering kali memeriksa suara napas ibunya saat terlelap untuk memastikan bahwa sang ibunda masih hidup.

"Saya akan terus mendengarkan ibu saya mendengkur hanya untuk memastikan dia masih hidup. Saya khawatir, jika saya tidur, sesuatu yang buruk mungkin terjadi, dan saya tidak akan bangun untuk bisa menolong [ibu]," kata dia.

Penyebab Somniphobia

Somniphobia dapat muncul karena berbagai penyebab. Trauma dan sejumlah faktor lainnya bisa memicu somniphobia. Berikut berbagai macam penyebab somniphobia, seperti dikutip dari laman Sleep Advisor:

  • Ketakutan akan kematian atau merasa khawatir tidak dapat terbangun dari tidurnya lagi.
  • Rasa cemas yang sangat hebat, seperti takut tidak bisa mengontrol diri saat tidur.
  • Takut akan tidur dengan berjalan yang dianggap sangat mengerikan dan memalukan.
  • Mengalami Sleep Paralysis, yakni ketika sudah bangun dan otak aktif, tetapi tubuh masih tidur.
  • Ketakutan akan Sleep Talking. Bagi mereka yang suka menyimpan rahasia, ini menakutkan, karena bisa berbicara apa saja saat tertidur.
  • Menonton film horor. Bayang-bayang kejadian mengerikan dalam film horor terekam jelas oleh penderita sehingga mereka takut untuk tertidur. Mereka juga mungkin khawatir bahwa apa yang ditakutkan terjadi saat tertidur.
  • Insiden masa lalu yang memicu trauma juga dapat menjadi penyebab ketakutan seseorang untuk tidur.

Dampak Somniphobia

Mereka yang mengalami somniphobia, kemungkian akan mengalami sejumlah dampak berikut:

  • Mengantuk pada siang hari.
  • Kelelahan parah. Seorang penderita somniphobia akan merasa selalu kelelahan karena pola tidur yang tidak sehat.
  • Moodswing, perasaan yang cepat berubah-ubah.
  • Mudah lupa. Kelelahan akut membuat otak tidak bekerja dengan maksimal.

Cara Mengatasi Somniphobia

Somniphobia bisa sangat menganggu, mengingat pentingnya pola tidur yang sehat guna membuat tubuh bugar dan tidak mudah terkena gangguan kesehatan. Kerugian juga bisa dialami oleh para penderita somniphobia karena tidak bisa beraktivitas dengan normal.

Namun, tidak mustahil pengidap phobia ini bisa sembuh. Somniphobia dapat disembuhkan dengan menjalani terapi dengan psikolog ataupun dokter. Selain itu, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk meringankan atau mengatasi gejala somniphobia, sebagai berikut:

  • Mengubah cara berpikir. Maksudnya, jika memiliki perspektif buruk terhadap sesuatu, dokter atau orang lain dapat membantu mengubah pandangan itu.
  • Meningkatkan kualitas tidur, seperti membuat diri nyaman dengan tempat dan kamar.
  • Mengikuti perawatan secara medis atau melakukan terapi dan konsultasi dengan profesional.
  • Mengatur kebiasaan sebelum tidur. Misalnya: melakukan hal rutin sebelum tidur.
  • Membiarkan kecemasan berlalu dan memikirkan hari yang akan datang.
  • Melawan rasa takut dan menghadapinya hingga perasaan itu bisa dikendalikan.

Sementara, untuk mempercepat tidur atau mengatasi kesulitan tertidur, sejumlah langkah yang bisa dilakukan adalah:

  • Memiliki jam tidur yang teratur
  • Memakai tempat tidur hanya untuk aktivitas istirahat dan tidur
  • Menghindari mengkonsumsi alkohol sebelum tidur
  • Menghindari konsumsi kafein pada sore dan malam hari
  • Mematikan handphone atau benda yang membuat terjaga
  • Gunakan cahaya secukupnya atau tidak terlalu terang, saat tidur.

Baca juga artikel terkait TIPS TIDUR atau tulisan lainnya dari Ayub Rustiani

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Ayub Rustiani
Penulis: Ayub Rustiani
Editor: Addi M Idhom