Menuju konten utama

Apa Itu SEA V-Cup 2026 Turnamen Voli ASEAN Pengganti V-League

SEA V-Cup 2026 menjadi nama baru turnamen voli Asia Tenggara menggantikan SEA V-League. Simak perbedaan dan perubahan format turnamen di sini.

Apa Itu SEA V-Cup 2026 Turnamen Voli ASEAN Pengganti V-League
Ilustrasi Bola Voli. foto/IStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - SEA V-Cup resmi menjadi nama baru kompetisi bola voli Asia Tenggara, menggantikan SEA V-League yang sudah berjalan 2 musim. Tidak hanya mengubah nama, jumlah peserta dan format kejuaraan juga mengalami perubahan.

Sejak tahun 2023, SEA V-League menjadi kompetisi bola voli regional antarnegara Asia Tenggara. Setiap musim, turnamen berlangsung 2 leg dengan format grup tunggal. Tim yang menempati posisi 1 dan 2 klasemen grup bakal melaju ke final, sedangkan peringkat 3 dan 4 memperebutkan juara 3.

Di sektor putra, jumlah peserta semula diikuti 4 tim yakni Indonesia, Thailand, Vietnam dan Filipina. Namun, sejak 2025, Kamboja juga ikut ambil bagian di sektor putra SEA V-League.

Mulai edisi 2026, SEA V-League berganti nama menjadi SEA V-Cup. Untuk sektor putri, format turnamen tidak mengalami perubahan dan tetap diikuti 4 tim. Sementara di kategori putra, untuk pertama kalinya fase grup dibagi menjadi 2 dan diikuti oleh 6 tim.

Selain Timnas Indonesia, Thailand, Vietnam, Filipina dan Kamboja, ada Myanmar yang menjadi negara ke-6 di SEA V-Cup 2026 Putra. Mereka bakal bersaing di fase grup, dengan tim peringkat 1 dan 2 bakal melaju ke babak semifinal.

Format Voli SEA V-Cup 2026 dan Perbedaan dengan V-League

Kompetisi bola voli Asia Tenggara mengalami perubahan branding dari SEA V-League, menjadi SEA V-Cup mulai edisi 2026. Secara garis besar, tidak ada perubahan format di sektor putri, tetapi sektor putra mengalami sejumlah perubahan.

SEA V-Cup 2026 Putra bakal diikuti oleh 6 tim yang dibagi ke dalam 2 grup. Masing-masing grup berisi 3 tim, dengan peringkat 1 dan 2 bakal melaju ke babak semifinal. Adapun tim peringkat 3 di masing-masing grup bakal bertanding dalam klasifikasi peringkat 5-6.

Sementara itu, SEA V-Cup 2026 tetap menggunakan 2 leg di 2 venue berbeda. Setiap leg bakal melahirkan 1 juara, sehingga ada potensi terdapat 2 juara dalam 1 musim kompetisi. Kendati begitu, apabila leg 1 dan 2 dimenangi oleh tim berbeda, tim dengan rasio kemenangan lebih tinggi bakal dinobatkan sebagai juara umum.

Sejak digelar pada tahun 2022, Timnas Voli Putra Indonesia tercatat 3 kali meraih gelar juara seri. Total dari 6 kejuaraan, baru Indonesia dan Thailand yang pernah menjadi juara, dengan masing-masing memenangi 3 seri.

Di sisi lain, kategori putri tidak mengalami perubahan format. SEA V-Cup 2026 Putri tetap diikuti 4 tim terbaik Asia Tenggara yakni Thailand, Vietnam, Indonesia dan Filipina. Format yang digunakan pun masih sama dengan kompetisi SEA V-League maupun ASEAN Grand Prix.

Sektor putri yang juga berlangsung 2 leg menggunakan format home turnamen di fase grup. Tim peringkat 1 dan 2 di setiap leg bakal bertanding di babak final, sedangkan peringkat 3 dan 4 memperebutkan juara 3.

Sejak diselenggarakan pertama kali pada 2019 dengan nama ASEAN Grand Prix Volleyball, Timnas Putri Indonesia belum pernah menjadi juara. Pencapaian terbaik Garuda Pertiwi adalah finis di peringkat 2 edisi 2019, ketika turnamen masih menggunakan format liga tanpa grand final.

Adapun tim yang sukses meraih gelar juara ASEAN Grand Prix, kemudian SEA V-League adalah Thailand. Guedpard Pornpurn selalu sukses menjadi juara mengungguli Indonesia, Vietnam, dan Filipina.

Baca juga artikel terkait BOLA VOLI atau tulisan lainnya dari Permadi Suntama

tirto.id - Olahraga
Penulis: Permadi Suntama
Editor: Permadi Suntama