Menuju konten utama

Apa IISMA 2025 Akan Dilaksanakan? Ini Penjelasan Kemendikti

Apa IISMA 2025 akan dilaksanakan seperti edisi sebelumnya? Simak penjelasan Kemendikti.

Apa IISMA 2025 Akan Dilaksanakan? Ini Penjelasan Kemendikti
Ilustrasi Beasiswa Kuliah. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pelaksanaan Indonesian International Student Mobility Award (IISMA) cukup dinanti-nantikan. Apa IISMA 2025 akan dilaksanakan? Ini penjelasan Kemendikti.

IISMA termasuk salah satu dari delapan program unggulan Kampus Merdeka. Beasiswa diberikan untuk mahasiswa aktif di berbagai perguruan tinggi.

Terbaru, program Kampus Merdeka kabarnya akan diganti dan dilanjutkan melalui program Kampus Berdampak. Lalu, apakah IISMA akan tetap dilaksanakan pada tahun 2025?

Apa IISMA 2025 Akan Dilaksanakan? Ini Penjelasan Kemendikti

Walau terjadi perubahan nama, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) tetap berjalan. Tetapi kini berlangsung secara mandiri oleh perguruan tinggi tanpa dana pemerintah. Salah satu program unggulan yang dipastikan tetap berjalan adalah Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA).

Pelaksana Tugas Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Belmawa Kemendiktisaintek), Berry Juliandi, menyampaikan bahwa IISMA merupakan program MBKM yang sebelumnya didanai penuh oleh Kementerian dan LPDP.

Ke depan, program ini diarahkan agar dijalankan mandiri oleh perguruan tinggi bersama mitra masing-masing dengan dukungan tetap dari Kementerian.

Program IISMA telah dilaksanakan sejak masa kepemimpinan Nadiem Makarim di Kemendikbudristek. Program ini menjadi salah satu unggulan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Program ini juga menjadi pilihan favorit bagi mahasiswa yang ingin menempuh studi di luar negeri. IISMA menawarkan beasiswa bagi mahasiswa jenjang sarjana dan vokasi untuk mengikuti perkuliahan selama satu semester di universitas mitra di luar negeri.

Berubahnya Kampus Merdeka Menjadi Kampus Berdampak

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sempat mengadakan kegiatan “Ngopi Bareng” bersama media pada Selasa (29/4) sebagai langkah awal memperkenalkan gerakan #KampusBerdampak.

Acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025.

Pada kesempatan tersebut, Dirjen Dikti, Khairul Munadi, mengungkapkan bahwa gerakan Kampus Berdampak merupakan wujud penerapan nilai-nilai mulia Ki Hadjar Dewantara, yakni “Dengan ilmu kita mencapai kemuliaan, dengan amal kita meraih kebajikan.”

"Kampus berdampak itu adalah kampus yang tidak hanya menghasilkan lulusan, publikasi, ranking global, tapi juga kampus yang mentransformasi kehidupan masyarakat," ungkap Khairul Munadi, seperti dikutip laman Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

"Sehingga nantinya peran perguruan tinggi itu diharapkan menjadi pusat solusi yang nyata untuk masyarakat, selain itu juga perguruan tinggi diharapkan menjadi motor inovasi sosial dan ekonomi berkelanjutan. Kemudian paling tidak kalah penting juga menjadi mediator kolaborasi antar pihak,” lanjutnya.

Melalui program Kampus Berdampak, kampus didorong menjadi lebih mandiri dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, dunia usaha dan industri, serta memperkuat ekosistem riset dan inovasi demi mendukung pembangunan nasional.

Ditjen Dikti kabarnya akan meluncurkan berbagai program unggulan Kampus Berdampak pada puncak peringatan Hardiknas tanggal 2 Mei 2025.

Kampus Berdampak bertujuan membentuk karakter mahasiswa dengan intelektualitas yang membumi, mengedepankan kontribusi nyata pada masyarakat, dunia usaha, dan riset.

Direktur Sumber Daya, Sri Suning Kusumawardani, menambahkan bahwa Ditdaya juga memperkenalkan program unggulan seperti Beasiswa PMDSU, Beasiswa Tendik, dan Beasiswa Kolaborasi Internasional, untuk mempercepat studi lanjut di bidang S2-S3 dan memberikan kesempatan kepada tenaga pendidik serta mahasiswa dari daerah 3T.

Kemudian, Direktur Kelembagaan, Mukhamad Najib, menyatakan bahwa Ditbaga akan memperkuat gerakan Kampus Berdampak dengan mendorong transformasi tata kelola perguruan tinggi agar lebih otonom dan akuntabel.

Sebagai bagian dari penguatan gerakan Kampus Berdampak, Ditjen Dikti juga akan mengadakan Festival Kampus Berdampak yang melibatkan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia untuk mempromosikan kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah.

Baca juga artikel terkait BEASISWA atau tulisan lainnya dari Anne Anisa

tirto.id - Edusains
Kontributor: Anne Anisa
Penulis: Anne Anisa
Editor: Beni Jo