Menuju konten utama

Anindya Kadin soal Saham Gorengan: Investor Perlu Edukasi

Menurut dia, edukasi terkait saham menjadi hal penting yang harus diketahui investor maupun masyarakat.

Anindya Kadin soal Saham Gorengan: Investor Perlu Edukasi
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis (7/8/2025). Tirto.id/Qonita Azzahra

tirto.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Anindya Bakrie buka suara terkait fenomena saham yang harganya dimanipulasi oleh pihak tertentu, atau seringkali disebut saham gorengan. Adapun saham gorengan belakangan ini disebut sebagai salah satu faktor yang membuat investor ritel kecil-kecilan merugi.

Menurut dia, edukasi terkait saham menjadi hal penting yang harus diketahui investor maupun masyarakat. Sebab, saham yang menjadi instrumen investasi pasar modal dinilai penuh dengan perhitungan.

"Yang penting adalah edukasi bahwa investasi pasar modal itu adalah investasi yang penuh dengan kalkulasi," ucapnya di kantor Kadin, Jakarta Selatan, Senin (2/2/2026).

Anindya menyatakan, sacara umum, saham bukan instrumen uang tunai dan nilai perusahaan saat ini. Saham disebut sebagai harga harapan atas pertumbuhan perusahaan di masa depan.

Katanya, saham tidak cuma soal kenaikan dan penurunan uang tunai. Saham merupakan proyeksi pertumbuhan masa depan dari sebuah perusahaan.

"Sehingga proyeksi itu bisa dihitung, apakah masih masuk akal, dibandingkan dengan yang lain, apakah istilahnya sudah berlebihan," tuturnya.

Anindya berujar Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), serta pelaku pasar kunci harus menjaga kepercayaan pasar dengan komunikasi yang terbuka terkait iklim saham saat ini.

Sementara itu, perusahaan yang melantai hingga pemegang saham besar yang menjual saham disebut harus menjaga supply mereka guna penawaran kepada investor.

"Tapi jangan juga, terbawa animo, untuk semata-mata, short-term trading," sebut Anindya.

Baca juga artikel terkait BURSA EFEK atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Farida Susanty