Menuju konten utama

Analisis Badan Geologi Soal Penyebab Sinkhole di Limapuluh Kota

Amblesan tanah terjadi akibat proses erosi buluh atau pengikisan tanah oleh aliran air bawah permukaan.

Analisis Badan Geologi Soal Penyebab Sinkhole di Limapuluh Kota
Sejumlah warga melihat dari jauh fenomena sinkhole yang terjadi di Nagari Situjua Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Selasa (6/1/2026). Antara/Fandi Yogari

tirto.id - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan fenomena amblesan tanah atau sinkhole yang terjadi secara misterius di kawasan pertanian Pombatan, Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat (Sumbar), bukan disebabkan oleh runtuhan batu gamping.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, melaporkan peristiwa tanah amblas terjadi pada 4 Januari 2026. Kejadian itu ditandai dengan terbentuknya lubang berdiameter sekitar 20 meter dengan kedalaman kurang lebih 15 meter di lahan pertanian milik warga.

“Berdasarkan kajian tim dari Badan Geologi, didapati amblesan tersebut terjadi akibat proses erosi buluh atau pengikisan tanah oleh aliran air bawah permukaan yang tidak secara tiba-tiba,” jelasnya, dikutip dari Antara (9/1/2026).

Lana menjabarkan, tim mendapati lokasi kejadian berada pada endapan pelapukan batuan vulkanik berupa tuf batu apung. Bukan pada batuan batu gamping sebagaimana umumnya sinkhole terbentuk.

Lapisan batuan tersebut, lanjutnya, memiliki tekstur halus dan mengandung mineral lempung, dengan bagian bawah berupa batu gamping malihan yang bersifat kedap air. Kondisi tersebut memicu aliran air tertahan dan menggerus lapisan tanah di atasnya.

Selain faktor jenis batuan, kata Lana, intensitas curah hujan yang relatif tinggi di wilayah tersebut, yakni sekitar 2.000 hingga 2.500 milimeter per tahun. Hal itu mempercepat proses erosi bawah permukaan yang memicu amblesan

Badan Geologi menyebut secara teknis amblesan diawali oleh terbentuknya rekahan di permukaan tanah, yang kemudian menjadi jalur masuk air ke dalam tanah, membentuk rongga bawah permukaan hingga akhirnya tanah runtuh.

Ia menambahkan fenomena yang sama juga berpotensi terjadi di lokasi pertanian lain dengan kondisi geologi dan tata guna lahan serupa, terutama pada lahan pertanian intensif dengan sistem irigasi yang kurang baik.

Kendati demikian, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan apabila muncul retakan tanah yang membesar. Warga pun diimbau segera melaporkan kepada aparat setempat bila menemukan retakan tanah, agar dapat dikoordinasikan dengan instansi berwenang untuk penanganan lebih lanjut.

Badan Geologi merekomendasikan, lubang yang terbentuk akibat sinkhole dapat dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan air dengan membuat pagar pengaman di sekitar lubang.

Terjadi Pergerakan Tanah di Area Sinkhole

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua

Foto udara warga melihat sinkhole di Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (6/1/2026). ANTARA/Fandi Yogari

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota menyebut hingga saat ini pergerakan tanah terus terjadi di lokasi fenomena sinkhole di Nagari Situjua Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari.

"Hingga saat ini pergerakan tanah masih terus terjadi dan hal ini telah diantisipasi memasang garis polisi di sekitar sinkhole," kata Komandan Regu Tim Reaksi Cepat BPBD Limapuluh Kota Alexandra di Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (6/1/2026) dikutip dari Antara.

Alexandra mengatakan petugas telah melakukan pendataan awal mengenai sinkhole atau tanah yang tiba-tiba berlubang di Nagari Situjua Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari. Petugas telah melakukan pemasangan garis polisi (police line) di sekitar sinkhole untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Polisi bersama pemerintah setempat mengkhawatirkan lubang semakin membesar dan dapat mengancam keselamatan warga.

"Kami terus mengimbau masyarakat untuk menjaga dan mematuhi peraturan, terutama tidak melewati garis polisi di sekitar tanah yang berlubang," imbau dia.

Lubang Sinkhole

Warga yang penasaran melihat dari dekat lubang sinkhole yang terbentuk di tengah ruas jalan raya jalan selingkar Wilis, Tulungagung, Jawa Timur, Kamis(27/2/2025). ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

Ahli Geologi dan Mitigasi Bencana Geologi dan Vulkanologi, Ade Edward, menyebut fenomena sinkhole atau tanah tiba-tiba berlubang kerap terjadi di daerah batu kapur, seperti di Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota.

Ade menjelaskan Nagari Situjuah merupakan kawasan batu kapur, namun tertutup oleh material erupsi Gunung Sago, sehingga tidak terlihat jelas. Kawasan subur ini umumnya dikelola oleh masyarakat setempat sebagai lahan pertanian.

Sifat dari kawasan batuan kapur adalah mudah larut jika terkena air hujan, kemudian terjadi retakan yang pada akhirnya menciptakan lubang besar atau disebut juga dengan fenomena sinkhole.

Menurutnya, pemerintah daerah atau masyarakat perlu sesegera mungkin menutup atau menimbun lubang tersebut dengan material tanah, pasir, batu hingga dilakukan pengecoran demi mencegah kecelakaan.

"Jadi, ini bukan fenomena baru di Situjuah. Masyarakat lokal kerap menyebutnya dengan istilah Sawah Luluih," ujar dia.

Baca juga artikel terkait TANAH AMBLES

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Siti Fatimah